0
News
    Home Berita Featured Haji Spesial

    Saat Rakernas Evaluasi Haji 2026 Digelar dengan Nuansa Militer - Kompas

    8 min read

     

    JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 Hijriah/2026 dengan nuansa militer di Lapangan Markas Komando Daerah Udara (Makodau) I, Halim Perdanakusuma, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Sabtu (4/7/2026).

    Sejak pagi, suasana rakernas lebih menyerupai upacara militer ketimbang forum evaluasi.

    Para peserta berdiri berbaris dalam formasi kompi di lapangan, mengikuti jalannya acara dengan tertib.

    Berdasarkan pantauan Kompas.com, seluruh peserta mengenakan kemeja putih lengan panjang yang dipadukan dengan rompi krem bertuliskan "Kemenhaj" di bagian punggung, celana panjang hitam berbahan kain, dasi hitam, serta topi krem.

    Gara-gara Buat Baliho Ultah Jokowi, Wali Kota Respati Dilaporkan ke Kejaksaan

    Baca juga: Rakernas Evaluasi Haji 2026, Menhaj Minta Seluruh Kekurangan Diungkap

    Topi tersebut memuat logo Kementerian Haji dan Umrah.

    Bentuknya menyerupai topi taktikal dengan lidah topi yang memiliki coakan di sisi kanan dan kiri, sehingga berbeda dari topi bisbol pada umumnya.

    Nuansa militer juga terasa dari penggunaan istilah kompi saat memperkenalkan peserta.

    Letnan Dua (Letda) Putri yang bertugas sebagai pewara membacakan susunan barisan layaknya dalam sebuah upacara.

    Baca juga: Diragukan Banyak Pihak, Menhaj Sebut Penyelenggaraan Haji 2026 Terbukti Sukses

    “Di hadapan kita bersama, berdiri dengan siap, Kompi A, terdiri dari eselon I dan eselon II Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia. Berikutnya, Kompi B sampai dengan Kompi G, terdiri dari Kantor Wilayah Provinsi Kota dan Kabupaten Seluruh Indonesia,” kata Letda Putri.

    Di masing-masing Kompi, terdapat Komandan Kompi yang berasal dari TNI.

    Di belakang setiap kompi juga berdiri anggota TNI dan Polri.

    Adapun Perwira Upacara dijabat Letnan Kolonel (Letkol) Kusus Jayadi.

    Baca juga: Menhaj: Masih Ada 60 Jemaah yang Dirawat di RS Arab Saudi

    Komandan Upacara adalah Inspektur Jenderal Kemenhaj, Mayjen TNI (Purn) Dendi Suryadi, sedangkan Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf bertindak sebagai Inspektur Upacara.

    Menteri Haji dan Umrah, Irfan Yusuf, usai membuka Rapat Kerja Nasional Evaluasi Penyelenggaraan Haji 2026, Sabtu (4/7/2027).

    Lihat Foto

    Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan "Indonesia Raya", dilanjutkan pembacaan ayat suci Al Quran oleh Letnan Satu Infanteri (Lettu Inf) Maksum.

    Selanjutnya Sekretaris Jenderal Kemenhaj Teguh Dwi Nugroho melaporkan penyelenggaraan Rakernas Evaluasi Haji.

    Sebelum Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang memberikan sambutan, seorang anggota TNI bernama Mayor Kangian menyiapkan pasukan dari istirahat di tempat.

    “Istirahat di tempat gerak! Maju, jalan” ucap Mayor Kangian dengan tegas.

    Baca juga: Menhaj Irfan Minta Petugas Pastikan Tak Ada Jemaah Haji Terlantar

    Mendengar komando tersebut, seluruh kompi serentak melangkah menuju area di depan mimbar.

    Langkah mereka terdengar kompak sebelum akhirnya berhenti dan membentuk barisan setengah lingkaran menghadap panggung utama.

    Prosesi duduk pun dilakukan dengan tata cara khas militer.

    Setelah Mayor Kangian memberi aba-aba, "Duduk!", para peserta serempak menjawab, "Siap duduk!", sebelum bersama-sama mengambil posisi duduk sila di tengah lapangan.

    Baca juga: Menhaj Bakal Evaluasi Penetapan Isithaah Lebih Ketat pada Haji 2027

    Setelah seluruh peserta duduk rapi, acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua Komisi VIII DPR Marwan Dasopang.

    Ia didampingi Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak, serta Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji Muhadjir Effendy.

    “Prof (Muhadjir), karena situasinya di Kementerian Haji adalah bekerja dan tidak rapat di gedung, maka kita pun berdiri di depan peserta,” ucap Marwan yang disambut tepuk tangan peserta.

    Usai sambutan, seluruh peserta kembali ke formasi semula.

    Baca juga: Dorong Evaluasi, Pimpinan Komisi VIII Ungkap Tantangan Pelayanan Haji di Mina

    Barisan kompi kembali berdiri rapi menghadap mimbar sebelum Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan sambutannya.

    Rangkaian Rakernas Evaluasi Penyelenggaraan Haji kemudian ditutup dengan pembacaan doa dan sesi foto bersama.

    Jangan ditutup-tutupi

    Dalam sambutannya, Irfan meminta seluruh kesalahan dan kekurangan dalam penyelenggaraan Ibadah Haji 2026 harus diungkap sebagai bahan perbaikan, bukan untuk saling menyalahkan.

    Baca juga: Rakernas Evaluasi Haji 2026, Menhaj Minta Seluruh Kekurangan Diungkap

    “Banyak hal yang akan tentu kita evaluasi nanti. Saya minta dievaluasi nanti kita tidak ada yang ditutup-tutupi,” kata Irfan saat berpidato di depan peserta Rakernas Evaluasi Haji 2026.

    “Semua harus kita buka berbagai kesalahan, berbagai kekurangan kita buka selebar-lebarnya tanpa tanpa berpretensi untuk menyalahkan satu sama lain,” tambah dia.

    Irfan mengatakan, keterbukaan dalam evaluasi akan memudahkan pemerintah menyusun langkah perbaikan untuk penyelenggaraan ibadah haji pada tahun-tahun berikutnya.

    “Karena itu sekali lagi, saya berharap momen evaluasi ini menjadi titik awal kita memperbaiki pelayanan haji untuk tahun-tahun mendatang,” ujar dia.

    Baca juga: Menhaj: Masih Ada 60 Jemaah yang Dirawat di RS Arab Saudi

    Ia juga menyoroti pelayanan di Mina yang dinilai masih menjadi salah satu titik lemah dalam penyelenggaraan haji tahun ini.

    Menurut Irfan, berbagai upaya perbaikan pelayanan di Mina harus menjadi salah satu fokus pembahasan dalam rakernas.

    “Apapun yang bisa kita lakukan untuk perbaikan Mina tentu harus kita rumuskan pada rakernas evaluasi ini,” tegas dia.

    Selain evaluasi penyelenggaraan haji, Irfan mengatakan, kegiatan retret bagi jajaran Kementerian Haji juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi penyelenggaraan haji berikutnya.

    Baca juga: Dorong Evaluasi, Pimpinan Komisi VIII Ungkap Tantangan Pelayanan Haji di Mina

    Melalui kegiatan itu, ia berharap seluruh jajaran lebih siap, baik secara fisik maupun mental, serta memiliki kekompakan yang lebih baik.

    Irfan turut menyampaikan apresiasi kepada TNI dan Polri yang membantu pelaksanaan retret tersebut.

    Ia pun mengajak seluruh peserta mendoakan para jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia saat menunaikan ibadah haji, termasuk seorang dokter yang wafat ketika menjalankan tugas melayani jemaah.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS