Kisah Pengangon Bebek Naik Haji, Sabar Menabung 18 Tahun By BeritaSatu
Kisah Pengangon Bebek Naik Haji, Sabar Menabung 18 Tahun
:extract_focal()/https%3A%2F%2Fimg2.beritasatu.com%2Fcache%2Fberitasatu%2F960x620-3%2F2023%2F06%2F1686103132-828x462.webp)
Lumajang, Beritasatu.com - Kesabaran pengangon bebek, Surip (67) menunggu antrean calon jemaah haji, akhirnya berbuah manis. Setelah menunggu belasan tahun, Surip merasa bersyukur bisa berangkat haji bersama sang istri pada tahun ini.
Setelah menabung selama 18 tahun, akhirnya Surip bersama sang istri Ro’idah (64), warga Desa Labruk Lor, Kecamatan/Kabupaten Lumajang akhirnya bisa pergi haji. Pasangan suami istri ini dijadwalkan berangkat haji pada 10 Juni 2023 mendatang.
Pria yang akrab disapa mbah Surip ini, sehari-hari berprofesi sebagai pengangon bebek. Mbah Surip merasa lega hasil menabung selama 18 tahun akhirnya berbuah manis. Keduanya mulai menabung untuk pergi haji sejak tahun 2005.
"Nabung dari tahun 2005. Daftar tahun 2011, setelah 12 tahun akhirnya bisa berangkat,” kata mbah Surip saat ditemui Beritasatu.com, Selasa (6/6/2023).
Setiap harinya, mbah Surip menyisihkan pendapatan dari hasil angon bebek. Setiap pagi, dirinya berangkat keluar rumah untuk mengangon bebek di sawah.
Pria dengan 5 anak ini mendatangi lahan sawah yang sudah dipanen sebagai tempat mengangon bebek. Ia berangkat dari jam 7 pagi dan pulang ketika menjelang petang.
"Uangnya dari hasil angon bebek. Kalau ngangon biasanya ke sawah. Pernah dulu sampai daerah dekat Gunung Semeru buat cari tempat angon,” kata mbah Surip.
Saksikan live streaming program-program BTV di sini
Ratusan bebek yang digembalakan itu setiap harinya menghasilkan telur. Telur bebek tersebut, kemudian dijual ke tengkulak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Meski penghasilannya tak menentu, namun impiannya untuk berhaji sangat tinggi. Hasil dari penjualan telur bebek yang diangon Surip itu sedikit demi sedikit dikumpulkannya mulai dari Rp 10.000 hingga Rp 40.000 per hari.
Hingga pada akhirnya, tahun 2011 tabungan Surip dirasa cukup untuk mendaftar haji. Setelah ikhlas menunggu selama 12 tahun, akhirnya pasangan suami istri itu akhirnya masuk dalam kuota calon jemaah haji Kabupaten Lumajang.
"Alhamdulillah, senang akhirnya bisa dipanggil untuk berangkat haji. Meskipun sudah tua begini, tapi alhamdulillah kami masih semangat,” ujarnya.
Kini, ratusan bebek milik mbah Surip sebagian besar telah dijual. Hal itu dilakukan lantaran dirinya khawatir saat pergi haji tidak ada yang mengurus bebek-bebeknya itu. Mbah Surip sendiri berencana bakal mengangon bebek kembali setelah pulang dari tanah suci.
Saksikan live streaming program-program BTV di sini