Sosial Media
0
News
    Home Berita Featured Keracunan Kesehatan LBH GP Ansor Makan Bergizi Gratis Sidoarjo Spesial

    LBH GP Ansor Sidoarjo Kawal Ratusan Santri yang Diduga Keracunan MBG - NU Online

    2 min read

     


    Ambulans RSUD RT Notopuro Sidoarjo masih berada di halaman Masjid Pesantren Mahika, Rabu (02/09/2026).(Foto: NOJ/Yuli Riyanto) Yuli Riyanto Kontributor Download PDF

    Sidoarjo, NU Online Jatim

    Sebanyak 566 anak di Kabupaten Sidoarjo diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dipasok oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Selasa (01/09/2026).


    Mayoritas korban merupakan santri Pesantren Manba’ul Hikam (Mahika), Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo. Mereka mengalami sejumlah keluhan, seperti mual, muntah, pusing, dan diare. Gejala tersebut mulai dirasakan para santri setelah melaksanakan shalat Ashar.


    Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo per siang tadi, sebanyak 88 dari 566 anak masih menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit. Jumlah korban masih berpotensi bertambah lagi karena SPPG Kalitengah menyalurkan sekitar 2.800 porsi MBG kepada 19 lembaga pendidikan di wilayah Sidoarjo.


    Menanggapi kejadian tersebut, Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sidoarjo, Heru Krisbianto meminta pihak terkait untuk segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap SPPG Kalitengah.


    “Yang paling penting saat ini adalah memastikan keselamatan para korban dan mencari tahu penyebab kejadian ini secara terang benderang,” katanya kepada NU Online Jatim, Rabu (02/09/2026).


    Heru menegaskan, pemeriksaan perlu dilakukan mencakup izin operasional, bahan baku, proses pengolahan dan penyimpanan makanan, distribusi, hingga penerapan standar keamanan pangan. Dirinya juga meminta aparat penegak hukum mengusut kejadian tersebut secara cepat dan transparan apabila ditemukan unsur kelalaian atau pelanggaran. Menurutnya, evaluasi menyeluruh diperlukan agar kasus serupa tidak terulang.


    “Keracunan tersebut terjadi atas kelalaian yang sudah jelas-jelas ada korban dan tentunya harus ada tersangka sebagai tindak pidana, kami meminta proses hukum harus cepat dan transparan. Kami tidak ingin persoalan ini berhenti hanya pada penanganan korban,” tegasnya.


    Menurutnya, harus ada evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang lagi, terutama karena program MBG menyasar anak-anak. Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sidoarjo siap mengambil langkah lebih lanjut apabila tidak ada perhatian dan penanganan hukum dari pihak-pihak terkait dalam waktu dekat.


    “Jika dalam waktu dekat tidak ada atensi dan langkah hukum yang jelas terhadap persoalan ini, PC GP Ansor Sidoarjo siap menggeruduk SPPG Kalitengah. Kami ingin persoalan ini ditangani secara serius, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” pungkasnya.

    Komentar
    Additional JS