0
News
    Home Berita Featured Kasus Keracunan Kesehatan Makan Bergizi Gratis Pesantren Manba’ul Hikam Ponpes Manba'ul Hikam Spesial

    431 Santri Dirawat Usai Keracunan MBG, Manba’ul Hikam Bantah Menu Diolah di Ponpes - Kompas

    4 min read

     

    SIDOARJO, KOMPAS.com - Ratusan santri dan santriwati Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, mengalami keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (1/9/2026).

    Berdasarkan informasi yang terhimpun, menu MBG yang disajikan ke sekolah siang itu berupa nasi putih, telur orak arik, tempe bumbu bali, tumis buncit baby corn dan apel.

    Para santri mengeluhkan kepala pusing, mual-mual hingga lemas setelah waktu maghrib. Mayoritas santri dan santriwati langsung dirujuk ke sejumlah rumah sakit terdekat.

    Baca juga: Tak Hanya Santri Manba’ul Hikam, Siswa Sekolah Lain di Sidoarjo Juga Alami Keracunan MBG

    Ketua Yayasan Pondok Pesantren Manba’ul Hikam Tanggulangin, KH. Abdul Wachid Harun membantah menu MBG yang disantap santri dan santriwati diolah oleh dapur ponpes.

    Soal Keracunan MBG di Papua, Kepala BGN Ungkap Penyebabnya

    Menu tersebut didapatkan dari SPPG Kalitengah Tanggulangin yang saat ini sudah di-suspend.

    “Soal SPPG bukan ditangani pesantren, tapi dari beliau, dari Kalitengah. Dan kami hanya menerima manfaat saja. Tidak benar kalau SPPG itu ada di pondok, tidak benar ya,” kata Abdul Wachid, Rabu (2/9/2026).

    Baca juga: SPPG Kalitengah Ditutup Sementara imbas Keracunan Ratusan Santri Ponpes Manba’ul Hikam Sidoarjo

    Pihaknya berharap kondisi para santri segera membaik.

    “Tidak ada yang terencana, semoga baik-baik saja. Kami sudah mendampingi beliau-beliau (wali santri), semuanya sudah paham. Mungkin Anda akan naik kelas. Berkah dari musibah ya. Kita positive thinking saja pada Allah,” katanya.

    Pihaknya belum memastikan aktivitas pembelajaran para santri dan santriwati usai insiden ini. Pihaknya ingin lebih dulu memastikan semua tertangani dengan baik.

    Baca juga: Fadli Zon Ungkap Arahan Prabowo soal Kebakaran di Desa Adat Sade

    Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo juga sudah membuka posko penanganan medis di area ponpes untuk mengetahui perkembangan kondisi santri dan santriwati yang terdampak keracunan MBG.

    Wait and see. Lihat situasi besok. Iya, tapi semua harus tertangani secara tuntas. Ada posko dan pengurus-pengurus juga ikut memantau di tempat rumah sakit di mana anak-anak santri dirawat inap, ada yang rawat jalan,” jelasnya.

    Jumlah santri dan santriwati di Ponpes Manba’ul Hikam dari jenjang SMP-SMA berjumlah sekitar 1.000 orang.

    Baca juga: Ketua SC Muktamar ke-35 NU Dibawa ke RSUD Jombang: Diduga Kelelahan, Kini Membaik

    Semua santri saat itu mengonsumsi MBG. Sedangkan yang dirawat di rumah sakit akibat keracunan MBG berjumlah 431 orang.

    “Hari ini yang dievakuasi ke rumah sakit 431. Ya kondisi kekuatan fisik masing-masing santri beda-beda,” ujarnya.

    Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

    Soal Keracunan MBG, BGN Copot 137 Kepala SPPG Seluruh Indonesia

    Komentar
    Additional JS