0
News
    Home Berita Featured Ibnu Harjo Al-Jawi Juara Mbah Riyan MUI Spesial

    Mbah Riyan "Ibnu Harjo Al-Jawi", Tukang Bangunan Asal Kudus yang Ternyata Ulama Muhaqqiq Kelas Dunia -

    3 min read

     


    A-AA+

    KUDUS – Di balik kehidupan yang tampak begitu bersahaja di sebuah kampung di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, tersimpan kisah inspiratif tentang seorang ulama besar yang memilih hidup tersembunyi (mastur).

    Ia adalah Mbah Riyan, atau yang di kancah keilmuan Islam internasional dikenal dengan nama Ibnu Harjo Al-Jawi.

    Di mata tetangga dan warga sekitar, Mbah Riyan dikenal tak ubahnya masyarakat biasa.

    Sehari-hari ia berprofesi sebagai tukang bangunan yang mahir mengolah adukan semen dan batu bata.

    Saat memiliki waktu senggang, ia sering terlihat menghabiskan waktu dengan memancing di tepi sungai tanpa sekat status sosial.

    Namun, siapa sangka di balik penampilannya yang bersahaja, sosok yang terkesan "tak dikenal" di kampungnya sendiri ini merupakan seorang ulama mu'alliq dan muhaqqiq (pakar penguji dan pencatat naskah/kitab klasik) yang sangat disegani oleh para ulama mancanegara.

    Lahirkan 12 Jilid Kitab dan 100 Lebih Naskah Ilmiah

    Sebagai seorang ulama muhaqqiq, Mbah Riyan alias Ibnu Harjo telah memberikan sumbangsih peradaban yang sangat masif bagi dunia keilmuan Islam.

    Sepanjang kiprah ilmiahnya, beliau telah melahirkan sedikitnya 12 jilid kitab monumental serta lebih dari 100 naskah ilmiah yang menjadi rujukan penting akademisi dan ilmuwan syariat dunia.

    Gaya kepakarannya mencakup berbagai disiplin ilmu yang luas, mulai dari ushul fiqh, hadis, akidah, tasawuf, hingga perdebatan teologis klasik.

    Beberapa karya tulisan (ta'liqat dan tahqiq) beliau yang tercatat menjadi referensi penting di antaranya:

     Al-Istihsan, Haqiqotuhu wa Hujjiyyatuhu
     Dilalah Qorinah Al-Muwadlobah ‘Inda Al-Ushuliyyin
     Rodd Al-Hadits Al-Dlo’if bi Al-Kulliyyah Fitnah Kabiroh Mu’ashiroh
    Is’af Al-Mutholi’ (Bab Ijtihad, Taqlid, Aqidah, dan Tasawuf) karya Syaikh Mahfudz Al-Tarmasy Al-Jawy (w. 1338 H)
     Tahqiq Al-Kalimat fi Al-Ushul Al-Fiqhiyyat karya Syaikh Abul Hasan Al-Bakri Al-Syafi’iy (w. 952 H)
     Tuhfah Al-Nubala’ fi Tafahhumi Hukmi Taqbil Dloroih Al-Auliya’
     Al-Taufiq Al-Jaliy Bain Al-Asy’ariy wa Al-Hambaliy karya Syaikh Abdul Ghoni Al-Nabulisy Al-Hanafiy (w. 1143 H)

    Membangun Rumah Warga Sekaligus Membangun Peradaban Ilmu

    Kisah hidup Mbah Riyan menghadirkan potret ironi yang sarat makna. Dengan keterampilan tangannya, ia memeras keringat membangun fisik rumah-rumah warga desa.

    Namun di saat bersamaan, melalui jemari dan penanya, ia membangun fondasi peradaban ilmu pengetahuan yang menembus batas-batas negara.

    Kemasyhuran dan sorot panggung sama sekali bukan hal yang dicari oleh Mbah Riyan. Karakter khas seorang ulama mastur yang rendah hati dan menjauhi popularitas sangat melekat pada dirinya.

    Bahkan, ketidakinginannya untuk disanjung publik terbukti ketika beliau memilih untuk tidak hadir saat dianugerahi penghargaan bergengsi seperti MUI Awards beberapa waktu lalu.

    Masyarakat kampung mungkin akan terus mengenalnya sekadar sebagai Mbah Riyan, sang tukang bangunan yang gemar memancing.

    Namun catat sejarah dan dunia Islam internasional akan mengabadikan namanya sebagai Ibnu Harjo Al-Jawi, sang penjaga warisan turats ulama klasik. (*)

    Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
    Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
    Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

    Komentar
    Additional JS