Sosial Media
0
News
    Home Bandara Internasional Minangkabau Berita Featured Kasus Kemenhaj Spesial Umroh

    Sidak di BIM, Kemenhaj Sumbar Temukan Kasus Jemaah Umrah Batal Berangkat meski Sudah Bayar - Times Indonesia

    2 min read

     

    A-AA+

    PADANG – Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat melakukan inspeksi mendadak (sidak) keberangkatan jemaah umrah di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Rabu (30/9/2026).

    Kegiatan ini bertujuan memastikan perlindungan terhadap jemaah sekaligus menegakkan ketertiban penyelenggaraan perjalanan ibadah. 

    Sidak melibatkan jajaran Kanwil Kemen Haji dan Umrah Sumbar serta Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah kabupaten/kota, didukung Otoritas Bandar Udara, PT Angkasa Pura, Imigrasi, dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. 

    Kepala Kanwil Kemen Haji dan Umrah Sumbar, M. Rifki, menyampaikan pemeriksaan tersebut menemukan persoalan nyata di lapangan, ditemukan sejumlah jemaah batal berangkat padahal telah melunasi biaya perjalanan. Kerugian yang dialami pihak travel akibat pembatalan ini dilaporkan mencapai sekitar Rp100 juta.

    “Seharusnya jemaah berangkat hari ini, tiket sudah dibayar, tetapi ternyata dibatalkan. Ada pihak travel yang dirugikan,” ujar Rifki.

    Dampak pembatalan ini juga dirasakan langsung oleh jemaah, sebagian bahkan telah menggelar syukuran keberangkatan atau walimatus safar di rumah masing-masing, namun akhirnya tidak dapat melaksanakan perjalanan.

    Diketahui, penerbangan yang batal tersebut merupakan pesawat sewa (charter) yang dijadwalkan mengangkut sekitar 180 jemaah asal Sumatera Barat.

    Rutenya terlebih dahulu menuju Malaysia sebelum bergabung dengan penerbangan dari Pekanbaru menuju Arab Saudi. Pembatalan menyebabkan sejumlah kursi kosong dan rencana perjalanan terganggu.

    Rifki menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti kasus ini, tim akan melakukan pemeriksaan langsung ke kantor travel yang bersangkutan untuk mengungkap akar permasalahan.

    “Setelah ini kami akan sidak ke kantor travel yang bersangkutan, memeriksa apa sebenarnya masalahnya. Perlindungan jemaah adalah prioritas kami, dan setiap temuan akan ditindaklanjuti sesuai kewenangan yang berlaku,” tegasnya. (*)

    Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
    Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
    Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

    Komentar
    Additional JS