0
News
    Home KH Miftachul Akhyar Laduni Pilihan

    Kiai Miftachul Akhyar Jelaskan Doa Khusus Peroleh Ilmu Laduni | NU Online

    4 min read

     

    Kiai Miftachul Akhyar Jelaskan Doa Khusus Peroleh Ilmu Laduni | NU Online

    Jumat, 1 Juli 2022 | 09:00 WIB

    VideoItemauthor image

    Afina Izzati

    Kontributor

    Jakarta, NU Online
    Rais 'Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar menjelaskan cara mendapatkan ilmu laduni. Menurut Kiai Miftach, ada doa khusus yang bisa menjadi wirid dalam rangka memperoleh ilmu laduni.


    “Baca saja doa ilahi 'allimni min ilmikal mahzun. Ini dibuat wiridan insyaallah semua punya potensi untuk memiliki ilmu laduni,” kata Kiai Miftach dalam tayangan YouTube TVNU, Kamis (30/6/2022) malam.

    Baca Juga

    Kiai Miftach: Khittah NU Harus Dipahami Berdasarkan pada Fakta Sejarah


    Kiai Miftach menerangkan bahwa ada sebuah ilmu selain ilmu-ilmu dzahir, yakni ilmi yang mahzun (istimewa). Ilmu ini disimpan oleh Allah dan hanya akan dianugerahkan bagi orang-orang pilihan.


    “Kita diberikan contekan cara agar bisa mendapatkan ilmu itu, dengan cara membaca doanya dan memohon dalam setiap munajat, syukur-syukur saat shalat tahajud,” terangnya.


    Pengasuh Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya itu juga menegaskan, ilmu laduni memang ada dan nyata. Tinggal bagaimana caranya untuk mendapatkan ilmu tersebut.

    Baca Juga

    Kiai Miftachul Akhyar: Bangsa Besar Ditentukan dari Tegaknya Akhlak


    “Dalam surat Al-Baqarah disebutkan bahwa syaratnya harus takwa, yakni menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Sehingga nanti akan terbuka lebar pintu untuk mendapatkan ilmu itu tanpa mengaji, mendengarkan, dan melihat. Allah sendiri yang akan mengajarkan,” ujar Kiai Miftach.


    Selain itu, menurutnya dalam ber-thalabul ilmi untuk meraih ilmu laduni ada syarat lainnya, yakni al-mulazamah. Artinya, mengaji terus-menerus tidak pernah berhenti.


    “Mulazamah dalam belajar merupakan kelaziman dan sifat keutamaan para ulama terdahulu,” ungkap Kiai Miftach.

    Baca Juga

    Kiai Miftach Sampaikan Tugas Perkawinan Lahirkan Kehidupan Harmonis


    Kiai Miftach menegaskan, ada sebuah ilmu yang dapat diibaratkan sedang disimpan dalam kotak besi dan dijaga. Tidak ada seorang pun yang bisa menyentuh. Ini adalah bagian untuk ulama yang arif billah, bukan untuk ulama-ulamaan.


    “Barulah nanti diberikan kesempatan oleh Allah untuk membuka peti tersebut. Kalau sudah mendapatkan ilmu itu maka ketika berbicara semuanya menjadi taslim,” tandas Kiai Miftach.


    Kontributor: Afina Izzati
    Editor: Musthofa Asrori

    Baca Juga

    Kiai Miftachul Akhyar Ahli Fiqih dan Rajin Konsolidasi NU

    Komentar
    Additional JS