0
News
    Home Berita Featured Gus Kikin Muktamar NU Nahdhatul Ulama Spesial

    Muktamar ke-35 NU Berakhir, Ini Rangkuman Kejadian Penting hingga Gus Kikin Terpilih - Kompas

    14 min read

     


    JOMBANG, KOMPAS.com - Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, telah selesai digelar.

    Forum permusyawaratan tertinggi NU tersebut berlangsung selama lima hari, mulai Kamis (27/8/2026) hingga Senin (31/8/2026).

    Muktamar ke-35 NU tidak hanya membahas arah organisasi untuk lima tahun ke depan, tetapi juga menjadi momentum pergantian kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

    Pelaksanaan muktamar juga diwarnai sejumlah dinamika, seperti perdebatan, aksi massa demo, hingga perubahan mekanisme pemilihan Ketua Umum (Ketum) PBNU.

    Muktamar NU Ricuh, Kubu Gus Yusuf Gelar Aksi Demo

    Baca juga: Gus Ipul: Sejarah, Presiden Buka dan Tutup Muktamar NU

    Berikut rangkuman sejumlah kejadian penting dalam Muktamar ke-35 NU di Jombang:

    1. Dibuka Presiden Prabowo

    Muktamar ke-35 NU resmi dibuka Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (27/8/2026).

    Pembukaan berlangsung di Lapangan Untung Suropati, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, dan ditandai dengan penabuhan beduk oleh Prabowo di hadapan ribuan muktamirin.

    Baca juga: Ketum PBNU Gus Kikin Diminta Rangkul Semua Faksi yang Memanas karena Muktamar

    Muktamar ke-35 NU sendiri dijadwalkan berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 dengan mengusung tema "Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmah untuk Kemaslahatan Bangsa".

    Kehadiran Prabowo dalam pembukaan juga menjadi perhatian di tengah isu dugaan intervensi pemerintah dalam pemilihan Ketum PBNU.

    Akan tetapi, Prabowo dalam pidato pembukaannnya menegaskan bahwa dirinya tidak mengatur jalannya muktamar.

    "Saya tidak mengatur ini semua, saya juga tidak mengerti. Tapi ya kita menerima ini semua," katanya, dilansir dari Kompas.com.

    Baca juga: Profil Gus Kikin, Cicit Pendiri NU yang Kini Jadi Ketua Umum PBNU

    2. Mekanisme Pemilihan Ketum PBNU Berubah melalui AHWA

    Salah satu keputusan penting Muktamar ke-35 NU terjadi dalam Sidang Pleno III pada Minggu (30/8/2026).

    Dilansir dari Kompas.com, forum menyepakati perubahan mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU dari sistem one man one vote menjadi melalui Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).

    Dari 552 suara dalam daftar pemilih tetap, sebanyak 401 suara menyetujui mekanisme AHWA. Sebanyak 150 suara memilih agar pemilihan tetap dilakukan dengan sistem one man one vote, sedangkan satu suara dinyatakan tidak sah.

    Dengan keputusan tersebut, AHWA memiliki peran penting dalam menentukan Rais Aam dan Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031.

    3. Masa Iddah Politik Tuai Perdebatan

    Dinamika semakin menghangat ketika Muktamar ke-35 NU membahas syarat pencalonan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU.

    Baca juga: Pidato Perdana Ketum PBNU Baru Gus Kikin di Hadapan Prabowo

    Dilansir dari TribunJatim, dalam Sidang Pleno IV pada Minggu (30/8/2026), Muktamar menetapkan masa iddah atau jeda dari jabatan politik selama satu tahun bagi calon Rais Aam dan Ketua Umum PBNU.

    Ketentuan tersebut mengacu pada Peraturan Perkumpulan (Perkum) yang berlaku.

    Keputusan ini kemudian berdampak pada dinamika bursa calon Ketua Umum PBNU, termasuk pencalonan KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf.

    Baca juga: Dinamika Jelang Pembukaan Muktamar ke-35 NU, dari Isu Intervensi Istana hingga Bursa Ketum

    4. Massa Pendukung Gus Yusuf Demo hingga Ricuh

    Tak lama setelah keputusan mengenai masa iddah politik tersebut, massa yang mengatasnamakan pendukung Gus Yusuf mendatangi arena Muktamar ke-35 NU.

    Dilansir dari Kompas.com, sekelompok massa mencoba masuk ke ruang Sidang Pleno IV di Gedung Serbaguna KH Hasbullah Said, Pondok Pesantren Bahrul Ulum, pada Minggu (30/8/2026) siang.

    Massa kemudian dihadang barikade Banser di luar gedung. Aksi saling dorong terjadi hingga suasana di sekitar arena sidang memanas.

    Baca juga: Rekam Jejak KH Miftachul Akhyar, Kembali Terpilih Jadi Rais Aam PBNU dalam Muktamar ke-35 NU

    Para pendemo memprotes keputusan sidang yang mereka nilai merugikan Gus Yusuf dan sejumlah kandidat lainnya.

    Mereka juga mendesak para kiai sepuh mengevaluasi jalannya sidang pleno.

    Aksi tersebut bahkan membuat proses tabulasi usulan anggota AHWA sempat tertunda. Setelah situasi mereda, tabulasi kembali dilakukan dengan melibatkan 24 relawan.

    5. Sembilan Kiai Jadi Anggota AHWA

    Setelah proses tabulasi selesai, sembilan kiai dengan perolehan suara terbanyak ditetapkan sebagai anggota AHWA.

