Pesawat Sudah di Madinah, Abah Juhani Calon Jemaah Haji Minta Turun, Ingat Ayam Belum Dipakani - Tribunnews
Pesawat Sudah di Madinah, Abah Juhani Calon Jemaah Haji Minta Turun, Ingat Ayam Belum Dipakani
:extract_focal()/https%3A%2F%2Fcdn-2.tstatic.net%2Fjatim%2Ffoto%2Fbank%2Fimages%2FAbah-Juhani-minta-turun-dari-pesawat-karena-mau-beri-makan-ayamnya-di-rumah.jpg)
Pasalnya Abah Juhani mendadak minta turun dari pesawat yang membawanya ke Tanah Suci untuk ibadah haji.
Rupanya Abah Juhani minta turun karena teringat ayamnya di rumah yang belum dipakani.
Momen lucu ini dibagikan oleh akun Facebook Yuyud Aspiyudin pada Selasa (30/5/2023).
Dalam video tersebut tampak seorang calon jemaah haji pria berusia lanjut.
Calon jemaah haji bernama Juhani tersebut tiba-tiba ingat ayamnya yang ada di Majalengka.
Ia pun berdiri dan meminta untuk turun dulu karena ia ingin memberi makan ayamnya di rumah.
Padahal saat itu posisi pesawat sudah mau mendarat di Madinah.
Melansir Tribun Jateng, seorang pramugari pun berusaha membantu Abah Juhani.
Namun pramugari tersebut hanya tersenyum karena tak paham dengan bahasa Abah Juhani.
Sontak aksi Abah Juhani ini pun membuat penumpang seisi pesawat tertawa.
Bahkan sang pramugri ikut tertawa dan meminta foto bersama dengan Abah Juhani.
"Saya Video langsung, Abah Juhani jamaah Haji kloter 1 Majalengka.
Usia 95 tahun tapi tetap semangat walaupun di pesawat beliau minta turun dulu katanya ingin ngasih makan dulu ayamnya..
Semangat dan selalu tersenyum.," tulis pengunggah video.
Video Abah Juhani ini pun mendapat banyak komentar dari para netizen.
@rachmadalfatiih "Masyallah ayam sudah Allah yang jaga mbah insyallah aman sehat terus mbah sampai di baitullah."
@bodoh.manusia "Mbah ini semacam ngingatkan kita tentang apa yang dinamakan tanggungjawab, apalagi mbahnya yang melihara."
@bryangivan_ "Semoga dapat dipertemukan kembali dengan Ayam kesayangannya ya kek. Sehat dan bahagia selalu. Insya Allah nyusul bareng sama netizen yg lainnya. Aamiin"
@myldasaraswati "calon jamaah haji yg usia nya sampai diatas 70an, itu krn emang antrian kuota haji nya sampe nunggu bertahun2 lamanya jadi pas saatnya berangkat udah tua banget. atau gimana yaa ?"
Tak hanya ingat dengan ayamnya di rumah, Abah Juhani juga sempat lupa dimana paspornya.
Sehingga beliau sempat terhambat saat masuk Madinah.
Beruntung paspornya bisa ditemukan dan berhasil masuk ke Madinah.
Di bandara Madinah, Abah Juhani juga diajak berfoto oleh petugas sana.
Abah Juhani sendiri merupakan calon jemaah haji kloter 1 dari Majalengka.
Meskipun usianya sudah mencapai 95 tahun, namun Abah Juhani tetap semangat melaksanakan ibadah haji.
Sementara itu kisah pengangon bebek yang naik haji usai menabung selama puluhan tahun juga menarik.
Warga Desa Labruk Kidul, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, tersebut bernama Surip (67).
Surip berangkat haji bersama istrinya, Roidah (64).
Keduanya dijadwalkan berangkat pada 10 Juni 2023 dan menjadi bagian dari 800 lebih jemaah haji asal Lumajang yang berangkat ke Arab Saudi sana.
"Tetap sampai saat ini tidak menyangka bisa berhasil berangkat haji dari hasil menabung selama puluhan tahun."
Surip bercerita, sejak puluhan tahun silam, ia memang memimpikan dapat pergi haji suatu saat kelak.
Bermodalkan kesabaran dan hidup hemat, ia menyisihkan uang seadanya untuk ditabung.
Pria beranak lima ini menabung sedikit demi sedikit, yakni mulai dari Rp10 ribu per hari.
"Ada saja rezeki untuk menabung buat impian saya naik haji."
"Saya memang sudah niat untuk bisa berangkat, jadi ada saja jalan (untuk meraihnya)," papar pria murah senyum tersebut.
Pria lanjut usia ini menjelaskan jika ia bersama sang istri akhirnya mendaftar haji pada tahun 2011 dengan uang hasil tabungan.
Kala itu uang pendaftaran pelunasan haji masih Rp25 juta per orang.
Selama menabung, ia tidak masalah dengan hidup berhemat.
Sejatinya Surip beserta sang istri berangkat pada tahun 2020.
Namun karena pandemi melanda, keberangkatannya diundur hingga 2023.
"Saya penghasilan juga tidak menentu, bebek ini saya angon juga untuk dijual telurnya."
"Sehari ya dapat kira-kira Rp70 ribu, rata-rata segitu."
"Istri saya ini yang jual telurnya dijadikan telur asin," paparnya.
:extract_focal()/https%3A%2F%2Ft-2.tstatic.net%2Fjatim%2Ffoto%2Fbank%2Fimages%2FKesabaran-Surip-67-warga-Desa-Labruk-Kidul-Kecamatan-Sumbersuko-Kabupaten-Lumajang.jpg)
Surip sudah memilihara bebek sejak 50 tahun silam.
Pria asli Lumajang ini beternak bebek dengan melepaskannya di sawah.
Ia mengenang dahulu bisa memiliki bebek hingga 1.000 ekor.
Kata dia, beternak bebek di sawah lebih mudah.
Surip tak perlu memberi makan karena membiarkan bebeknya mencari makan sendiri di sawah.
Terakhir ia menjual sebagian bebek miliknya untuk menambah uang saku pergi haji.
"Kini punya sekitar 50 ekor bebek, ada yang saya jual. Sebenarnya sama anak-anak sudah dilarang pergi angon bebek, suruh istirahat katanya."
"Namun, saya tidak bisa diam, tiap hari masih lihat bebek," ujar pria dengan enam cucu ini.
Kini Surip bersama sang istri sehari-hari berfokus menjalani bimbingan haji yang diseleranggarakan KBIH yang ia ikuti.
Perasaan Surip saat ini sangat senang karena sebentar lagi berangkat haji untuk pertama kalinya.
"Yang penting sabar dan yakin bisa mencapai sesuatu, yang pertama yakin saja, insyaallah ada jalan," pesannya.