Ucapkan Selamat Gus Kikin Jadi Ketum PBNU, PGI Berharap NU Berani Sampaikan Suara Rakyat - Republika
Darwin berharap NU tak terjebak dalam politik praktis.
Rep: Muhyiddin

Muhyiddin / Republika Sekretaris Umum PGI, Pdt. Darwin Darmawan
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) berharap kepemimpinan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2031 dapat memperkuat peran NU sebagai mitra pemerintah dalam membangun bangsa. Namun, PGI juga berharap NU tetap kritis dan menjaga independensinya sebagai kekuatan moral masyarakat sipil.
Sekretaris Umum PGI, Pdt. Darwin Darmawan menyampaikan ucapan selamat kepada Gus Kikin dan Rais Aam PBNU terpilih atas amanah yang diberikan melalui Muktamar NU ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur."Pertama tentu kami mengucapkan selamat untuk Rais Aam dan Ketua Tanfidziyah terpilih, juga terima kasih untuk Gus Yahya," ujar Darwin kepada Republika, Selasa (1/9/2026).
Darwin berharap NU di bawah kepemimpinan Gus Kikin dapat mengambil posisi yang konstruktif dalam relasinya dengan pemerintah. Menurut dia, NU perlu menjadi mitra positif yang mendukung berbagai kebijakan pemerintah yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.Namun, dukungan tersebut tidak berarti NU harus kehilangan daya kritisnya.
"NU bisa jadi mitra positif dan kritis terhadap pemerintah dalam membangun bangsa, menjadi jangkar moralitas bangsa, menjadi rahmat bagi Indonesia," ucap Darwin.
Menurut Darwin, posisi tersebut penting karena NU memiliki kekuatan sosial dan moral yang besar. Dengan jaringan pesantren serta basis masyarakat yang luas, NU memiliki peran strategis dalam mengawal arah pembangunan bangsa.
Karena itu, menurut dia, NU tidak hanya perlu hadir ketika pemerintah membutuhkan dukungan masyarakat, tetapi juga harus berani menyampaikan suara moral ketika menemukan kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada kepentingan rakyat.
Darwin menilai, hubungan baik antara NU dan pemerintah merupakan sesuatu yang wajar dan penting. Banyak agenda kebangsaan, seperti pendidikan, pemberdayaan ekonomi, pengentasan kemiskinan, pelayanan sosial, dan penguatan kehidupan masyarakat membutuhkan sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat.
Namun, kerja sama tersebut, menurut dia, tidak boleh menghilangkan kemerdekaan nurani NU."Indonesia membutuhkan NU yang tetap memiliki kebebasan nurani untuk menjaga suara moral bangsa," katanya.
Menurut Darwin, NU perlu tetap bebas mendukung kebijakan pemerintah yang membawa kemaslahatan. Pada saat yang sama, NU juga harus bebas mengingatkan pemerintah apabila terdapat persoalan menyangkut keadilan, kemanusiaan, kerusakan lingkungan hidup, dan kepentingan bangsa. Ia menilai, inilah yang membuat posisi NU penting sebagai jangkar moral bangsa.
"Jangkar tidak menentukan tujuan pelayaran. Ia tidak mengendalikan kemudi. Tugasnya menjaga agar kapal tidak hanyut ketika diterpa arus dan badai," ujarnya.
Halaman 2 / 2
Dengan posisi tersebut, Darwin berharap NU tidak terjebak dalam politik praktis maupun kepentingan kekuasaan. Kedekatan dengan pemerintah seharusnya menjadi sarana untuk memperbesar manfaat bagi masyarakat, bukan menjadi tujuan organisasi.
Darwin juga menilai pengalaman kepemimpinan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dapat menjadi salah satu teladan bagi NU dalam membangun hubungan dengan pemerintah.
Menurut dia, Gus Dur menunjukkan bahwa NU dapat bekerja sama dengan negara tanpa kehilangan kemerdekaan moralnya. Pada saat yang sama, NU tetap dapat menyuarakan kebebasan beragama, memperjuangkan kelompok rentan, membuka ruang dialog lintas iman, dan memperkuat demokrasi.
"Kemerdekaan NU tidak diukur dari seberapa jauh jaraknya terhadap negara, melainkan dari keberaniannya menjaga suara moral ketika bekerja bersama negara," ucap Darwin.
Karena itu, Darwin berharap kepemimpinan Gus Kikin dapat meneruskan peran NU sebagai mitra strategis pemerintah sekaligus kekuatan masyarakat sipil yang independen. Menurut dia, keseimbangan antara kerja sama dan sikap kritis tersebut justru akan memperkuat kontribusi NU bagi Indonesia.
"Indonesia membutuhkan NU yang tetap memiliki kebebasan nurani untuk menjaga suara moral bangsa," ujar dia.
Berita Terkait
100 Hari Kepengurusan, PBNU Prioritaskan Rekonsiliasi ke Daerah
Khazanah Indonesia - 2 jam yang lalu
Gus Kikin Tegaskan Qanun Asasi Sebagai Landasan Khidmah NU
Khazanah Indonesia - 3 jam yang lalu
Gus Kikin Sambut Gus Baha Masuk Struktur PBNU, Ini Alasannya
Khazanah Indonesia - 17 jam yang lalu
Berikut Susunan Lengkap Pengurus PBNU 2026-2031
Khazanah Indonesia - 18 jam yang lalu
PBNU Umumkan Susunan PBNU 2026-2031, Gus Baha Jadi Wakil Rais Aam
Khazanah Indonesia - 19 jam yang lalu