Sosial Media
0
News
    Home Berita Featured Haul Solo Keraton Solo Spesial

    Sambut Haul Solo 2026, Keraton Surakarta Siapkan Transit dan Penginapan untuk Jemaah - Informasi

    5 min read

     


    Sambut Haul Solo 2026, Keraton Surakarta Siapkan Transit dan Penginapan untuk Jemaah

    Keraton Surakarta menyiapkan fasilitas transit hingga penginapan bagi jemaah Haul ke-115 Al Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi yang berlangsung 2-4 Oktober 2026.

    https://cdn.informasi.com/informasi-public/media/images/abdi-dalem-kraton-solo-melakukan-pembersihan-area-kraton-untuk-menyambut-jamaah-haul-solo-foto-kraton-solo-02102026-9923.webp

    Ikhtisar

    • • Keraton Surakarta menyiapkan fasilitas transit hingga penginapan bagi jemaah Haul ke-115 Al Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi yang berlangsung 2-4 Oktober 2026.
    • • Pagelaran Sasana Sumewa mampu menampung sekitar 3.000 jemaah, sementara sejumlah tenda, MCK, dan area parkir juga disiapkan di kawasan Alun-alun Utara dan Selatan.
    • • Jemaah dari berbagai daerah diminta mematuhi aturan kawasan keraton, termasuk menjaga kebersihan dan tidak memasuki area yang dilarang.

    INFORMASI.COM, Jakarta – Keraton Surakarta menyiapkan sejumlah fasilitas untuk menyambut kedatangan jemaah Haul ke-115 Al Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi atau Haul Solo 2026. Fasilitas yang disiapkan mulai dari tempat transit, tenda, tempat menginap, hingga fasilitas sanitasi.

    Haul Solo 2026 berlangsung pada 2-4 Oktober 2026 di Masjid Riyadh, Pasar Kliwon, Solo. Acara tersebut diprediksi dihadiri ratusan ribu jemaah dari berbagai daerah.

    Pagelaran Sasana Sumewa Tampung Sekitar 3.000 Jemaah

    Salah satu fasilitas utama yang disiapkan Keraton Surakarta adalah Pagelaran Sasana Sumewa. Tempat tersebut digunakan sebagai lokasi transit sekaligus tempat menginap sementara bagi jemaah.

    Pengelola Alun-alun Utara Keraton Solo, RNgt. Puspawinahyu, mengatakan pihak keraton bekerja sama dengan Pemerintah Kota Solo menyiapkan sejumlah lokasi transit bagi para jemaah.

    "Pemkot Solo menyediakan tiga tenda yang berlokasi di Alun-alun Utara, satu tenda dari Korem, dua tenda dari Bekang dan satu tenda posko dari Pemerintah Pasuruan," kata Puspa.

    Puspa mengatakan Pagelaran Sasana Sumewa dapat menampung sekitar 3.000 peserta. Sementara tenda yang berada di kawasan Alun-alun Utara memiliki kapasitas sekitar 20 hingga 25 orang per tenda.

    Untuk penggunaan Pagelaran Sasana Sumewa, terdapat biaya administrasi yang berkaitan dengan kebersihan dan listrik sekitar Rp25.000 untuk tiga hari. Sementara besaran administrasi untuk penggunaan tenda masih dalam pembahasan.

    Fasilitas Transit Dibuka Mulai 1 Oktober

    Lokasi transit yang disiapkan Keraton Solo mulai dapat digunakan jemaah pada Kamis (1/10/2026) malam.

    “Mulai besok jam 22.00 dari kami sudah buka yang di Pagelaran. Untuk tanggal 2 mulai open jam 06.00 sampai dengan tanggal 4 jam 11.00,” kata Puspa.

    Selain Pagelaran Sasana Sumewa, fasilitas pendukung berupa tenda, MCK, dan tempat parkir juga disiapkan di kawasan Alun-alun Utara.

    Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Solo, KPH Eddy Wirabhumi, mengatakan tenda bantuan TNI akan dipasang di kawasan Alun-alun Utara dan Alun-alun Selatan. Tempat menginap sederhana juga disediakan di Pakularan.

    Jemaah Wajib Patuhi Aturan Keraton

    Untuk mengantisipasi kepadatan dan menjaga ketertiban, terdapat sejumlah ketentuan bagi jemaah yang menginap di kawasan Keraton Surakarta.

    Penanggung jawab setiap rombongan diwajibkan menyerahkan fotokopi KTP sebagai persyaratan. Jemaah juga diminta menjaga kebersihan selama menggunakan fasilitas yang disediakan.

    Selain itu, jemaah dilarang memasuki sejumlah bagian tertentu di kawasan Pagelaran Sasana Sumewa.

    “Tempat yang dilarang Pagelaran Sasana Sumewa tidak boleh naik di Bangsal Pengrawit atau pendopo tengah Pagelaran,” jelas Puspa.

    Keraton Ajak Jemaah Kenal Budaya Solo

    Cucu PB XII sekaligus putra GKR Galuh Kencana, KRMH Djoyo Adilogo, mengatakan fasilitas yang disiapkan keraton tidak hanya ditujukan untuk tempat menginap.

    Menurutnya, kawasan Alun-alun Utara juga dipersiapkan dengan fasilitas tenda, MCK, dan tempat parkir. Sementara Pagelaran Sasana Sumewa digunakan sebagai tempat kegiatan sekaligus menginap peserta haul dari berbagai daerah.

    KPH Eddy Wirabhumi berharap kedatangan jemaah ke Solo tidak hanya untuk mengikuti kegiatan keagamaan, tetapi juga dapat menjadi kesempatan mengenal sejarah dan kebudayaan Keraton Surakarta.

    “Ke depan, kegiatan seperti ini pasti akan rutin. Sehingga mereka datang ke Solo bukan hanya mendapatkan layanan, tetapi juga mau belajar dan berkunjung ke keraton untuk mengenal kebudayaan,” ujar Eddy.

    Dengan persiapan tersebut, Keraton Surakarta turut menjadi salah satu titik pendukung pelaksanaan Haul Solo 2026. Kehadiran fasilitas transit dan penginapan diharapkan dapat membantu jemaah yang datang dari berbagai daerah selama rangkaian haul berlangsung.

    Komentar
    Additional JS