Jelang Iduladha, Konsumsi Daging Indonesia Ternyata Masih Setara Ethiopia By BeritaSatu
Jelang Iduladha, Konsumsi Daging Indonesia Ternyata Masih Setara Ethiopia
:extract_focal()/https%3A%2F%2Fimg2.beritasatu.com%2Fcache%2Fberitasatu%2F960x620-3%2F1649083622.jpg)
Jakarta, Beritasatu.com - Momen Iduladha menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk meningkatkan konsumsi daging per kapita yang masih di bawah rata-rata dunia.
Menurut data Peternakan dalam Angka yang dibuat Badan Pusat Statistik (BPS), konsumsi daging sapi dan kerbau per kapita di Indonesia pada tahun 2022 diperkirakan sekitar 2,5 kilogram atau sebesar 695.390 ton dengan jumlah penduduk sekitar 274,86 juta jiwa. Menurut data Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), konsumsi daging dunia rata-rata sebesar 6,3 kilogram per kapita.
Membandingkan data BPS dengan data OECD, konsumsi daging Indonesia setara dengan Ethiopia dan di bawah Filipina dengan konsumsi 3,2 kilogram. Argentina adalah negara dengan konsumsi daging terbesar 36,9 kilogram per kapita, disusul AS 25,3 kilogram, dan Brasil 24,6 kilogram. India (0,5 kilogram), Thailand (1,3 kilogram), dan Nigeria (1,5 kilogram) memiliki konsumsi yang lebih rendah dari Indonesia.
:extract_focal()/https%3A%2F%2Fimg.beritasatu.com%2Fberitasatu%2Foriginal%2F2023%2F06%2F1687322572-870x529.webp)
Berdasarkan provinsi, DKI Jakarta tetap menempati urutan tertinggi dengan tingkat konsumsi 6,10 kg per kapita selama setahun, diikuti oleh provinsi Nusa Tenggara Barat dengan tingkat konsumsi sebesar 4,06 kg per kapita selama setahun. Pada tahun 2022, konsumsi daging sapi dan kerbau di Jawa Barat dan Jawa Timur kebetulan sama yakni sebesar 3,30 kg per kapita selama setahun.
Konsumsi terendah ada di Provinsi Sumatera Utara dengan 0,67 kilogram per kapita, Maluku 0,75 kilogram per kapita, Sulawesi Barat 0,83 kiogram dan Papua 0,88 kilogram.
Saksikan live streaming program-program BTV di sini
Hal ini tidak lepas dari tingkat daya beli masyarakat akan daging sapi dan kerbau yang jauh lebih tinggi di Pulau Jawa dibandingkan pulau-pulau lain di Indonesia, serta ketersediaan daging sapi dan kerbau pada Pulau Bali dan Nusa Tenggara
Pada tahun 2022, ketersediaan daging sapi dan kerbau di Indonesia masih mengalami defisit sebesar 258,69 ribu ton. Defisit ini disebabkan oleh lebih rendahnya produksi daging sapi dan kerbau yakni sebesar 436,70 ribu ton dibandingkan dengan kebutuhan akan daging sapi dan kerbau itu sendiri sebesar 695,39 ribu ton
Defisit tertinggi terjadi di pulau dengan penduduk terpadat yaitu pulau Jawa. Produksi daging sapi dan kerbau yang hanya sebesar 258,17 ribu ton ternyata tidak mampu memenuhi permintaan konsumen akan daging sapi dan kerbau sebanyak 500,43 ribu ton, sehingga terjadi defisit sebesar 242,26 ribu ton.
Sementara, Pulau Sulawesi dan Bali dan Nusa Tenggara justru mengalami surplus masing-masing sebesar 3,57 ribu ton dan 18,36 ribu ton. Hal ini dapat terjadi mengingat pulau-pulau tersebut merupakan sentra produksi daging sapi dan kerbau di Indonesia.
Pengeluaran bulanan untuk daging juga masih rendah. Data Susenas BPS Maret 2022 menunjukkan rata-rata pengeluaran bulanan rumah tangga di Indonesia sebesar Rp 1.327.782. Dari jumlah itu, sekitar 5% atau Rp 35.284 dialokasikan untuk daging, di bawah alokasi untuk rokok Rp 82.183 dan makanan dan minuman jadi Rp 207.650.
Saksikan live streaming program-program BTV di sini