Tinjau Tenda Mina, Menag Minta Tiga Hal Ini By BeritaSatu
Tinjau Tenda Mina, Menag Minta Tiga Hal Ini
:extract_focal()/https%3A%2F%2Fimg2.beritasatu.com%2Fcache%2Fberitasatu%2F960x620-3%2F2023%2F06%2F1687347777-1024x683.webp)
Makkah, Beritasatu.com - Setelah Selasa (20/6/2023) meninjau fasilitas jemaah haji di Arafah, Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas, Rabu (21/6/2023) mengecek kesiapan fasilitas di Mina.
Ada tiga permintaan kepada pihak Masyariq. Pertama, Menag meminta pendingin ruangan (air conditioner/AC) di tenda klinik kesehatan ditambah.
Saat meninjau tenda klinik kesehatan, Gus Men-sapaan Menag- merasakan suhu di tenda masih terlampau panas. Ia khawatir itu akan membuat jemaah yang menjadi pasien tidak nyaman.
"Saya tadi minta ditambahkan pendingin di klinik supaya lebih nyaman. Disanggupi oleh pihak Masyariq. Jadi tadi sudah menyampaikan akan memberikan tambahan standing AC, biar lebih terasa dinginnya khususnya di klinik, lebih nyaman," ujar Gus Men kepada tim Media Center Haji, di Sektor Asia Tenggara, Makkah, Rabu (21/6/2023).
Masyariq atau Motawifs Pilgrims for South-East Asia Countries Company adalah perusahaan pelayanan haji dan umrah yang bermarkas di Makkah, Arab Saudi. Perusahaan tersebut menyediakan layanan bagi jemaah haji ketika di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina).
Permintaan kedua kepada Masyariq, soal fasilitas penunjang klinik kesehatan. Menurut Gus Men, harus diantisipasi kebutuhan daya listrik untuk ventilator atau mesin alat bantu pernapasan. Oleh karena itu pasokan daya listrik ke tenda klinik kesehatan perlu ditambah.
Ketiga, Gus Men minta agar blower-blower pendingin di tenda tidak mengarah ke bawah.
"Karena tahun lalu banyak jemaah kita di Mina ini merasa tidak nyaman, masuk angin karena blower-nya mengarah ke bawah," ungkap Gus Men.
Pada kesempatan itu, Menag mengapresiasi pihak Masyariq atas peningkatan fasilitas-fasilitas di Arafah maupun Mina. Salah satu yang menurut dia paling penting adalah penambahan toilet sekitar 28 unit per maktab.
Hal itu, lanjut Menag, akan memperpendek antrean jemaah yang akan ingin menggunakan toilet.
"Tempat wudunya juga sudah bagus, tinggal bagaimana panduan pemakaian ke para jemaah nanti. Kemudian saya juga melihat untuk penyandang disabilitas juga sudah ada akses dan toilet khusus," tutur Menag.
Saksikan live streaming program-program BTV di sini
Barang Bawaan
Sebelum kunjungan Menag, di hari yang sama, perwakilan kloter 6 sampai dengan 13 embarkasi Medan Kualanamu (KNO) juga meninjau maktab mereka di Mina.
Mereka sempat menyampaikan catatan soal kekurangan kasur. Selain itu, ruang di tenda dinilai terlalu sempit hingga akan menyulitkan jemaah membawa barang bawaan.
Dalam menanggapi keluhan jemaah tersebut, Menag menekankan luasan per jemaah di tenda-tenda Arafah maupun Mina sudah melalui kajian. Ia pun berpesan jemaah tidak banyak membawa barang.
"Kita minta jemaah enggak usah banyak-banyak barang nanti, ngapain juga bawa banyak-banyak barang. Secukupnya saja yang dibutuhkan yang dibawa. Jadi tidak perlu ada space khusus menaruh barang-barang," tandas Menag.
Gus Men pun kembali mengingatkan jemaah agar menjaga kesehatan dan beristirahat menjelang prosesi puncak haji yang tinggal kurang dari sepekan lagi.
Jemaah diimbau tidak menghabiskan energi untuk melakukan ibadah-ibadah sunnah, sedangkan yang wajib, yakni ibadah haji belum dilaksanakan.
"Ritmenya dikendalikanlah, terutama KBIHU-KBIHU kita minta juga kerja samanya untuk mengajak jemaahnya untuk tidak terlalu mendorong melakukan ibadah-ibadah sunnah. Kasihan," kata Menag.
Baik di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina), jemaah haji Indonesia ditempatkan di 70 maktab. Tiap maktab terdiri dari sejumlah tenda besar yang memuat sekitar 7-8 kloter.
Berikut ini pergerakan petugas dan jemaah haji selama periode puncak haji.
1. 6-7 Zulhijjah (24-25 Juni) - petugas haji ke Arafah.
2. 8 Zulhijjah (26 Juni) - pergerakan jemaah haji dari hotel di Makkah ke Arafah
mulai pukul 07.00 - 22.00 waktu Arab Saudi (WAS).
3. 9 Zulhijjah (27 Juni) - jemaah haji wukuf di Arafah dari lepas zuhur sampai ashar
4. 9 Zulhijjah (27 Juni) - sekitar pukul 18.30 WAS jemaah haji mulai diberangkatkan dari Arafah ke Muzdalifah untuk mengumpulkan batu lempar jumrah. Proses ini diperkirakan berlangsung sampai tengah malam
5. 10-13 Zulhijjah (28 Juni-1 Juli) jemaah haji melakukan mabit dan lempar jumrah di Mina.
Saksikan live streaming program-program BTV di sini