Jelang Haul Habib Ali Al-Habsyi ke-115, Alun-Alun Karaton Surakarta Dibersihkan - detik

Persiapan Haul Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi ke-115 di Karaton Surakarta dilakukan dengan membersihkan kawasan Alun-Alun Utara dan Alun-Alun Selatan serta menyiapkan sejumlah fasilitas bagi peserta. Selain mendukung kelancaran kegiatan haul, Karaton Surakarta juga membuka ruang bagi masyarakat untuk mengenal sejarah dan kebudayaan Karaton.
Kawasan Alun-Alun Utara dan Alun-Alun Selatan Karaton Surakarta Hadiningrat mulai dibenahi menjelang pelaksanaan Haul Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi ke-115 di Kota Solo.
Karaton Surakarta bersama Pemerintah Kota Surakarta melakukan pembersihan kawasan tersebut pada Kamis, 1 Oktober 2026. Penataan dilakukan untuk menyambut kedatangan peserta haul yang diperkirakan berasal dari berbagai daerah.
Selain memastikan kawasan lebih bersih, persiapan juga mencakup penyediaan sejumlah fasilitas untuk menunjang aktivitas para peserta selama berada di lingkungan Karaton Surakarta.
Anggota Tim Hukum LDA Karaton Surakarta Hadiningrat, KPH Eddy Wirabhumi, mengatakan pembersihan dilakukan melalui kolaborasi Karaton dan Pemerintah Kota Surakarta.
“Terima kasih kepada Pemerintah Kota Surakarta. Pak Wali melalui dinas-dinas terkait hari ini bersama-sama dengan Karaton melakukan kegiatan pembersihan kawasan Alun-Alun Utara dan Alun-Alun Selatan,” kata Eddy, Kamis, 1 Oktober 2026.
Menurut Eddy, kebersihan kawasan tidak hanya menjadi tanggung jawab pengelola lokasi. Peserta haul juga diharapkan ikut menjaga lingkungan selama mengikuti kegiatan.
“Dengan kawasan yang sudah bersih ini, mudah-mudahan para peserta juga menyadari untuk berlaku bersih, tidak membuang sampah sembarangan,” ujarnya.
Haul Sekaligus Mengenalkan Budaya Karaton
Bagi Karaton Surakarta, kedatangan peserta dari berbagai daerah tidak hanya berkaitan dengan agenda keagamaan. Momentum tersebut juga dipandang sebagai kesempatan memperkenalkan sejarah dan kebudayaan Karaton kepada masyarakat.
Eddy berharap para peserta yang datang ke Solo dapat menyempatkan diri mengenal lingkungan Karaton, termasuk sejarah dan berbagai peninggalan budaya yang ada di dalamnya.
Salah satu fasilitas yang dapat dikunjungi adalah Museum Karaton Surakarta. Museum tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal lebih jauh sejarah, tradisi, serta peninggalan budaya Karaton.
“Di satu sisi kita memberikan pelayanan, di sisi lain juga ada harapan agar mereka mau belajar tentang kebudayaan kita sendiri, mencintai kebudayaan kita,” kata Eddy.
Menurut dia, kegiatan keagamaan dan pelestarian budaya dapat berjalan secara bersamaan. Karaton tidak hanya menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan, tetapi juga menjalankan fungsi sebagai ruang pelestarian kebudayaan.
“Karaton tentu menempatkan diri pada posisi pusat pelestarian dan pengembangan kebudayaan, tapi juga sekaligus bagaimana melakukan syiar agama dengan cara yang berbudaya,” ujarnya.
Fasilitas Peserta Haul Disiapkan
Selain membersihkan kawasan, Karaton Surakarta menyiapkan fasilitas untuk mengantisipasi kedatangan peserta Haul Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi ke-115.
KRMH Djoyo Adilogo, cucu PB XII dan putra GKR Galuh Kencana, mengatakan sejumlah fasilitas yang disiapkan meliputi tenda, MCK, area parkir, hingga tempat menginap.
“Di kawasan alun-alun ini akan kita persiapkan, ada tenda, MCK, dan untuk parkir. Di dalam Sasana Sumewa juga akan ada pagelaran dan bisa untuk menginap para peserta haul dari mana saja,” kata Djoyo.
Penyediaan fasilitas tersebut menjadi bagian dari persiapan kawasan menghadapi arus kedatangan masyarakat dari berbagai daerah.
Selain kebutuhan dasar peserta, kawasan Karaton juga akan dimanfaatkan untuk kegiatan yang berkaitan dengan rangkaian haul.
Djoyo mengajak masyarakat, terutama generasi muda Jawa dan masyarakat Nusantara, untuk menggunakan momentum tersebut untuk mengenal kembali kebudayaan sendiri.
“Monggo kita sebagai orang Jawa dan orang Nusantara lebih mengenal budaya kita sendiri. Jadi kenalilah budaya kita sendiri,” ujarnya.
Menjaga Kebersihan dan Identitas Budaya
Persiapan Haul Habib Ali Al-Habsyi ke-115 mempertemukan dua kepentingan di kawasan Karaton Surakarta: pelayanan terhadap peserta kegiatan keagamaan dan pengenalan warisan budaya.
Pembersihan Alun-Alun Utara dan Alun-Alun Selatan menjadi langkah awal untuk menyiapkan ruang publik yang akan digunakan masyarakat. Sementara penyediaan tenda, MCK, parkir, dan tempat menginap diarahkan untuk mendukung kebutuhan peserta selama berada di kawasan Karaton.
Di sisi lain, Karaton berharap kunjungan masyarakat tidak berhenti pada kegiatan haul. Kedatangan peserta dari berbagai daerah juga menjadi kesempatan untuk mengenalkan sejarah dan kebudayaan Karaton Surakarta secara lebih dekat.
Dengan persiapan tersebut, kawasan Karaton diharapkan tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya kegiatan keagamaan, tetapi juga ruang perjumpaan masyarakat dengan warisan budaya Jawa.