0
News
    Update Haji
    Home Featured Haji Mekkah Pilihan

    Makkah Padat, Jemaah Diimbau Saving Tenaga untuk Puncak Haji By BeritaSatu

    3 min read

     

    Makkah Padat, Jemaah Diimbau Saving Tenaga untuk Puncak Haji

    By BeritaSatu.com
    beritasatu.com
    June 5, 2023
    Menjelang puncak haji, jemaah dari berbagai negara dunia termasuk Indonesia sudah memadati Makkah Al Mukarromah, Kamis 16 Juni 2023.
    Menjelang puncak haji, jemaah dari berbagai negara dunia termasuk Indonesia sudah memadati Makkah Al Mukarromah, Kamis 16 Juni 2023.

    Jeddah, Beritasatu. com - Menjelang puncak haji, jemaah dari berbagai negara dunia termasuk Indonesia sudah memadati Makkah Al Mukarromah. Kepadatan bahkan sudah terlihat dari Bandara Internasional King Abdul Azis (KAAIA) Jeddah.

    Direktur Bina Haji Kementerian Agama (Kemenag) Arsad Hidayat, mengimbau kepada jemaah haji Indonesia untuk menjaga kondisi kesehatan kesehatan agar bisa melaksanakan rangkaian rukun dan wajib haji.

    "Seiring mendekati puncak haji, tingkat kepadatan (jemaah, red) semakin tinggi, maka kami sarankan jemaah untuk tidak terlalu banyak aktivitas, kita saving tenaga supaya punya tenaga cukup untuk melaksanakan puncak haji. Jangan sampai nanti pada saat pelaksanaan wukuf kita drop karena kita salah pasang strategi," ujar Arsad di Bandara King Abdul Azis International Airport (KAAIA) di Jeddah, Rabu (14/6/2023).

    Arsad yang juga Pengendali Teknis Bimbingan Jemaah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyarankan, bila jemaah haji merasa kurang fit, lebih baik melaksanakan aktivitas ibadah di hotel atau di masjid-masjid yang terdekat dengan jemaah haji tersebut.

    Arsad mengatakan, untuk menekan angka kematian jemaah haji, PPIH akan mencoba mendekatkan pelayanan kesehatan kepada jemaah melalui layanan satelit yang ada di hotel.

    "Jadi bukan lagi di sektor ya, sektor kan terdiri dari beberapa hotel. Nah sekarang kita buka di setiap hotel. Mereka (jemaah) turun dari kamar ke lantai paling bawah ada di situ layanan satelit. Mereka bisa sekedar memeriksa tensi setelah pulang dari masjid," papar Arsad.

    Badal Haji
    Untuk jemaah haji yang meninggal sebelum puncak haji, akan dibadalkan oleh pemerintah. "Kita dari pemerintah menyiapkan nanti siapa yang berhak untuk mendapatkan badal haji," ujarnya.

    Adapun jemaah yang berhak mendapatkan badal haji, yakni mereka yang meninggal dunia setelah masuk asrama haji sampai menjelang pelaksanaan wukuf.

    Jemaah lainnya yang berhak mendapatkan badal haji yakni mereka yang sakit. "Kondisinya mungkin lumayan cukup parah, sehingga dia tidak bisa dimobilisasi. Nah itu bisa juga masuk kategori (dapat badal haji)," jelas Arsad.

    Dia mencontohkan orang-orang yang dirawat di rumah sakit, yang kalau di copot alatnya (infusnya) bisa terjadi kondisi fatal. Sedangkan untuk jemaah yang demensia, akan dilihat kondisinya.

    Saksikan live streaming program-program BTV di sini

    Komentar
    Additional JS