0
News
    Home Bencana Berita Featured Gempa Bumi Lintas Peristiwa NTT NU Peduli Spesial

    NU Peduli Gempa NTT Kirim Bantuan ke Tenda-Tenda Mandiri Pengungsian - NU Online

    3 min read

     

    Penyaluran bantuan logistik bagi warga pengungsi di tenda mandiri di Kabupaten Sikka, NTT pada Senin (24/8/2026). (Dok NU Peduli NTT) Rikhul Jannah Kontributor Download PDF

    Jakarta, NU Online

    Tim NU Peduli Gempa Bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) kini menyasar warga yang bertahan di tenda mandiri karena belum tersentuh bantuan pemerintah. Koordinator Lapangan NU Peduli NTT Kabupaten Sikka Hariyanto mengatakan bahwa penyaluran bantuan telah memasuki tahap ketiga dengan menyasar 30 kepala keluarga (KK) di Desa Waturia, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka.

    “Sekarang sudah tahap ketiga, sudah 30 KK (kepala keluarga) dengan bantuan yang kita berikan berupa beras, telur, air mineral, peluang dapat obat-obatan, ada susu dan lain sebagainya,” ujarnya saat dihubungi NU Online pada Rabu (26/8/2026).

    Hariyanto menyampaikan bahwa fokus bantuan tahap ketiga diarahkan kepada warga yang membangun tenda secara mandiri di sekitar rumah. Langkah ini dilakukan karena tenda yang disediakan pemerintah melalui BNPB dinilai sudah banyak tersedia.

    “Sekarang fokus sama yang tenda mandiri karena tenda-tenda yang di-cover sama BNPB bahwa logisinya sudah ada banyak. Jadi kita kenapa mengambil tenda mandiri itu kita khususkan warga-warga yang belum kesentuh. Seperti warga yang mendirikan tenda mandiri di dekat rumahnya,” katanya.

    Sebelumnya, NU Peduli telah menyalurkan bantuan tahap pertama kepada 133 KK di Kecamatan Palue dan tahap kedua kepada sekitar 25 KK di Desa Waipaar, Kecamatan Talibura.

    “Untuk penyakit yang dirasakan warga itu sakit kepala, sakit lambug gitu,” ungkap Hariyanto.

    Ia menyampaikan bahwa saat ini, warga perlahan mulai bangkit. Mereka yang sebelumnya bekerja sebagai nelayan mulai melaut kembali. Warga yang sebelumnya berkebun atau bertani juga mulai kembali menggarap lahan.

    “Kalau kemarin kita sempat menanyakan ke beberapa warga yang malamnya mereka masih balik ke tenda, kalau siang saat ini sudah banyak yang aktivitas,” ujarnya.

    Hariyanto juga menyampaikan bahwa kegiatan proses belajar mengajar mulai dipersiapkan kembali. Satgas gempa BNPB menyampaikan bahwa anak-anak dapat kembali bersekolah pada 28 Agustus.

    “Mungkin materi yang diberikan diawal yaitu trauma karena dampak gempa kemarin cukup membekas juga bagi anak-anak,” ujarnya.

    Ia mengatakan trauma lebih kuat dirasakan warga yang pernah mengalami gempa pada 1992. Kondisi itu membuat sebagian lansia memilih tetap berada di tenda karena merasa lebih mudah menyelamatkan diri jika gempa kembali terjadi.

    Akses bantuan juga masih menghadapi kendala. Sejumlah desa terisolasi akibat longsor setelah gempa 15 Agustus 2026.

    “Longsornya itu bukan tanah saja tapi ada batunya juga, itu yang membuat penyaluran bantuan tidak bisa ke sana,” katanya.

    Hariyanto mengungkapkan bahwa sambutan warga terhadap NU Peduli NTT sangat kuat. “Jadi kemarin di tahap 3 itu warga masyarakat sambutannya sangat luar biasa,” katanya.


    Ia menegaskan bahwa kepedulian NU Peduli NTT tidak dibatasi latar belakang agama. “Kita dari NU, NU-nya yang bukan soal agama tetapi manusia juga kita utamakan. Bantuan harus diberikan kepada siapa pun yang terdampak dan berhak menerimanya,” pungkasnya.

    Masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan penaganan dampak bencana dapat melalui NU Online Super App melalui fitur Galang Dana Korban Bencana.

    Komentar
    Additional JS