0
News
    Update Haji
    Home Featured Haji Haji Wada Pilihan

    Haji Wada, Kisah Ibadah Haji Satu-satunya yang Dilakukan Rasulullah SAW By BeritaSatu

    5 min read

    Haji Wada, Kisah Ibadah Haji Satu-satunya yang Dilakukan Rasulullah SAW

    By BeritaSatu.com
    beritasatu.com
    June 5, 2023
    Ilustrasi perjalanan haji wada Rasulullah SAW.
    Ilustrasi perjalanan haji wada Rasulullah SAW.

    Jakarta, Beritasatu.com - Haji wada, yang dikenal juga sebagai “haji terakhir”, merupakan satu-satunya perjalanan ibadah haji yang dilakukan oleh Rasulullah SAW selama hidupnya. Pertanyaannya, apa yang dimaksud dengan haji wada? Lalu bagaimana kisah haji wada yang dilakukan Rasulullah ini?

    Haji wada artinya haji perpisahan. Pasalnya ini haji pertama dan terakhir Rasulullah. Rasulullah SAW sepanjang hidupnya hanya sekali menjalankan ibadah haji di Kota Mekkah, yang mana dilaksanakan pada tahun 632 M.

    Lewat ibadah haji tersebut Rasulullah mengajak para umat Muslim untuk bergabung mengikutinya agar mengetahui bagaimana tata cara pelaksanaan ibadah haji. Pelaksanaan haji wada dilakukan karena Rasulullah sudah menyadari bahwa usia hidupnya di dunia akan segera berakhir, sehingga dia berinisiatif mengajak seluruh umat Muslim untuk menjalankan ibadah haji sambil menjelaskan bagaimana pelaksanaan ibadah haji sesuai dengan syariat.

    Kisah Haji Wada
    Rasulullah SAW bersama para istri, anak-anak, dan ratusan ribu kaum Muslim mulai melakukan perjalanan haji wada pada tanggal 25 Dzulqa’dah, tahun 11 Hijriah. Ibadah haji tersebut diperkirakan diikuti oleh 114.000 umat Muslim yang berasal dari berbagai wilayah yang sudah dikuasai Islam.

    Rasulullah mempersiapkan ibadah haji wada ini dengan sangat mendetail, sampai-sampai menghabiskan delapan hari perjalanan sambil melakukan manasik per manasik yang mencontohkan rukun-rukun dalam ibadah haji. Perjalanan selama delapan hari ini menggambarkan bagaimana Rasulullah sangat menikmati perjalanan ibadahnya tersebut.

    Sesampainya di Dzulhulaifah (Miqat), para jemaah haji mengganti pakaian mereka dengan dengan sehelai izar dan sehelai rida. Di masa kini pakaian tersebut dikenal dengan nama pakaian ihram.

    Setelah umat Muslim selesai mengganti pakaiannya, mereka diperintahkan membaca talbiyah yang bunyinya sebagai berikut:

    لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ لاَ شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيكَ لَكَ

    Artinya: "Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan kerajaan bagi-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu."

    Setelah selesai dengan ihram dan Miqatnya, kemudian Rasulullah bersama kaum Muslim lainnya melakukan wukuf di Padang Arafah. Sambil melakukan wukuf, Rasulullah kemudian berkhotbah di hadapan kaum Muslim. Khotbah tersebut kemudian dikenal sebagai pidato terakhir yang sangat mengharukan dari Rasulullah di hadapan para pengikutnya.

    Wahai sekalian manusia, dengarkan perkataanku! Aku belum tahu secara pasti, boleh jadi aku tidak akan bertemu kalian lagi setelah tahun ini dengan kondisi seperti ini”.

    Lewat pidato yang dilakukannya di hadapan kaum Muslimin, Rasulullah memberikan sinyal bahwa usia hidupnya sudah tidak lama lagi. Mendengar ucapan Rasulullah, para jemaah haji sontak menangis.

    Saksikan live streaming program-program BTV di sini

    Setelah selesai dengan pidatonya, kemudian turunlah wahyu terakhir dari Allah yang memperkuat kemungkinan bahwa umur Rasulullah SAW di alam dunia akan berakhir. Wahyu tersebut merupakan Al-Qur’an Surat Al-Maidah ayat 3 yang berbunyi:

    Lafaz Arab

    حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيْرِ وَمَآ اُهِلَّ لِغَيْرِ اللّٰهِ بِهٖ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوْذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيْحَةُ وَمَآ اَكَلَ السَّبُعُ اِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْۗ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ وَاَنْ تَسْتَقْسِمُوْا بِالْاَزْلَامِۗ ذٰلِكُمْ فِسْقٌۗ اَلْيَوْمَ يَىِٕسَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ دِيْنِكُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِۗ اَلْيَوْمَ اَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَاَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمُ الْاِسْلَامَ دِيْنًاۗ فَمَنِ اضْطُرَّ فِيْ مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِّاِثْمٍۙ فَاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

    Arab Latin: Hurrimat 'alaikumul-maitatu wad-damu wa laḥmul-khinzīri wa mā uhilla ligairillāhi bihī wal-munkhaniqatu wal-mauqụżatu wal-mutaraddiyatu wan-naṭīḥatu wa mā akalas-sabu'u illā mā żakkaitum, wa mā żubiḥa 'alan-nuṣubi wa an tastaqsimụ bil-azlām, żālikum fisq, al-yauma ya'isallażīna kafarụ min dīnikum fa lā takhsyauhum wakhsyaụn, al-yauma akmaltu lakum dīnakum wa atmamtu 'alaikum ni'matī wa raḍītu lakumul-islāma dīnā, fa maniḍṭurra fī makhmaṣatin gaira mutajānifil li'iṡmin fa innallāha gafụrur raḥīm.

    Artinya: "Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih bukan atas (nama) Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu sembelih. Dan (diharamkan pula) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan pula) mengundi nasib dengan azlam (anak panah), (karena) itu suatu perbuatan fasik. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu. Tetapi barangsiapa terpaksa karena lapar, bukan karena ingin berbuat dosa, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."

    Lewat ayat ini Allah menjelaskan bahwa Islam yang disebarkan oleh Rasulullah sudah sempurna, dan tugas Rasulullah untuk menyebarkan syariat Islam di dunia sudah selesai, yang mana semakin memperkuat dugaan bahwa umur Rasulullah tidak lama lagi. Empat bulan setelah pelaksanaan haji wada, Rasulullah menghembuskan napas terakhirnya pada 12 Rabiul Awwal, tahun 11 Hijriah pada usia 63 tahun.

    Itulah sekilas mengenai kisah perjalanan haji wada, satu-satunya ibadah haji yang dilakukan oleh Rasulullah SAW.

    Saksikan live streaming program-program BTV di sini

    Komentar
    Additional JS