Palembang Diselimuti Asap, Warga Gelar Shalat Istisqa - Mina News
Palembang, MINA – Di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), umat Islam di Palembang, Sumatera Selatan, melaksanakan Shalat Istisqa untuk memohon kepada Allah SWT agar hujan segera turun.
Shalat sunnah meminta hujan tersebut digelar Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama masyarakat di halaman Griya Agung, Palembang, Selasa (25/8).
Pelaksanaan Shalat Istisqa menjadi ikhtiar spiritual masyarakat menghadapi kemarau dan kabut asap yang menyelimuti Palembang dalam beberapa hari terakhir. Kondisi asap bahkan sempat mengganggu jarak pandang dan aktivitas warga akibat dampak karhutla di sejumlah wilayah Sumatera Selatan.
Selain menghadapi persoalan kabut asap, sebagian wilayah Palembang juga mulai mengalami tekanan akibat kemarau. Pemerintah Kota Palembang melaporkan tiga kecamatan mengalami krisis air bersih sehingga distribusi air menggunakan tangki disiapkan untuk membantu warga yang membutuhkan.
Baca Juga: Ancaman Udara Buruk Paksa Siswa Pekanbaru Lakukan PJJ
Data pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan kondisi kualitas udara Palembang masih perlu diwaspadai. Pada 25 Agustus 2026 pukul 14.00 WIB, konsentrasi PM2.5 di wilayah Talang Betutu tercatat 57,9 mikrogram per meter kubik dan masuk kategori tidak sehat.
Shalat Istisqa juga dilakukan di sejumlah daerah lain yang menghadapi kemarau dan ancaman karhutla. Dewan Masjid Indonesia (DMI) sebelumnya menyerukan umat Islam di berbagai daerah untuk melaksanakan Shalat Istisqa sebagai ikhtiar menghadapi kekeringan berkepanjangan dan kebakaran hutan dan lahan.
Ikhtiar tersebut sekaligus menjadi pengingat agar masyarakat menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran.
Di tengah kondisi kemarau, pencegahan karhutla, penggunaan air secara bijak, serta kepatuhan terhadap imbauan pemerintah menjadi bagian penting untuk mengurangi dampak bencana.
Baca Juga: Dari Bekam ke Dakwah, Membuka Jalan Baru Syiar Islam
Shalat Istisqa diharapkan menjadi momentum memperkuat doa sekaligus ikhtiar bersama agar hujan segera turun dan kabut asap berakhir. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Karhutla di Jateng 232 Kejadian, Meningkat 700 persen Dibanding Tahun Sebelumnya