Sekjen MUI Harap Muktamar NU Pererat Ukhuwah dan Perkukuh Persatuan - Republika
Muktamar NU ke-35 memiliki makna strategis bagi penguatan ukhuwah.

Republika/Thoudy Badai Sekjen Majelis Ulama Indonesia Amirsyah Tambunan berpose untuk Republika di Jakarta, Kamis (22/6/2023).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan berharap syiar Muktamar ke-35 NU yang berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 di Ponpes Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, dapat mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkukuh persatuan bangsa.
“Kami memandang perhelatan ini sebagai momentum kebangsaan yang sangat strategis. Di tengah percepatan modernisasi dan dinamika geopolitik global, penguatan sinergi antarormas Islam menjadi kunci utama untuk menjaga stabilitas, persatuan umat, serta kedamaian di tengah masyarakat,” ujar Amirsyah, Rabu (26/8/2026).
Buya Amirsyah menyampaikan apresiasi atas kesiapan seluruh panitia dan warga Nahdliyin dalam menyongsong agenda kebangsaan tersebut.
Sebagai wadah berhimpunnya para ulama dan ormas Islam di Indonesia, MUI memandang muktamar bukan sekadar forum internal pergantian kepemimpinan, melainkan peristiwa penting yang menentukan arah peradaban dan keumatan ke depan.
Penetapan Pondok Pesantren Tambakberas sebagai pusat penyelenggaraan permusyawaratan tertinggi NU dinilai Buya Amirsyah memiliki makna spiritual dan historis yang sangat kuat.
Tambakberas merupakan tanah perjuangan yang melahirkan pahlawan nasional sekaligus salah satu pendiri (muassis) utama NU, yakni KH Abdul Wahab Chasbullah.
Halaman 2 / 2
Oleh karena itu, MUI berharap nilai-nilai kepeloporan, kebijaksanaan, dan semangat ukhuwah yang diwariskan oleh para pendiri NU dapat menjiwai seluruh dinamika persidangan.
Buya Amirsyah berharap Muktamar ke-35 NU dapat mempererat silaturahim antarormas Islam dan memperkuat persatuan nasional. Sinergi ini diperlukan untuk meminimalisasi potensi pembelahan sosial serta menjaga stabilitas nasional.
Buya Amirsyah berharap Muktamar ke-35 ini juga melahirkan jajaran kepengurusan Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU yang mengedepankan keteladanan, kebijaksanaan, serta komitmen kuat pada nilai moderasi beragama (wasathiyyatul Islam).
“Hasil dari majelis bahtsul masail diharapkan mampu memberikan jawaban konkret atas berbagai persoalan kontemporer, mulai dari pengembangan ekonomi syariah, penanganan krisis lingkungan, hingga penguatan pendidikan generasi muda,” kata dia.
Sekjen MUI mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya warga Nahdliyin, untuk menyambut Muktamar ke-35 NU dengan rasa syukur. MUI mendoakan agar seluruh rangkaian dapat berjalan aman, tertib, dan lancar.
sumber : Antara
Berita Terkait
Kiai Sepuh NU Kumpul di Lirboyo, Minta Presiden agar Menteri tak Intervensi Muktamar
Nasional News - 8 jam yang lalu
Petinggi PDIP Ingatkan NU Agar Energi Muktamar tak Habis di Perebutan Kursi Kepemimpinan
Nasional News - 9 jam yang lalu
Sakralnya Ndhalem Kasepuhan KH Wahab Chasbullah Hingga Dipilih Jadi Lokasi Sidang AHWA Muktamar NU
Khazanah Indonesia - 9 jam yang lalu
Gubernur Banten Lepas Delegasi PWNU, Harap Muktamar NU Perkuat Pesantren
Khazanah Indonesia - 9 jam yang lalu
Kader NU Diminta Jaga Muruah, Ingat Kisah Penyerahan Tongkat dan Tasbih Syaikhona Kholil Bangkalan
Khazanah Indonesia - 10 jam yang lalu