Jemaah Haji Jangan Tertipu Petugas Gadungan di Masjidil Haram By BeritaSatu
Jemaah Haji Jangan Tertipu Petugas Gadungan di Masjidil Haram
:extract_focal()/https%3A%2F%2Fimg2.beritasatu.com%2Fcache%2Fberitasatu%2F960x620-3%2F2023%2F06%2F1686157600-1600x1200.webp)
Makkah, Beritasatu.com - Empat jemaah haji lanjut usia (lansia) Indonesia mengalami kejadian tidak mengenakkan ketika dihentikan petugas Masjidil Haram saat sedang tawaf. Mereka tidak tahu, telah menggunakan jasa pendorong kursi ilegal.
Kepala Bidang Perlindungan Jemaah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Harun Al Rasyid, mengingatkan jemaah untuk tidak mudah percaya kepada oknum-oknum yang mengaku sebagai petugas.
Harun menyebut, petugas gadungan dengan berpakaian ihram memakai ciri-ciri dengan gelang seperti petugas lalu menawarkan berbagai layanan dengan iming-iming kemudahan ibadah.
Tawaran mendorong kursi roda paling banyak terjadi, terutama kepada para jemaah lansia yang hendak melaksanakan tawaf dan sai.
"Gunakan jasa kursi dorong yang telah disiapkan oleh pihak Masjidil Haram. Tandanya mereka memakai rompi," pesan Harun di Makkah, Selasa (6/6/2023).
Dia meminta jangan mengambil jasa dorong yang bukan resmi dari keamanan Arab Saudi atau Masjidil Haram.
Sebelumnya, empat jemaah Indonesia asal embarkasi Jakarta-Pondok Gede ditinggal kabur empat petugas pendorong kursi roda di Masjidil Haram, pada Minggu (4/6).
Beruntung, ada petugas PPIH Arab Saudi dari layanan perlindungan jemaah yang membantu. Setelah berdiskusi dengan petugas Masjidil Haram dan diberikan penjelasan, keempat jemaah itu akhirnya diizinkan melanjutkan tawaf. Mereka kemudian menggunakan jasa kursi roda resmi yang disediakan Masjidil Haram.
Selain kursi roda, Masjidil Haram juga menyediakan jasa penyewaan skuter listrik yang berlokasi di lantai atas. Ada jalur khusus yang disediakan jemaah yang akan tawaf dan sai menggunakan skuter dan kursi roda.
Saksikan live streaming program-program BTV di sini