0
News
    Home Featured Haul Guru Sekumpul Kisah Pilihan Syair Manaqib Guru Ijai

    Siaran Live Haul Guru Sekumpul 2025 cek Link Streaming, Berikut Lirik Syair Manaqib Guru Ijai - Halaman all - Tribunkalteng

    9 min read

     

    Siaran Live Haul Guru Sekumpul 2025 cek Link Streaming, Berikut Lirik Syair Manaqib Guru Ijai - Halaman all - Tribunkalteng

    TRIBUNKALTENG.COM - Siaran link live streaming di akun resmi Ar-Raudhah TV Martapura Kalsel pelaksanaan Haul Guru Sekumpul 2025 atau Live Streaming YouTube Pemprov Kalsel, Kalsel MC, Abdi Persada, dan Biro Umum.

    Nonton Live streaming Haul Guru Sekumpul 2025 gelaran ke-20 di Sekumpul Martapura, Kabupaten Banjar.

    Bagi jamaah yang tidak bisa langsung berhadir mengikuti acara Hau Guru Sekumpul 2025, dapat menyaksikannya melalui link live streaming di Live Streaming Youtube.

    Puncak Haul Guru Sekumpul 2025 tanggal 5 Rajab dipusatkan di Mushola Ar-Raudhah Sekumpul, Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

    Baca juga: LINK Nonton Live Streaming Haul Guru Sekumpul 2025 Langsung Mushola Ar-Raudhah Martapura Kalsel

    Menurut Kalender Hijriah Indonesia 2025 yang dirilis Bimas Islam Kementerian Agama RI, maka jadwal peringatan Haul Guru Sekumpul 2025 pada 5 Rajab 1446 Hijriah bertepatan dengan hari Minggu, tanggal 5 Januari 2025.

    Nah, Abah Guru Sekumpul atau nama aslinya Muhammad Zaini bin Abdul Ghani al-Banjari, adalah salah seorang ulama yang populer di Kalimantan.

    Ulama yang akrab disapa Guru Ijai ini lahir pada 11 Februari 1942 atau 27 Muharram 1361 H di Desa Tunggul Irang, Martapura, Kabupaten Banjar, Kalsel.

    Ayahnya bernama Abdul Ghani bin Abdul Manaf bin Muhammad Seman.

    Sedangkan, ibunya bernama Hj. Masliah binti H. Mulia bin Muhyiddin.

    Abah Guru Sekumpul merupakan keturunan ke-8 dari ulama besar Banjar, Maulana Syekh Muhammad Arsyad bin Abdullah Al Banjari.

    Adapun silsilahnya adalah Muhammad Zaini bin Abdul Ghani bin Abdul Manaf bin Muhammad Seman bin Muhammad Sa’ad bin Abdullah bin Mufti Muhammad Khalid bin al-Alim al-Allamah al-Khalifah Hasanuddin bin Syaikh Muhammad Arsyad bin Abdullah al-Banjari.

    KH. Zaini bin Abdul Ghani atau Abah Guru Sekumpul atau juga biasa dipanggil Guru Ijai merupakan ulama yang sangat kharismatik dan memiliki banyak karomah kewalian.

    Abah Guru Sekumpul memiliki ratusan ribu bahkan jutaan jamaah yang selalu hadir dalam majelisnya saat masih hidup. Ketika Abah Guru Sekumpul Wafat para jamaahnya selalu memadati makam dan haulnya.

    Berikut ini adalah lirik syair manaqib Haul Guru Sekumpul yang sering dibaca untuk mengobati kerinduan pada Sang Guru.

    Berikut bacaan lengkap Syair Manaqib Abah Guru Sekumpul:

    Dengan Bismillah kami mulakan
    Alhamdulillah kami sertakan
    Sholawat salam kami haturkan
    kepada Nabi,Keluarga,Shohabat ikutkan

    Sekumpul komplek Raudhoh namanya
    kitab dan dzikir,sholawat dibaca
    Terang cahyanya nyinari majlisnya
    tercurah banyak Rahmat Tuhannya

    Sekumpul mengumpul banyak 'Ulama
    kumpul bersama dimajlisnya
    Seorang Guru lautan 'ilmunya
    Syaikhona Zaini mimpin ta'limnya

    Berbagai 'ilmu diajarkannya
    segala 'ilmu fardhu 'ainnya
    Tauhid dan fiqih juga tasawwufnya
    semoga Allah balas jasanya

    Duhai Guru Ayah kami
    engkau mendidik bimbing ruh kami
    Engakau lah pewaris Nabi-Nabi
    nyebar luaskan sunnahnya Nabi

    Cahya sekumpul Allah masyhurkan
    berbagai 'ilmu Habaib datangan
    Berbagai penjuru dunia datangan
    Mekkah Hadromaut tak ketinggalan

    Seorang 'ulama Allah komplitkan
    suaranya merdu wajahnya tampan
    Tinggi badannya indah menawan
    siapa ketemu tunduk dan sopan

    Musholla Raudhoh tempat ajarnya
    bermacam 'ilmu serta wiridnya
    Sebagai 'ulama ikutkan Nabinya
    yang islam padanya amat banyaknya

    Beliau terkenal murah hatinya
    murah hartanya sosial hatinya
    Setiap tamu dan yang muallafnya
    diberinya duit dengan kasihnya

    Mesjid Martapura dan pesantrennya
    ikut menaruh celengan 'amalnya
    Hasilnya puas banyak dapatnya
    berkah 'ilmunya berkah Gurunya

