Sosial Media
0
News
    Home Berita Featured PBNU PCNU Jombang Spesial

    PCNU Jombang Harapkan PBNU Masa Khidmah 2026-2031 Prioritaskan Program Keumatan - NU Online

    2 min read

     

    Ketua Umum PBNU terpilih masa khidmah 2026-2031 KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin kantor PBNU Jakarta, Jumat (4/9/2026). (Foto: NU Online/Ahmad Naufa) Download PDF

    Jombang, NU Online
    Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang menaruh harapan besar kepada kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026–2031 agar memprioritaskan program kerja yang berdampak langsung pada kebutuhan masyarakat.


    Ketua PCNU Jombang, KH Fahmi Amrullah Hadzik (Gus Fahmi), menegaskan bahwa kepemimpinan baru PBNU perlu berfokus pada penguatan sektor-sektor keumatan, khususnya pendidikan, kesehatan, dan ekonomi nahdliyin.


    "Kita berharap ke depan ini PBNU bisa membuat program yang menyentuh langsung ke-ummatan," ujar Gus Fahmi diberitakan NU Online Jombang, Sabtu (5/9/2026).


    Di bidang pendidikan, Gus Fahmi menekankan pentingnya peningkatan kualitas sarana dan mutu sekolah-sekolah di bawah naungan NU agar mampu bersaing secara optimal. "Misalnya di bidang pendidikan kita punya sekolah yang bagus," tuturnya.


    Sementara di sektor kesehatan, ia mendorong percepatan pembangunan Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) di berbagai daerah. Langkah ini dinilai penting untuk memperluas jangkauan khidmah NU kepada masyarakat luas dalam pelayanan medis.


    "Di bidang kesehatan bisa membangun rumah sakit yang baik, di beberapa daerah bahkan rumah sakit NU di Indonesia ini masih minim sekali dibandingkan dengan rumah sakit milik ormas lain," jelasnya.


    Adapun pada sektor ekonomi, Gus Fahmi menggarisbawahi pentingnya kemandirian finansial organisasi. Ia mengusulkan pembentukan unit usaha atau kepemilikan saham atas nama lembaga (jam'iyah), bukan atas nama perorangan.


    "Sehingga nanti keuntungannya itu kembali kepada jam'iyah, dimanfaatkan untuk keperluan jam'iyah, bukan untuk kepentingan pribadi," tambahnya.


    Gus Fahmi berharap orientasi program keumatan ini tidak hanya berhenti di tingkat pusat, tetapi juga dijalankan secara terintegrasi oleh kepengurusan NU di semua tingkatan, mulai dari PBNU, Pengurus Wilayah (PWNU), hingga Pengurus Cabang (PCNU) di seluruh Indonesia.


    "Jadi, kita tunggu gebrakan dari PBNU yang baru, tentu kita bangga dan bahagia dengan selesainya Muktamar dan terpilihnya Rais Aam serta Ketua Umum yang baru," pungkasnya.


    Sebelumnya, Muktamar ke-35 NU yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada 27–31 Agustus 2026, telah resmi menetapkan kepemimpinan baru PBNU periode 2026–2031.


    Berdasarkan keputusan Musyawarah Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA), KH Miftakhul Akhyar terpilih sebagai Rais Aam PBNU, sedangkan KH Abdul Hakim Mahfudz ditetapkan sebagai Ketua Umum PBNU.

    Komentar
    Additional JS