Habib Umar bin Hafidz Hadiri Tabligh Akbar di Monas, Bawa Pesan Kemaslahatan Bangsa - Inilah


Jemaah 'Tabligh Akbar: Doa Untuk Indonesia' di Silang Monas, Jakarta Pusat, Senin (12/10/2026). (Foto: Inilah.com/M. Tegar Jihad).
Ulama asal Yaman, Habib Umar bin Hafidz, hingga Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menghadiri kegiatan Tabligh Akbar: Doa untuk Indonesia di kawasan Silang Monas, Jakarta Pusat, Senin (12/10/2026).
Sejumlah pejabat dan tokoh agama turut hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka di antaranya Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Uus Kuswanto yang mewakili Gubernur Pramono Anung, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH Cholil Nafis, serta Wali Kota Jakarta Pusat Arifin.
Dewan Syuro Majelis Rasulullah SAW, para habaib, dan alim ulama juga dipastikan menghadiri kegiatan keagamaan tersebut.
Berdasarkan pantauan Inilah.com di lokasi, sejumlah jemaah mulai memadati kawasan Monas. Mereka mengenakan pakaian muslim dan pakaian agamis. Bendera Majelis Rasulullah SAW juga terlihat berkibar di tengah kerumunan jemaah yang datang untuk mengikuti doa bersama.
Kehadiran Habib Umar bin Hafidz menjadi salah satu perhatian utama dalam kegiatan tersebut. Ulama yang memimpin Pesantren Darul Musthafa di Tarim, Yaman, itu dijadwalkan hadir di tengah jemaah yang memadati kawasan Monas.
Kepastian kehadiran Habib Umar disampaikan Dewan Syuro Majelis Rasulullah SAW, Habib Nabiel Almusawa.
Habib Umar Bawa Pesan Perdamaian
Habib Nabiel mengatakan kehadiran Habib Umar bin Hafidz dalam kegiatan tersebut memiliki makna khusus karena membawa pesan perdamaian dan kemaslahatan bagi Indonesia.
Menurutnya, pertemuan ulama dan unsur pemerintahan dalam satu majelis tidak semata-mata menjadi acara seremonial. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara ulama dan umara dalam membangun kehidupan berbangsa.
"Sinergi antara ulama dan umara dalam satu majelis ini bukan sekadar momen seremonial, melainkan sebuah upaya spiritual untuk membangun kemaslahatan bangsa," ujar Habib Nabiel dalam keterangannya, Senin (12/10/2026).
Ia menambahkan, Monas diperkirakan menjadi pusat berkumpulnya ratusan ribu jemaah dari berbagai daerah di Indonesia.
"Tidak hanya dari seluruh pelosok nusantara, tetapi juga dari berbagai negara," kata Habib Nabiel.
Kehadiran jemaah dari berbagai wilayah tersebut menunjukkan besarnya perhatian masyarakat terhadap kegiatan keagamaan yang menghadirkan ulama internasional.
Sosok Habib Umar bin Hafidz
Habib Umar bin Hafidz merupakan ulama asal Tarim, Hadramaut, Yaman, sekaligus pimpinan Pesantren Darul Musthafa. Lembaga pendidikan tersebut dikenal sebagai tempat belajar para penuntut ilmu agama dari berbagai negara, termasuk Indonesia.
Melalui kegiatan dakwah dan pendidikan, Habib Umar memiliki jaringan murid dan pengikut di berbagai belahan dunia. Ia juga dikenal karena ceramahnya yang menekankan akhlak, kecintaan kepada Rasulullah SAW, serta pentingnya menjaga persatuan umat Islam.
Berdasarkan pemeringkatan The World's 500 Most Influential Muslims yang diterbitkan Royal Islamic Strategic Studies Centre (RISSC) pada 2026, Habib Umar tercatat berada di posisi ketiga.
Kehadirannya dalam Tabligh Akbar: Doa untuk Indonesia diharapkan memperkuat pesan persatuan, perdamaian, dan doa bersama bagi kemaslahatan bangsa.
Kegiatan di Silang Monas tersebut menjadi ruang berkumpulnya jemaah, ulama, dan pejabat untuk memanjatkan doa bagi Indonesia sekaligus mempererat hubungan antara tokoh agama dan pemerintah.
Tags