    Dilansir dari Kompas.com, berikut sembilan nama yang terpilih sebagai anggota AHWA:

    1. KH. Nurul Huda Djazuli (Ploso)
    2. TGK. KH. Nuruzzahri Yahya
    3. AG. Dr. KH. Baharuddin HS, MA
    4. KH. Miftachul Akhyar
    5. KH. Afifuddin Muhajir
    6. KH. Anwar Iskandar
    7. KH. Anwar Manshur (Lirboyo)
    8. Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj
    9. Dr. KH. Abun Bunyamin, MA

    Baca juga: Rais Aam PBNU Ungkap 3 Ayat Pijakan NU di Abad Kedua, dari Ekonomi hingga Ekologi

    Sembilan anggota AHWA tersebut kemudian melakukan musyawarah tertutup untuk menentukan Rais Aam PBNU.

    Mekanisme ini menjadi bagian penting dalam proses pemilihan kepemimpinan NU karena setelah Rais Aam ditetapkan, AHWA melanjutkan musyawarah untuk menentukan Ketum PBNU.

    6. KH Miftachul Akhyar Kembali Jadi Rais Aam PBNU

    Dilansir dari Kompas.com, Musyawarah AHWA pada Minggu (30/8/2026) malam akhirnya menetapkan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU masa khidmah 2026-2031.

    Baca juga: Gus Yahya Sebut NU Harus Perkuat Kerja Sama dan Jadi Penyangga Kehidupan Bangsa

    Keputusan tersebut diambil secara mufakat dalam musyawarah tertutup AHWA.

    Penetapan KH Miftachul Akhyar kemudian diumumkan kepada peserta Muktamar ke-35 NU di Gedung Serbaguna Pondok Pesantren Bahrul Ulum.

    Dengan demikian, KH Miftachul Akhyar kembali dipercaya memimpin jajaran Syuriyah PBNU untuk periode 2026-2031.

    Baca juga: Bacakan Pakta Integritas, Gus Kikin Tegaskan Kesiapan Pimpin PBNU

    7. Lima Nama Masuk Bursa Ketum PBNU

    Setelah Rais Aam terpilih, proses dilanjutkan dengan penentuan calon Ketum PBNU.

    Dilansir dari Kompas.com, sebanyak lima nama calon Ketum PBNU ditetapkan dalam Sidang Pleno Muktamar Ke-35 NU pada Senin (31/8/2026) dini hari.

    Terjadi dinamika dalam penentuan calon ketua umum PBNU tersebut, termasuk tiga calon usulan peserta muktamar yang terganjal jabatan politik.

    Baca juga: 5 Caketum Sepakat AHWA, Mekanisme Pemilihan Ketum PBNU Tetap Diputuskan Lewat Voting

    Tiga calon yang terganjal jabatan politik dan masa jeda mundur dari jabatan politik adalah Menteri Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid.

    Lalu ada Menteri Sosial yang juga Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, dan terakhir adalah Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf yang belum genap setahun mundur sebagai Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

    Ketua Presidium Sidang Pleno Muktamar, Genefri kemudian menetapkan lima nama dengan suara tertinggi yang memenuhi syarat yakni:

    1. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) 472 suara
    2. Zulfa Mustofa 262 suara
    3. Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara
    4. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara
    5. Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara

    Baca juga: Ngaku Banyak Kecocokan dengan Prabowo, Ketum PBNU Gus Kikin: Banyak Unsur 8

    Lima nama tersebut kemudian diajukan kepada Rais Aam terpilih KH Miftachul Akhyar untuk mendapatkan persetujuan.

    Selanjutnya, kelima nama tersebut menjadi kandidat yang dibahas oleh anggota AHWA dalam musyawarah penentuan Ketum PBNU.

    8. Gus Kikin Terpilih sebagai Ketum PBNU 2026-2031

    Dilansir dari Kompas.com, puncak Muktamar ke-35 NU terjadi pada Senin (31/8/2026).

    Baca juga: Tak Lagi "One Man One Vote", Pemilihan Ketum PBNU Kini Lewat Mekanisme AHWA, Begini Skemanya

    AHWA secara mufakat menetapkan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026-2031.

    Keputusan tersebut diambil dalam musyawarah sembilan anggota AHWA di Gedung Serbaguna Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

    Penetapan Gus Kikin dilakukan setelah lima nama calon Ketua Umum PBNU diajukan untuk dimusyawarahkan oleh AHWA.

    Dengan terpilihnya Gus Kikin, kepemimpinan PBNU periode 2026-2031 resmi berganti dari KH Yahya Cholil Staquf.

    Baca juga: Naskah Utuh Qanun Asasi Ditemukan, Jadi Pedoman Gus Kikin Bawa PBNU di Abad Kedua

    9. Prabowo Tutup Muktamar ke-35 NU

    Setelah seluruh agenda persidangan selesai, Muktamar ke-35 NU resmi ditutup pada Senin (31/8/2026).

    Dilansir dari Kompas.com, Presiden Prabowo Subianto kembali hadir dalam rangkaian muktamar untuk menutup forum tersebut.

    Penutupan ditandai dengan pemukulan kentongan oleh Prabowo. Ia didampingi Rais Aam PBNU terpilih KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU terpilih KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, Ketua Umum PBNU periode 2021-2026 KH Yahya Cholil Staquf, Ketua OC Muktamar Saifullah Yusuf, serta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

    Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

    Komentar
    Additional JS