0
News
    Home Berita Featured Gus Ipul Muktamar NU Nahdhatul Ulama Spesial

    Gus Ipul: Muktamar Ke-35 NU Selesai, Hasilkan Sejumlah Keputusan Strategis - NU Online

    3 min read

     

    Sambutan Ketua Panitia Muktamar Ke-35 NU, H Saifullah Yusuf pada penutupan. (Foto: NU Online/M Rifqi) Umi Kholifah Kontributor Download PDF

    Jombang, NU Online

    Rangkaian Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, resmi ditutup setelah seluruh agenda persidangan rampung. Penutupan digelar di Gedung Serbaguna KH Hasbullah Said, Senin (31/8/2026).


    Ketua Panitia Pelaksana Muktamar Ke-35 NU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, melaporkan bahwa forum tertinggi organisasi tersebut telah menghasilkan berbagai keputusan untuk menentukan arah jam’iyyah. Seluruh agenda persidangan juga telah diselesaikan sesuai jadwal yang ditetapkan panitia.


    “Dapat kami laporkan bahwa sejak dibuka, seluruh rangkaian Muktamar Ke-35 dapat kita selesaikan sesuai jadwal dan agenda,” ungkapnya.


    Agenda tersebut mencakup laporan pertanggungjawaban, enam sidang komisi, lima sidang pleno, hingga Bahtsul Masail. Berbagai tahapan pengambilan keputusan organisasi itu diikuti lebih dari 3.000 peserta dan peninjau dari berbagai wilayah.


    Gus Ipul juga menyebut salah satu keputusan penting dalam Muktamar Ke-35 NU, yakni perubahan mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU melalui Ahlul Halli wal ‘Aqdi (AHWA).


    Melalui mekanisme tersebut, setiap wilayah dan cabang yang memiliki hak suara mengusulkan satu hingga lima nama calon Ketua Umum PBNU. Lima nama dengan perolehan suara terbanyak kemudian diserahkan kepada Rais Aam terpilih untuk dimusyawarahkan bersama anggota AHWA.


    “Ketua umum tidak lagi dipilih langsung dengan mekanisme one man one vote, namun tiap perwakilan boleh menuliskan satu sampai lima nama calon. Setelah semua nama dihitung, lima nama calon teratas itu lalu dibawa Rais Aam ke meja perundingan AHWA,” jelasnya.


    Menurut Gus Ipul, mekanisme tersebut diterapkan untuk meneguhkan kembali supremasi Syuriyah dalam struktur jam’iyyah NU. Melalui musyawarah dan keputusan Muktamar, kepengurusan baru PBNU selanjutnya mengemban amanah untuk masa khidmah 2026–2031.


    “Kami ingin mengucapkan selamat kepada yang mulia Kiai Miftachul Akhyar yang kembali mendapatkan amanah sebagai Rais Aam PBNU, dan juga selamat kepada KH Abdul Hakim Mahfudz yang mendapatkan amanah sebagai Ketua Umum PBNU,” ucap Gus Ipul.


    Suasana kebersamaan juga terlihat saat sejumlah tokoh yang sebelumnya diusulkan sebagai calon Ketua Umum PBNU turut hadir dalam penutupan Muktamar. Di antaranya KH Zulfa Mustofa, KH Yahya Cholil Staquf, KH Muhammad Yusuf Chudlori, dan KH Abdussalam Shohib.


    Gus Ipul menilai kehadiran mereka menunjukkan kedewasaan kader NU dalam menyikapi perbedaan.


    “Ini menunjukkan bahwa kader-kader NU berbesar hati di tengah-tengah perbedaan yang ada,” tambah Gus Ipul yang juga Menteri Sosial.

    Komentar
    Additional JS