Jarang Diketahui, Ini Keistimewaan Orang yang Wafat di Makkah Saat Ibadah Haji - Beritasatu
Jarang Diketahui, Ini Keistimewaan Orang yang Wafat di Makkah Saat Ibadah Haji

Jakarta, Beritasatu.com – Ribuan umat Islam dari seluruh penjuru dunia mulai memadati kota suci Makkah untuk melaksanakan ibadah haji. Kendati demikian, dalam pelaksanaan ibadah haji, ada yang ditakdirkan meninggal dunia di Makkah. Lantas, apa keistimewaan orang yang meninggal di Makkah saat sedang ibadah haji?
Beberapa kasus wafatnya jemaah saat pelaksanaan haji merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindari. Hal ini mengingat jemaah yang datang terdiri dari ragam usia. Di samping itu juga, jemaah dari negara lain harus menyesuaikan kondisi iklim Arab Saudi dengan negara asal mereka.
Berkenaan dengan hal ini, Rasulullah pernah bersabda terkait keutamaan wafatnya seseorang saat melaksanakan haji di Makkah sebagai berikut.
Dibangkitkan dalam Keadaan Bertalbiyah
Salah satu keutamaan orang yang meninggal saat menunaikan ibadah haji di Makkah adalah di hari Kiamat nanti ia akan dibangkitkan dalam keadaan bertalbiyah. Perlu diketahui bahwa, dalam pelaksanaan haji dan umrah, talbiyah merupakan suatu pernyataan ketaatan kepada Allah dengan memenuhi panggilan-Nya seraya mengucapkan berkali-kali dan sebanyak-banyaknya kalimat berikut:
Lafaz Arab
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ
Arab Latin: Labbaikallahumma labbaik, labbaika la syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni'mata laka wal mulk. La syarika laka.
Artinya: “Aku datang memenuhi panggilan-Mu Ya Allah, aku datang memenuhi panggilanMu, aku datang memenuhi panggilanMu, tidak ada sekutu bagi-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, kemuliaan dan segenap kekuasaan adalah milik-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu”
Wafat saat haji di Makkah akan dibangkitkan dalam keadaan bertalbiyah dijelaskan dalam hadis riwayat sebagai berikut. Rasulullah bersabda:
Artinya: “Dari Sa'id bin Jubair dari Ibnu 'Abbas radhiallahu'anhum berkata, “Ada seorang laki-laki ketika sedang wukuf di 'Arafah terjatuh dari hewan tunggangannya sehingga ia terinjak" atau dia Ibnu 'Abbas radhiallahu'anhuma berkata, “Hingga orang itu mati seketika." Kemudian Nabi Muhammad SAW berkata, Mandikanlah dia dengan air yang dicampur daun bidara dan kafanilah dengan dua helai kain dan janganlah diberi wewangian dan jangan pula diberi tutup kepala (sorban) karena dia nanti akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan bertalbiyah." (HR Bukhari).
Dibangkitkan dalam Keadaan Ihram
Selain itu, keistimewaan meninggal saat haji juga akan dibangkitkan dalam keadaan ihram. Sedikit informasi, ihram adalah waktu yang dimaksudkan untuk membersihkan diri secara spiritual dan menghilangkan segala bentuk kejahatan dan sifat buruk. Wafat dalam keadaan ihram saat haji tertuang dalam hadis berikut.
Artinya: "Dari Sa'id bin Jubair dari Ibnu Abbas radhiallahu'anhuma, bahwa seorang laki-laki sedang melakukan ihram bersama Rasulullah SAW, lalu lehernya patah karena terjatuh dari Untanya hingga ia meninggal seketika. Maka Rasulullah SAW pun bersabda, "Mandikanlah jenazahnya dengan air campuran daun bidara. Kemudian kafanilah ia kainnya, dan jangan kalian memakaikannya wewangian, dan jangan pula mengenakan sorban di kepalanya, karena ia akan dibangkitkan pada hari kiamat kelak dalam keadaan Ihram." (HR. Muslim).
Meninggal di Kota yang Rasulullah Cintai
Sepanjang sejarah umat manusia, tidak ada satupun kota di dunia sesuci kota Makkah yang tiada pernah berhenti diziarahi oleh umat manusia hingga hari kiamat. Di kota ini pula berdiri tegak Masjidil Haram yang tercatat beribadah di dalamnya lebih utama dibandingkan 100.000 kali lipat dibandingkan masjid lain.
Dalam salah satu Hadis yang diriwayatkan dari Abdurrahman bin Ali bin al-Hamra, dia mendengar Rasulullah bersabda sebagai berikut:
Artinya: “Demi Allah, sesungguhnya engkau (Makkah) adalah bumi Allah yang paling baik dan tanah yang paling dicintai Allah. Andaikan aku tidak diusir darimu, niscaya aku tidak akan keluar meninggalkanmu.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)
Demikianlah tiga keistimewaan orang yang meninggal di Makkah. Sejatinya perihal maut, tidak ada satu manusiapun yang mengetahuinya. Akan tetapi, semoga kita semua kembali dan dikembalikan dalam keadaan husnul khatimah.
Saksikan live streaming program-program BTV di sini
BERITA TERKAIT

Menko PMK: Pelaksanaan, Pelayanan dan Fasilitas Ibadah Haji Tahun Ini Cukup Baik

Cuaca di Madinah Panas Diselingi Hujan, Jemaah Haji Perlu Waspadai Ini

PPIH Embarkasi Surabaya Membantah Ada 26 Calon Jemaah Haji Gagal Berangkat karena Masalah Visa

Jokowi Minta Jemaah Manfaatkan Kesempatan Langka untuk Ibadah

2 Jemaah Haji Asal Embarkasi Surabaya Tertunda Keberangkatannya ke Tanah Suci

Tiba di Makkah dari Madinah, Jemaah Langsung Umrah di Masjidil Haram
BERITA TERKINI

BPOM: Hati-hati Beli Online, Obat Ilegal Justru Bisa Menjadi Racun

Butuh Modal Akuisisi Chitose Internasional, Trisula International Gelar Rights Issue

Lirik Lagu Always Daniel Caesar Beserta Terjemahannya

BEI Minta Waskita dan Wika Beri Penjelasan Soal Laporan Keuangan Fiktif

Forum Kapnas III Jadi Wadah Komunikasi Pengembangan Energi di Indonesia Timur

Apple Rilis iOS 17, iPhone 8 dan iPhone X Jadi Ketinggalan Zaman

Catat! Ini 10 Tanda Cowok Naksir Kita Diam-diam

Kereta Cepat Bakal Melesat "Senyap" ke Bandung, Begini Kesiapan Stasiunnya

Xiaomi Siap Rilis Ponsel Lipat untuk Bersaing dengan Samsung dan Motorola

Bacaleg 2024, PAN Komitmen Berikan Kader Terbaik untuk Rakyat

B-FILES
