Sosial Media
0
News
    Home Berita Ditjen Pesantren Featured Kemenag Prabowo Subianto Spesial

    Prabowo Terbitkan SK Ditjen Pesantren Kemenag - Kompas

    5 min read

     

    JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) untuk Direktorat Jenderal (Ditjen) Kementerian Agama (Kemenag).

    "Bapak Presiden baru saja mengeluarkan SK tentang keberadaan satu direktorat baru di bawah Kementerian Agama untuk mewadahi secara khusus pondok pesantren, yang dikenal dengan Ditjen Pesantren," ujar Nasaruddin dalam jumpa pers di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/9/2026).

    Baca juga: Menag Ungkap Tugas Penting Ditjen Pesantren: Cegah Kekerasan hingga Tertibkan Data

    Nasaruddin menjelaskan, Dirjen Pesantren Kemenag yang akan memimpin direktorat baru itu telah dilantik empat hari lalu.

    Dengan demikian, kata dia, pondok pesantren (ponpes) kini sudah terpisah dari Direktorat Pendidikan Islam di Kemenag.

    Istana Soal Wajah Prabowo di Bendera Terjun Payung: Bentuk Kebanggaan dan Apresiasi

    "Jadi kita berterima kasih kepada Presiden atas bapak keputusannya yang luar biasa ini," ucapnya.

    "Dengan demikian, pondok pesantren akan mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah. Dan selanjutnya insyaallah diharapkan ke depan pondok pesantren itu mendapatkan hal-hal yang positif baru dibandingkan dengan sebelumnya," imbuh Nasaruddin.

    Baca juga: Ditjen Pesantren Siapkan Aturan Cegah Kasus Serupa Bechi Terulang

    Apa tugas urgen Ditjen Pesantren?

    Sebelumnya, Nasaruddin Umar mengungkap sejumlah tugas penting yang harus segera dilakukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren sebagai lembaga baru setingkat eselon I di Kementerian Agama.

    Salah satu tugas yang menjadi perhatian utama adalah mencegah terjadinya kekerasan di lingkungan pesantren.

    Nasaruddin mengatakan, keberadaan Ditjen Pesantren diharapkan dapat memperkuat pembinaan sekaligus memastikan lingkungan pesantren tetap menjadi tempat pendidikan yang aman bagi para santri.

    Baca juga: Manuver Yaqut Meloloskan Kuota Haji 50:50, Seret Nama Jokowi dan Abaikan Kesepakatan DPR

    “Bagaimana menutup kemungkinan sama sekali terjadinya hal-hal yang kita tidak inginkan di pondok pesantren, seperti kekerasan dan macam-macam yang tidak enak didengar di pondok pesantren,” ujar Nasaruddin saat peluncuran logo, tema, dan rangkaian acara Hari Santri 2026 di Jakarta, Selasa (22/9/2026).

    Menurut dia, berbagai bentuk kekerasan di pesantren harus diberantas, termasuk kasus yang sebelumnya menjadi perhatian publik.

    “Dengan demikian, kekerasan, apalagi kekerasan yang pernah menjadi viral itu, akan kita berantas,” kata dia.

    Baca juga: Ada Ferdy Sambo hingga Harvey Moeis, Ini Daftar Napi Kelas Kakap di Lapas Cibinong

    Selain mencegah kekerasan, Nasaruddin menekankan pentingnya pendataan dan penertiban kelembagaan pesantren.

    Menurut dia, data yang kuat diperlukan agar masyarakat dapat membedakan lembaga yang benar-benar memenuhi standar sebagai pesantren dengan lembaga yang hanya menggunakan label pesantren.

    “Di sini banyak penyimpangan yang terjadi yang sesungguhnya bukan pondok pesantren, tetapi memasang merek pondok pesantren,” ujar Nasaruddin.

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    Batas akses KARIN

    Kamu sudah mencapai batas akses KARIN.

    Gabung membership Kompas.com+ MAX untuk bertanya lebih banyak dan memahami berita dengan lebih leluasa.

    Khusus Member

    Akses Tanya Langsung Tersedia untuk Member

    Gabung membership Kompas.com+ MAX untuk bertanya lebih banyak dan memahami berita dengan lebih leluasa.

    Momen Prabowo di Pesta Rakyat: Joget dengan Bahlil hingga Terima MBG

    Komentar
    Additional JS