Terpilih Jadi Anggota AHWA, Ini Profil KH Miftachul Akhyar - NU Online
Jombang, NU Online
KH Miftachul Akhyar terpilih menjadi anggota AHWA pada Muktamar ke-35 NU bertempat di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang. Kiai Miftach terpilih kembali setelah pada Muktamar ke-34 juga termasuk anggota AHWA dan terpilih menjadi Rais 'Aam PBNU masa khidmah 2022-2027.
Kiai Miftach berasal dari keluarga kiai yang mengasuh Pondok Pesantren Tahsinul Akhlaq Rangkah, KH Abdul Ghoni. Ia merupakan anak kesembilan dari tigabelas bersaudara yang dilahirkan pada tahun 1953 di Surabaya. Ayahnya dikenal sebagai kiai yang amat memuliakan tamu.
Kiai Miftach menjalani pendidikan keagamaan di sejumlah pesantren di tanah Jawa. Genealogi keilmuannya bersandar kepada ulama atau kiai dari Pondok Pesantren Tambak Beras, Pondok Pesantren Sidogiri (Jawa Timur), Pondok Pesantren Lasem Jawa Tengah, dan mengikuti Majelis Ta'lim Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Makki Al- Maliki di Malang.
"Tepatnya ketika Sayyid Muhammad masih mengajar di Indonesia," kata Abdullah Alawi mengutip Ahmad Karomi dalam artikel dikutip NU Online, Ahad (30/8/2026).
Modal tersebut ditambah pembacaannya terhadap lingkungan sekitar tempat tinggalnya, Kiai Miftach kemudian membangun tekadnya untuk menggelar pengajian lalu mendirikan Pondok Pesantren Miftachus Sunnah yang berada di bilangan Kedung Tarukan No. 100 Surabaya, Jawa Timur.
"Awalnya ia hanya berniat mendiami rumah sang kakek, tetapi setelah melihat fenomena pentingnya "nilai religius" di tengah masyarakat setempat, maka mulailah beliau membuka pengajian," ujarnya.
Kemudian soal kiprah keorganisasian NU, Kiai Miftach tercatat menjadi pengurus NU. Ia memegang jabatan sebagai Rais Syuriyah PCNU Surabaya pada tahun 2000. Karir organisasinya berlanjut sampai di tingkat pusat sejak tahun 2018 hingga sekarang.
"Ia pernah menjabat sebagai Rais Syuriyah PCNU Surabaya 2000-2005, Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur 2007-2013, 2013-2018 dan Wakil Rais Aam PBNU 2015-2020 yang selanjutnya didaulat sebagai Pj. Rais Aam PBNU 2018-2020," sebutnya.
Kiai yang juga alumni Tambakneras ini pun memiliki rutinitas mingguan berupa pengajian kitab al-Hikam karya Ibnu 'Athaillah Sakandari yang diselenggarakan tiap bakda shalat Jumat.