Tak Hanya Santri Manba’ul Hikam, Siswa Sekolah Lain di Sidoarjo Juga Alami Keracunan MBG - Kompas
SIDOARJO, KOMPAS.com - Wakil Gubernur Jawa Timur sekaligus Kepala Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak menerima laporan bahwa dugaan keracunan MBG tidak hanya dialami oleh santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manba’ul Hikam.
Sejumlah siswa di sekolah lain yang menerima menu MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, diduga juga mengalami hal yang sama.
Mereka mengonsumsi menu MBG yang sama, yakni berupa nasi putih, telur orak arik, tempe bumbu bali, tumis buncit baby corn dan apel dari SPPG Kalitengah.
Baca juga: Emil Pastikan Siswa Sidoarjo yang Keracunan MBG Usai Santap Menu dari SPPG Kalitengah
“Memang juga ada data yang menunjukkan selain dari pondok pesantren Manba’ul Hikam, ada juga dari sekolah-sekolah lain itu juga mengalami keluhan. Jadi kesamaannya adalah konsumsi dari SPPG yang sama. SPPG Kalitengah, Tanggulangin,” kata Emil, Rabu (2/9/2026).
Kali Pancuran Dulu Banyak Sampah, Kini Bening Berkat Dijaga Warga
Di hari yang sama, SPPG Kalitengah Sidoarjo mendistribusikan menu MBG sebanyak 2.800 porsi. Menu MBG itu didistribusikan kepada siswa mulai tingkat TK hingga SMA yang berada di wilayah operasionalnya.
Baca juga: Emil Dardak Pastikan Korban Keracunan MBG di Ponpes Manba’ul Hikam Sidoarjo Tertangani
“Ada daftar sekolahnya, nanti dari Bu Kadinkes bisa menyampaikan kepada teman-teman. Ada SMA swasta, ada juga SMP, SD swasta juga ya, TK juga ada,” ujarnya.
Oleh sebab itu, pemerintah daerah bersama BGN akan meninjau ke setiap sekolah penerima manfaat MBG dari SPPG Kalitengah, Tanggulangin.
Apabila ditemukan anak yang mengalami keluhan kesehatan, maka akan segera dilakukan penanganan medis.
Baca juga: 270 Anak Bekasi Penerima PKH di Akan Bersekolah di Sekolah Rakyat
“Besok (hari ini) kita akan cek di sekolah-sekolah itu, ada yang absen enggak? Kalau ada yang absen besok enggak masuk, alasan sakit ataupun apa, kita akan jemput bola tuh. Karena khawatirnya belum tertangani dengan optimal kalau pengobatan mandiri,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, ratusan santri dan santriwati Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, mengalami keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (1/9/2026).
Total, terdapat 1.000 santri dan santriwati Ponpes Manba’ul Hikam Sidoarjo yang mengonsumsi MBG pada saat kejadian.
Sejauh ini, santri dan santriwati yang mendapat perawatan medis di rumah sakit sebanyak 431 orang.
Mulai dari RS Notopuro, RS Delta Surya, RS Siti Hajar, RS Pusura, RSU Aisyiyah St Fatimah Tulangan, RS Pusdik Bayangkara, RS Arafah Anwar Medika, dan rumah sakit lainnya.
Santri dan santriwati yang kondisi kesehatannya mulai membaik diperbolehkan rawat jalan di rumah dan di asrama ponpes.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT
Karhutla di Kalimantan Mulai Ancam Pemukiman dan Satwa Liar