0
News
    Home Berita Featured Maulid Nabi Muhammad SAW Sekaten Spesial Tradisi

    Inilah 10 Tradisi Maulid Nabi di Indonesia dan Negara-negara Muslim, dari Sekaten hingga Mevlid Kandili - Minanews

    7 min read

     


    MAULID Nabi Muhammad ﷺ tidak hanya diperingati dengan pembacaan shalawat dan pengajian. Di berbagai wilayah Indonesia dan negara-negara Muslim, kecintaan kepada Rasulullah ﷺ telah melahirkan beragam tradisi, mulai dari arak-arakan gunungan, mengayun anak, hingga perarakan besar yang melibatkan ribuan orang.

    Di Indonesia, keberagaman tersebut menunjukkan bagaimana peringatan Maulid berinteraksi dengan budaya lokal. Dikutip dari beberapa sumber, sejumlah tradisi seperti Sekaten, Baayun Maulid, Maudu Lompoa, Walima dan Endog-Endogan.

    1. Sekaten – Yogyakarta dan Surakarta

    Sekaten merupakan salah satu tradisi Maulid paling dikenal di Jawa. Di Kraton Yogyakarta dan Surakarta, rangkaiannya berlangsung pada bulan Mulud (Rabiul Awal) dan dilanjutkan dengan Garebeg Mulud. Salah satu cirinya adalah pembunyian gamelan pusaka dan pembagian gunungan kepada masyarakat. Tradisi ini berkembang dalam lingkungan Keraton hingga sekarang.

    Baca Juga: Iran Dikabarkan Terima Tawaran Gabung Pakta Pertahanan Saudi-Turki-Pakistan

    2. Baayun Maulid – Kalimantan Selatan

    Masyarakat Banjar memiliki tradisi Baayun Maulid, yakni mengayun anak-anak yang telah dihias sambil diiringi pembacaan doa dan shalawat. Tradisi tersebut menjadi sarana mengenalkan keteladanan Nabi Muhammad ﷺ kepada generasi muda sekaligus mempererat hubungan masyarakat.

    3. Maudu Lompoa – Sulawesi Selatan

    Di Cikoang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, masyarakat menggelar Maudu Lompoa. Tradisi ini memiliki rangkaian persiapan masyarakat, pembacaan shalawat serta penyediaan makanan yang kemudian dibagikan. Pemerintah telah menetapkannya sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

    Baca Juga: Iran Klaim Temukan Cadangan Gas 7,5 Triliun Kaki Kubik

    4. Walima – Gorontalo

    Di Gorontalo dikenal tradisi Walima. Peringatan Maulid diisi dengan kegiatan keagamaan dan penyajian makanan yang menjadi bagian dari kebersamaan masyarakat. Kementerian Agama memasukkan Walima sebagai salah satu contoh tradisi Maulid yang berkembang dengan karakter budaya daerah.

    5. Endog-Endogan – Banyuwangi

    Masyarakat Banyuwangi memiliki Endog-Endogan sebagai salah satu tradisi Maulid. Tradisi tersebut memperlihatkan perpaduan antara ekspresi keagamaan dan budaya masyarakat setempat. Selain sebagai ungkapan kecintaan kepada Rasulullah ﷺ, tradisi semacam ini juga berfungsi mempertahankan warisan budaya.

    Baca Juga: Arab Saudi dan Yordania Kecam Serangan terhadap Bus Keamanan di Suriah

    6. Maulidur Rasul – Brunei Darussalam

    Di Brunei Darussalam, Maulidur Rasul dirayakan secara nasional. Kementerian Hal Ehwal Ugama Brunei pada 2026 menggelar Dikir Maulud selama 12 malam berturut-turut di masjid, surau dan balai ibadat seluruh negara. Rangkaian tersebut ditujukan untuk menanamkan kecintaan kepada Rasulullah ﷺ dan mengingat perjuangan beliau dalam menyebarkan Islam.

    Puncaknya berupa perhimpunan dan perarakan yang melibatkan berbagai kelompok masyarakat. Pada 2023, misalnya, perarakan nasional diikuti aparat pemerintah dan masyarakat di berbagai daerah Brunei.

    7. Maulidur Rasul – Malaysia

    Baca Juga: Koalisi Militer Islam Luncurkan Inisiatif Jurnalis Perdamaian di Somalia

    Malaysia juga menjadikan Maulidur Rasul sebagai momentum nasional. Pada 2025, Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM) menyelenggarakan sambutan tingkat nasional pada 12 Rabiul Awal dengan melibatkan pejabat negara dan masyarakat.

    Pada 2026, perarakan Maulidur Rasul di Universiti Putra Malaysia melibatkan 104 kontinjen dengan rangkaian shalawat dan ceramah tentang sejarah serta keteladanan Nabi.

    8. Mevlid Kandili – Turki

    Di Turki, peringatan Maulid dikenal sebagai Mevlid Kandili. Direktorat Urusan Agama Turki (Diyanet) menjelaskan bahwa masyarakat memanfaatkan momentum tersebut untuk mengingat kehidupan, pesan dan akhlak Rasulullah ﷺ.

    Baca Juga: Suriah Pertimbangkan Gabung Pakta Pertahanan Makkah

    Kegiatannya antara lain tilawah Al-Qur’an, pembacaan naat, doa dan kegiatan keagamaan lainnya.

    9. Eid Miladun-Nabi – Pakistan

    Pakistan termasuk negara Muslim yang memberikan tempat penting bagi peringatan Maulid. Pemerintah Pakistan menetapkan 12 Rabiul Awal sebagai hari libur umum. Pemerintah juga menggunakan momentum tersebut untuk menyerukan agar umat mengambil keteladanan Rasulullah ﷺ dalam kasih sayang, keadilan, persaudaraan dan pelayanan kepada masyarakat.

    10. Maulid di Mesir

    Baca Juga: Lebih dari 15,2 Juta Orang Tunaikan Ibadah Umrah Selama Kuartal Pertama 2026

    Di Mesir, Maulid Nabi dikenal sebagai al-Mawlid al-Nabawi. Salah satu ciri yang populer adalah munculnya makanan khas Maulid, selain kegiatan keagamaan seperti pengajian, zikir, shalawat dan pembacaan sirah. Darul Ifta Mesir menyebut peringatan Maulid dapat diisi dengan tilawah Al-Qur’an, kajian sirah, pujian kepada Nabi, doa dan pemberian makanan selama tidak mengandung hal yang dilarang syariat.

    Ragam tersebut menunjukkan bahwa Maulid Nabi tidak memiliki satu bentuk seragam di dunia Muslim. Ada yang menekankan kajian sirah, ada yang menghidupkan shalawat dan zikir, sementara sebagian lainnya menggabungkannya dengan budaya lokal, sedekah dan kegiatan sosial.

    Pada akhirnya, yang paling penting bukan kemeriahan acaranya, melainkan pesan yang dibawanya. Maulid semestinya menjadi momentum untuk mengenal Rasulullah ﷺ lebih dekat, mencintainya dan menerjemahkan sunnah serta akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.

    Sebab, tradisi boleh berbeda dari satu negeri ke negeri lain, tetapi cinta kepada Rasulullah ﷺ seharusnya melahirkan satu hal yang sama: semakin kuat keinginan untuk mengikuti jejaknya. []

    Baca Juga: Türkiye Bidik Netanyahu, Minta Interpol Terbitkan Red Notice

    Mi’raj News Agency (MINA)

    Komentar
    Additional JS