Jemaah umrah Indonesia diminta waspada usai serangan Houthi di bandara Saudi - CNA
JAKARTA: Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengimbau warga negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi, termasuk jemaah umrah, meningkatkan kewaspadaan menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah yang turut berdampak pada keamanan negara tersebut.
Imbauan itu disampaikan setelah meningkatnya serangan rudal dan drone kelompok militan Houthi dari Yaman terhadap sejumlah lokasi di Arab Saudi, termasuk fasilitas bandara yang telah menewaskan beberapa orang.
Iklan
Juru Bicara Kemenhaj Ichsan Marsha meminta WNI tetap tenang, menghindari lokasi rawan, serta membatasi aktivitas yang tidak mendesak, terutama di wilayah terdampak.
"Kami mengimbau WNI di Arab Saudi, termasuk jemaah umrah, untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan. Hindari lokasi rawan, patuhi aturan yang berlaku, serta ikuti arahan otoritas setempat. Keselamatan harus menjadi prioritas," kata Ichsan dalam keterangannya, Minggu (11/10).
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi atau menyebarkan kabar yang berpotensi menimbulkan keresahan.
WNI diminta mengutamakan informasi resmi dari otoritas Arab Saudi maupun perwakilan pemerintah Indonesia dalam menentukan aktivitas dan perjalanan.

PANTAU JADWAL PENERBANGAN
Bagi jemaah umrah yang masih berada di Arab Saudi, Kemenhaj meminta mereka terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan mengikuti arahan keselamatan otoritas setempat.
Iklan
Penyelenggara perjalanan juga diminta memastikan kondisi jemaah tetap terpantau dan menyampaikan perkembangan penting secara berkala.
Sementara itu, calon jemaah yang belum berangkat diminta memastikan jadwal keberangkatan, status penerbangan, dan kesiapan perjalanan melalui penyelenggara umrah.
"Kami meminta jemaah yang belum berangkat untuk terus berkoordinasi dengan penyelenggara perjalanan dan memastikan informasi keberangkatan melalui sumber resmi. Ikuti arahan pemerintah dan jangan ragu meminta penjelasan kepada penyelenggara apabila ada perubahan jadwal atau ketentuan perjalanan," ujar Ichsan.
Kemenhaj turut meminta WNI memantau informasi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, serta Kementerian Luar Negeri.
Sebelumnya, KBRI Riyadh pada Jumat (9/10) juga mengeluarkan imbauan keamanan yang meminta WNI menghindari daerah rawan dan membatasi perjalanan yang tidak mendesak.
Iklan
WNI yang hendak bepergian menggunakan pesawat diminta mengonfirmasi status penerbangan langsung kepada maskapai sebelum menuju bandara.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.
