0
News
    Home Badan Gizi Nasional Featured Kasus Kesehatan SLHS Spesial SPPG SPPG Kalitengah

    SPPG Kalitengah Sidoarjo Disuspend Usai Kasus Dugaan Keracunan MBG - Kompas

    4 min read

     

    SIDOARJO, KOMPAS.com - Penghentian sementara (suspend) operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin, Sidoarjo, resmi diberlakukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) pasca terjadinya kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) secara massal.

    Langkah tegas ini memicu sorotan publik lantaran fasilitas dapur penyedia program MBG tersebut tergolong sangat baru, yakni mulai beroperasi pada April 2026 lalu.

    Keputusan suspend diterbitkan untuk memberi ruang bagi tim investigasi pusat dalam mengevaluasi kelaikan operasional hingga tingkat keparahan sanksi.

    Kepastian mengenai penghentian operasional dapur tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Koordinasi BGN Regional Jawa Timur, Teguh Wahyu Wibowo.

    Eks Kepala Yayasan Sekolah Jaksel Klaim 995 Airsoft Gun untuk Ekskul Menembak, Punya Izin Baintelkam

    Baca juga: Bupati Sidoarjo Pastikan Tak Ada Santri Meninggal, Dapur MBG Akan Diperiksa

    Teguh mengonfirmasi bahwa setelah mendapat laporan insiden pada Selasa (1/9/2026) malam, pihaknya bersama Koordinator Wilayah (Korwil) Sidoarjo langsung menghentikan kegiatan produksi dan secara resmi mengeluarkan surat penghentian sementara pada Rabu (2/9/2026) pagi.

    "Per tadi pagi sudah ada surat suspend untuk dapur ini. Sambil di awal, tim dari pusat pun akan datang hari ini juga untuk melakukan investigasi lebih lanjut apakah suspend ini masuk kategori ringan atau berat," ujar Teguh saat mengunjungi SPPG Kalitengah.

    Dapur SPPG Kalitengah, Tanggulangin, Sidoarjo yang baru beroperasi sekitar lima bulan, terhitung sejak April 2026, kini harus menghentikan total aktivitas memasak dan mendistribusikan makanan.

    "Sudah dari April, April 2026 (beroperasi)," katanya.

    Baca juga: Selain Ratusan Santri, 5 Siswa SD di Sidoarjo Juga Diduga Keracunan MBG

    Teguh menjelaskan bahwa skema suspend yang dijatuhkan oleh pusat memiliki implikasi durasi yang berbeda-beda tergantung pada hasil pemeriksaan laboratorium dan investigasi lapangan.

    Jika investigasi mengategorikan pelanggaran sebagai sanksi ringan, operasional dapur diproyeksikan dibekukan selama dua minggu hingga satu bulan.

    Namun, apabila ditemukan pelanggaran sistematis yang berat, BGN tidak menutup kemungkinan untuk menutup fasilitas dapur tersebut secara permanen.

    Baca juga: BGN Koreksi Data, Dapur SPPG yang Ditutup karena Tak Penuhi Standar Ada 455

    Evaluasi ketat ini dijadwalkan dipimpin langsung oleh Direktur Pengawasan Wilayah 2 BGN, Brigjen Doni, yang diterjunkan langsung ke lokasi kejadian.

    Meski tergolong baru beroperasi sejak April 2026, Dapur SPPG tersebut memiliki kapasitas produksi yang cukup besar.

    Setiap harinya, dapur MBG tersebut menyuplai sekitar 2.800 porsi makanan ke 19 sekolah swasta dan lembaga pendidikan di Sidoarjo, termasuk dua sekolah di area pondok pesantren yang mengonsumsi sekitar 1.000 porsi per hari.

    Baca juga: BGN Ungkap 512 Orang Terdampak Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, 80 Masih Dirawat

    Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

    Soal Keracunan MBG, BGN Copot 137 Kepala SPPG Seluruh Indonesia

    Komentar
    Additional JS