Pesantren Manba’ul Hikam Bantah Keracunan MBG Berasal dari Dapur Internal - Republika
Pengurus pesantren meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan sumber keluhan.
Rep: Muhyiddin

ANTARA FOTO/Umarul Faruq Santri yang diduga mengalami keracunan makanan mendapatkan perawatan medis di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (2/9/2026). Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan saat ini seluruh pihak terkait fokus memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan dengan baik oleh rumah sakit dan tenaga medis.
REPUBLIKA.CO.ID, SIDOARJO -- Pengurus Pondok Pesantren Manba’ul Hikam Sidoarjo membantah kabar yang menyebut dugaan keracunan santri setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) berasal dari dapur internal pesantren. Pihak pesantren juga memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Pengurus Pondok Pesantren Manba’ul Hikam Sidoarjo, Ahmad Zainal, mengatakan seluruh santriwan dan santriwati yang sempat mendapatkan perawatan medis akibat dugaan keluhan kesehatan pascakonsumsi MBG kini telah tertangani dengan baik.
"Seluruh santriwan dan santriwati yang sempat mendapatkan perawatan medis akibat dugaan keluhan kesehatan pascakonsumsi program Makan Bergizi (MBG) saat ini telah tertangani dengan baik," kata Ahmad dalam keterangan resminya, Kamis (3/9/2026).
Menurut dia, sebagian besar santri yang sebelumnya menjalani perawatan bahkan telah kembali ke pondok pesantren dalam kondisi sehat dan stabil. Sementara itu, beberapa santri lainnya masih menjalani pemantauan untuk memastikan proses pemulihan berjalan optimal.
Ahmad sekaligus menepis berbagai informasi yang beredar di masyarakat terkait kondisi para santri. Ia secara khusus membantah kabar mengenai adanya korban jiwa serta tuduhan bahwa sumber keracunan berasal dari dapur internal pondok pesantren.
Halaman 2 / 3
"Terkait dengan berbagai informasi miring yang beredar di luar, khususnya kabar bohong mengenai adanya korban jiwa atau tuduhan bahwa sumber keracunan berasal dari dapur internal pondok, kami pastikan bahwa berita tersebut adalah hoax sepenuhnya," ucap Ahmad.
Sebelumnya, puluhan hingga ratusan santri Pondok Pesantren Manba’ul Hikam Sidoarjo dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap makanan dalam program MBG pada Selasa (1/9/2026).
Menurut Ahmad, para santri mulai mengonsumsi makanan sekitar pukul 12.00 WIB. Setelah itu, sejumlah santri mengalami keluhan kesehatan dan kemudian mendapatkan penanganan medis.
Sejumlah santri selanjutnya dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan. Peristiwa tersebut kemudian menjadi perhatian karena jumlah santri yang mengalami keluhan cukup banyak.
Kementerian Agama (Kemenag) sebelumnya juga telah menyampaikan penanganan terhadap para santri terus dilakukan. Pemerintah bersama pihak terkait melakukan pemantauan terhadap kondisi para santri serta menelusuri dugaan penyebab munculnya keluhan kesehatan tersebut.
Halaman 3 / 3
Namun, pesantren menegaskan agar masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan sumber persoalan, termasuk dengan menyebut dapur internal pesantren sebagai sumber dugaan keracunan.
Ahmad mengimbau wali santri dan masyarakat agar tetap tenang serta tidak mudah mempercayai dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
"Kami mengimbau kepada seluruh wali santri dan masyarakat luas agar tetap tenang, bijak menyikapi informasi, serta tidak meneruskan kabar yang belum jelas kebenarannya," katanya.
Ia meminta masyarakat menjadikan pengumuman resmi dari pihak pengasuh pesantren sebagai rujukan untuk memperoleh informasi terbaru mengenai kondisi para santri.
"Untuk pembaruan informasi yang akurat mengenai kondisi para santri, silakan merujuk langsung pada pengumuman resmi dari pihak pengasuh pondok pesantren," ujar Ahmad.
Berita Terkait
Sebanyak 363 Siswa dan Guru di SMAN 6 Solo Diduga Keracunan MBG
Nasional News - 04 September 2026, 18:44
Sambangi Santri yang Keracunan MBG di Sidoarjo, Wamenag: Harus Investigasi, Ini Ada Apa?
Khazanah Indonesia - 04 September 2026, 18:31
Komnas HAM Minta BGN Setop SPPG Penyedia MBG di Lokasi Keracunan
Nasional News - 04 September 2026, 14:56
Zulhas: Tak Ada Toleransi Bagi Petugas MBG yang tidak Bertanggung Jawab
Nasional News - 04 September 2026, 13:43
2.000 Siswa Keracunan MBG Tiga Hari Belakangan, Ini Rinciannya
Nasional News - 04 September 2026, 09:29