0
News
    Update Haji
    Home Featured Haji Pilihan

    9 Langkah Kemenag Wujudkan Haji Ramah Lansia By BeritaSatu

    3 min read

     

    9 Langkah Kemenag Wujudkan Haji Ramah Lansia

    By BeritaSatu.com
    beritasatu.com
    June 5, 2023
    Jemaah Haji lansia.
    Jemaah Haji lansia.

    Makkah, Beritasatu.com - Jemaah haji Indonesia di atas 65 tahun pada penyelenggaraan ibadah haji 1444 H/2023 mencapai 67.000 orang atau sekitar 30% dari 229.000 total kuota jemaah haji Indonesia tahun ini.

    Sejumlah langkah dilakukan dalam rangka mewujudkan upaya optimalisasi layanan kepada seluruh jemaah haji, termasuk kategori lansia.

    Organisasi kesehatan dunia atau WHO mendefinisikan lansia sebagai orang dengan usia 60 tahun ke atas. Namun, Kementerian Agama menetapkan prioritas lansia tahun ini adalah jemaah dengan usia 65 tahun ke atas.

    “Kami sejak awal perencanaan, telah melibatkan ahli geriatri dari Universitas Indonesia untuk merumuskan konsep layanan, prosedur operasional, sekaligus melakukan pemantauan dan pengawasan kesehatan jamaah haji lansia saat operasional,” terang Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Subhan Cholid di Makkah, Jumat (16/6/2023).

    Pedoman dari ahli geriatri, lanjut Subhan, ikut dijadikan materi dalam proses manasik. Kementerian Agama juga telah menyusun buku pedoman Manasik Haji Ramah Lansia. “Penguatan layanan ramah lansia ini kita sudah sosialisasikan sejak dari tanah air, terutama melalui proses manasik haji jemaah, baik di Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan maupun kantor kemenag kabupaten/kota,” sebutnya.

    Proses manasik bagi jemaah haji yang berada di pulau jawa, dilakukan delapan kali. Sementara manasik haji di luar pulau Jawa dilakukan 10 kali. Komposisinya, dua kali dilakukan di Kankemenag kabupaten/kota, sisanya dilakukan di KUA.

    Upaya ketiga yang dilakukan dalam mewujudkan haji ramah lansia adalah menyiapkan sarana transportasi, khususnya bus shawalat yang mengantar jemaah haji dari hotel ke Masjidil Haram, pergi-pulang, yang mudah diakses dan ramah lansia.

    PPIH tahun ini telah menyiapkan 450 armada untuk layanan bus shalawat. Ada tiga terminal pemberhentian, yaitu Ajyad, Mahbas Jin, dan Syib Amir. Terminal Mahbas Jin dikelola oleh otoritas Arab Saudi dan berlaku untuk semua negara. Sementara pada terminal Mahbas Jin dan Syib Amir, PPIH dapat menyiapkan sekaligus mengelola sendiri armadanya. Karena itu, disiapkan juga bus ramah lansia pada rute terminal Ajyad (Misfalah) dan Syib Amir (Jarwal, Raudhah, dan Syisah).

    Saksikan live streaming program-program BTV di sini

    "Alhamdulillah, semua rute di Syib Amir dan Ajyad sudah tersedia bus ramah lansia. Adapun rute terminal Mahbas Jin, ini merupakan jalur internasional. Bus pada jalur ini digunakan juga secara bersama-sama oleh jemaah dari berbagai negara," jelasnya.

    Upaya keempat dalam mewujudkan haji ramah lansia adalah menyediakan ruang tunggu khusus dan menyusun skema penempatan jemaah lansia di hotel. PPIH telah menyusun prosedur pelayanan di hotel jemaah, antara lain menyiapkan lobby dan lift prioritas lansia. Sejumlah stiker yang berisi informasi seputar lansia juga ditempatkan pada banyak titik di hotel jemaah.

    Kelima, mengurangi kegiatan seremonial di embarkasi. Hal ini penting dilakukan untuk agar jemaah tidak kelelahan oleh kegiatan yang semata bersifat seremonial.

    Keenam, menggelar bimbingan teknis bagi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dengan penekanan pada semangat Haji Ramah Lansia.

    “Selain penguatan bimtek, tahun ini juga dilakukan penambahan petugas yang disiapkan secara khusus untuk melayani lansia. Ada Bidang Layanan Lansia dalam struktur PPIH. Selain itu, petugas pada sektor khusus Masjid Nabawi dan Masjidil Haram ditambah. Demikian juga dengan tim Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah atau PKP3JH,” sebut Subhan.

    Ketujuh, mengedukasi jemaah lansia agar tidak memaksakan diri dan memberikan pemahaman tentang berbagai alternatif kemudahan dalam ibadah haji.

    Kedelapan, melibatkan jemaah haji lainnya untuk meningkatkan kepedulian terhadap jemaah lansia. Kepedulian antar jemaah adalah kunci.

    Kesembilan, menjalin sinergi lintas pihak dalam penyediaan kursi roda. Kursi roda menjadi sarana penting bagi lansia. Sebab, salah satu tantangan utama lansia ada pada mobilitas. Tidak jarang, para petugas harus menggendong mereka untuk sekedar berjalan dari satu tempat ke tempat lainnya.

    Saksikan live streaming program-program BTV di sini

    Komentar
    Additional JS