0
News
    Home Berita Featured Muktamar NU Nahdhatul Ulama PBNU Spesial

    9 Formatur PBNU 2026-2031 Dibentuk, Ini Daftar dan Komposisinya - Inilah

    16 min read

     

    Senin, 31 Agustus 2026 - 08:09 WIB

    Share

    Muktamar Ke-35 NU membentuk tim formatur untuk menyusun kepengurusan PBNU 2026-2031. Tim terdiri dari Rais Aam, Ketum PBNU, dan perwakilan tiga wilayah. (Foto: inilah.com/Bagas)

    Muktamar Ke-35 NU membentuk tim formatur untuk menyusun kepengurusan PBNU 2026-2031. Tim terdiri dari Rais Aam, Ketum PBNU, dan perwakilan tiga wilayah. (Foto: inilah.com/Bagas)

    Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

    + Gabung

    KecilBesar

    Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) memasuki tahap akhir setelah Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026-2031 ditetapkan. Pimpinan Sidang Pleno V Muktamar Ke-35 NU, Prof H Ganefri, mengumumkan sembilan nama yang masuk dalam tim formatur untuk menyusun kepengurusan PBNU lima tahun ke depan.

    Pembentukan tim formatur berlangsung dalam Sidang Pleno V Muktamar Ke-35 NU di Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).

    Ganefri menjelaskan komposisi tim formatur telah diatur dalam tata tertib pemilihan Ketua Umum PBNU. Formatur berasal dari tiga wilayah, yakni Wilayah Timur, Wilayah Tengah, dan Wilayah Barat, serta satu perwakilan dari tuan rumah Muktamar, Jawa Timur.

    "Sesuai dengan Pasal 11 Bab 4 Bab 6 Tatib Pemilihan Ketua Umum, formatur terdiri dari tiga wilayah mewakili dari Wilayah Timur, Wilayah Tengah, dan Wilayah Barat," ujar Ganefri dalam sidang.

    "Dan ditambah satu dari tuan rumah, Jawa Timur," sambungnya.

    Rais Aam Jadi Ketua Formatur, Ketum PBNU Sekretaris

    Dalam struktur tersebut, Rais Aam PBNU terpilih secara otomatis menjadi ketua formatur. Sementara Ketua Umum PBNU terpilih ditetapkan sebagai sekretaris formatur.

    "Kemudian ex officio Rais 'Aam terpilih langsung menjadi ketua formatur, dan Ketua Umum terpilih langsung menjadi sekretaris," kata Ganefri.

    Dengan komposisi tersebut, proses penyusunan kepengurusan PBNU periode 2026-2031 akan melibatkan unsur dari berbagai wilayah dan tuan rumah Muktamar.

    Ini 9 Nama Tim Formatur PBNU 2026-2031

    Untuk Wilayah Timur, terdapat dua nama yang masuk dalam tim formatur. Dari unsur Syuriyah, ditunjuk KH Abdul Qahar Yelifele dari Papua Pegunungan. Sementara unsur Tanfidziyah diwakili Haji Amri Manaf dari Maluku.

    "Kami ingin menawarkan dimulai dari daerah Timur setelah berkonsultasi dengan Ketua Umum terpilih dan Rais 'Aam, untuk yang mewakili dari Wilayah Timur, dari Papua dari unsur Syuriyah, Abdul Kahar Yalipel, maaf, dari unsur Tanfidziyah, Papua Pegunungan. Kemudian Haji Amri Manaf dari Maluku," ujar Ganefri.

    Dari Wilayah Tengah, dua nama yang ditunjuk adalah KH Wildan, Rais Syuriyah Kalimantan Selatan, dari unsur Syuriyah dan Prof Masnun Tahir dari NTB dari unsur Tanfidziyah.

    "Dari Wilayah Tengah, Kiai Haji Wildan dari Kalimantan Selatan, Rais Syuriyah Kalimantan Selatan. Kemudian dari unsur Tanfidziyah, Profesor Masnun Tahir dari NTB," katanya.

