0
News
    Home Berita Featured Gus Yahya Muktamar NU Spesial

    Demisioner, Gus Yahya: Semoga Pengurus Selanjutnya Lebih Baik - NU Online

    3 min read

     


    Ketua Umum PBNU Demisioner KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya/tengah) saat berbicara pada Sidang Pleno V Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Ahad (30/8/2026). (Foto: NU Online/Amar) Nuriel Shiami Indiraphasa Kontributor Download PDF

    Jombang, NU Online

    Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2022-2027 yang dipimpin KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya resmi dinyatakan demisioner dalam Muktamar ke-35 NU. Keputusan itu dibacakan dalam Sidang Pleno V, setelah laporan pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan diterima oleh muktamirin.


    Gus Yahya menyampaikan demisioner tersebut sebagai penanda berakhirnya amanat kepengurusan yang dipimpinnya. Ia mengatakan kelegaan setelah menyelesaikan tanggung jawab organisasi dan menyampaikan LPJ kepada forum tertinggi NU.


    "Alhamdulillah, setelah menunaikan amanat organisasi selama masa khidmat kami dan menyampaikan laporan pertanggung jawaban kepada muktamar dan diterima dengan baik, alhamdulillah kami dapat mengakhiri masa khidmat kami dan menyatakan demisioner dengan kelegaan," kata Gus Yahya di Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang pada Ahad (30/8/2026).


    Ia kemudian menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran PBNU yang telah bekerja bersama selama masa kepengurusannya. Menurut dia, dukungan dan kepercayaan dari seluruh pengurus menjadi bagian penting dalam menjalankan amanat organisasi.


    "Saya ucapkan terima kasih atas kebersamaan, kepercayaan, pengabdian dan khidmat seluruh jajaran. Terima kasih atas kerja sama selama ini. Mohon maaf atas segala kesalahan dan kekurangan," ujarnya.


    Gus Yahya berharap kepengurusan PBNU berikutnya dapat melanjutkan khidmat organisasi dengan lebih baik. Ia menyerahkan kelanjutan kepemimpinan NU kepada forum muktamar yang tengah berlangsung.


    "Semoga PBNU masa khidmat yang akan datang adalah PBNU yang lebih baik dari sebelumnya," kata dia.


    Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar juga menyampaikan rasa haru saat mengakhiri masa khidmat kepengurusan 2022-2027. Ia berharap seluruh pengabdian pengurus selama periode tersebut berakhir baik.


    "Kami dengan rasa yang penuh dengan keharuan dan harapan, semoga masa khidmat kami semuanya sampai detik malam ini betul-betul menjadi sebuah amanah khidmat yang husn khatimah," kata Kiai Miftach.


    Ia mengakui masih terdapat kesalahan, kekurangan, dan sejumlah hal yang belum dapat disempurnakan selama menjalankan amanat organisasi. Karena itu, ia menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jajaran NU.


    "Malam ini, dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim, pengurus PBNU masa khidmah 2022-2027 kami serahkan kembali kepada para PW dan pemegang keputusan dan kami nyatakan demisioner," ujarnya.


    Dengan demisionernya kepengurusan tersebut, kewenangan organisasi selanjutnya berada dalam proses Muktamar ke-35 NU. Forum ini menjadi momentum bagi para muktamirin untuk menentukan arah kepemimpinan PBNU pada masa khidmat berikutnya.


    Kiai Miftach juga berterima kasih atas dukungan yang diberikan selama kepengurusan berlangsung. Ia berharap seluruh kontribusi tersebut mendapat balasan dari Allah swt.


    "Terima kasih atas semuanya dukungannya yang selama ini betul-betul menjadikan kami bisa menjalankan tugas-tugas. Semoga Allah membalas dengan balasan berlipat-lipat ganda. Mohon maaf sebesar-besarnya," kata Kiai Miftach.


    Nuriel Shiami Indiraphasa

    Komentar
    Additional JS