    Sementara dari Wilayah Barat, tim formatur diisi KH Abdul Ghaffar Rozin dari Jawa Tengah dan Prof Ganefri yang mewakili Sumatra.

    "Kemudian dari Wilayah Barat, Kiai Haji Abdul Ghaffar Rozin dari Jawa Tengah dan Profesor Ganefri mewakili Sumatra. Terima kasih," ujarnya.

    Satu nama lainnya berasal dari tuan rumah Muktamar Ke-35 NU, Jawa Timur, yakni KH Abdul Matin Jawahir.

    "Ditambah terakhir dari tuan rumah, Bapak Kiai Haji Abdul Matin Jawahir," kata Ganefri.

    Dengan demikian, tim formatur berjumlah sembilan orang. Mereka akan menjalankan mandat menyusun struktur kepengurusan PBNU untuk masa khidmat 2026-2031.

    Formatur Diberi Waktu Maksimal Satu Bulan

    Ganefri menegaskan tim formatur tidak memiliki waktu tanpa batas untuk menyusun kepengurusan PBNU yang baru.

    Sesuai tata tertib Muktamar Ke-35 NU, tim formatur diberikan waktu paling lama satu bulan setelah pelaksanaan Muktamar untuk menyelesaikan tugas tersebut.

    "Jadi jumlah formatur yang akan menyusun kepengurusan PBNU periode 2026-2031 berjumlah sembilan orang," tegas Ganefri.

    "Dan sesuai dengan tatib, diberikan amanat paling lama satu bulan setelah pelaksanaan Muktamar ini," tambahnya.

    Pembentukan tim formatur menjadi tahapan lanjutan setelah Muktamar Ke-35 NU menetapkan kepemimpinan baru. Sembilan formatur tersebut selanjutnya akan menentukan susunan kepengurusan PBNU periode 2026-2031 dengan mengacu pada ketentuan organisasi.

    Dengan demikian, berakhirnya Muktamar Ke-35 NU belum menjadi akhir seluruh proses pembentukan kepengurusan baru. Tim formatur masih memiliki mandat penting untuk menyusun struktur PBNU dalam waktu maksimal satu bulan.

    Susunan Tim Formatur PBNU 2026-2031

    • KH Abdul Qahar Yelifele — unsur Syuriyah, Papua Pegunungan
    • Haji Amri Manaf — unsur Tanfidziyah, Maluku
    • KH Wildan — unsur Syuriyah, Rais Syuriyah Kalimantan Selatan
    • Prof Masnun Tahir — unsur Tanfidziyah, NTB
    • KH Abdul Ghaffar Rozin — Wilayah Barat, Jawa Tengah
    • Prof H Ganefri — Wilayah Barat, mewakili Sumatra
    • KH Abdul Matin Jawahir — perwakilan tuan rumah, Jawa Timur
    • Rais Aam terpilih — ketua formatur
    • Ketua Umum PBNU terpilih — sekretaris formatur

    000

    0 suka

    0 bookmark

    Google

    Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

    Tambahkan Sekarang

    Topik

    Share

    BERITA TERKAIT

    BERITA TERKINI

    • Ilustrasi---Memperingati 81 tahun kemerdekaan RI, masih banyak yang perlu diperjuangkan demi meraih masa depan gemilang. Menuju Indonesia yang rakyatnya merdeka dari kebodohan, penyakit dan kemiskinan. (Desain: Inilah.com/Brenda Febry)


    • Ilustrasi gedung Bank Mandiri. (Dok. Bank Mandiri)


    • Ilustrasi. Muktamar ke-35 NU menetapkan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU 2026-2031. Keduanya dipilih AHWA secara mufakat. (Desain: inilah.com/Fluxai)


    • Ilustrasi. KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin.(Desain: inilah.com/Fluxai)


    • Ilustrasi perlengkapan barang-barang wasit (Foto: Magnific)


    Komentar
    Additional JS