    Sekumpul masyhur banyak muridnya
    lebih sepuluh ribu orangnya
    Terlebih-lebih waktu maulidnya
    komplek sekumpul tak memuatnya

    Beliau keturunan Syekh Arsyadnya
    Datu kelampayan itu masyhurnya
    Betapa senang hati Datunya
    lihat cucunya dengan suksesnya

    Pengajian sekumpul membawa berkah
    akhirat berkah dunia pun berkah
    Ojek dan taksi beca pun berkah
    inilah majlis pembawa Rahmat

    Beliau 'Ulama bukan 'Umaro
    bahkan 'Umaro datang padanya
    Duduk bersimpuh dengan ta'limnya
    bersih politik melulu agama

    Beliau terkenal kharismatiknya
    pejabat negara bahkan presidennya
    Semuanya datang minta do'anya
    ngambil berkahnya dengar nasehatnya

    Tugas 'Ulama amat beratnya
    bermacam rintangan dihadapinya
    Segala fitnahan dengkian padanya
    diterima dengan lapang dadanya

    Hidup didunia jangan herannya
    negrinya bala negrinya fana
    Setiap orang cinta padanya
    ada juga orang benci padanya

    Rasulullah pun yang paling mulia
    ada yang beriman ada yang kafirnya
    Dari Nabi Adam hingga kiamatnya
    ada yang suka ada yang bencinya

    Sebelum tiba waktu wafatnya
    komplikasi penyakit Allah ngujinya
    Hatinya sobar terus berobatnya
    sakit menambah tinggi pangkatnya

    Didalam sakit terus ngajarnya
    seolah penyakit tak dirasanya
    Inilah hamba Allah mencintainya
    Tanda Allah cinta disakitkannya

    Kini tibalah waktu wafatnya
    rabu malamnya subuh waktunya
    Tanggal 5 bulan Rojabnya
    samping musholla raudhoh makamnya

    Orang yang sholeh banyak tandanya
    terlebih-lebih waktu wafatnya
    Manusia banyak datang melawatnya
    Allah yang gerakkan geretek hatinya

    Guru sekumpul lebih dahsyatnya
    jalanan macet dgn totalnya
    Jalanan penuh dgn manusia
    hadir mensholatkan sampai pemakamannya

    Semua musuh yang dengki padanya
    dihari itu terbelalak matanya
    Lihat manusia begitu banyaknya
    karna Allahlah yang Maha Tahunya

    Dipagi rabu hari wafatnya
    seperti kilat masyhur khobarnya
    Langitpun mendung sedih berduka
    hujan gerimis nangis padanya

    Didalam hadits Nabi sabdakan
    munafiklah orang Nabi sifatkan
    Jika tak sedih 'Ulama wafatan
    sejahat manusia Ya Allah jauhkan

    Wahai muslimin dan muslimatnya
    paling besar musibah pada agama
    Wafatnya Nabi penutup Rosulnya
    dan wafat 'Ulama penggantinya

    Duhai Ayah Guru Sekumpul
    sungguh do'amu Allah qobul
    Engkaulah sebab kami berkumpul
    disini berkumpul di syurga berkumpul

    Kini Engkau telah tiada
    pandanglah kami senantiasa
    Dulu Engkau pernah berkata
    pandangan Guru yang wafat lebih tajamnya

    Namamu terus dikenang-kenang
    semua org cinta dan sayang
    Seorang Guru lucu periang
    pikiran yang kusut menjadi hilang

    Engkau figur yang Nabi gambarkan
    berikan 'ilmu berikan 'amalan
    Pastilah Engkau dikubur nyaman
    terima balasan jaza'ul ihsan

    Sebelum wafat engkau sempatkan
    berikan kami terbaik 'amalan
    Paket 'Al Qur'an yang kau pilihkan
    semoga kami di istiqomahkan

    Ya Allah lapangkan Beliau didalam kuburnya
    Turunkan rahmat MUya Robb banyak banyak padanya
    Ciumkan Beliau bau surganya
    Semua dosanya hilang dan sirna

    Ya Allah kami pun mohon ampunan
    Dunia akhirat mohon diselamatkan
    Sekeluargaan jiran dan teman
    Husnul khotimah mohon sudahkan.

    NONTON Haul Guru Sekumpul 2025 melalui link berikut : LINK

    Asal Mula Pengajian Guru Sekumpul Diadakan

    Mulanya, pengajian ini diadakan hanya untuk menunjang pelajaran para santri di Pondok Pesantren Darussalam Martapura, dengan diisi pengulangan kitab-kitab Ilmu Alat, seperti Nahwu dan Saraf.

    Namun, pada perkembangannya, jemaah yang menghadiri pengajiannya cukup beragam, bukan hanya dari kalangan santri, tetapi juga masyarakat umum.

    Pengajian pun mulai berkembang dengan kitab yang lebih bervariasi, mulai dari kitab-kitab fikih, tasawuf, tafsir, dan hadi

    Pada kesempatan itu, Abah Guru Sekumpul juga mulai menyiarkan Maulid al-Habsyi atau Simthud Durar karangan al-Habib Ali bin Muhammad al-Habsyi.

    Selain itu juga, pengajian bertambah lengkap dengan diselipkan lantunan syair atau kasidah berisi pujian-pujian terhadap Nabi Muhammad.

    Karena pengajian di Keraton Martapura dirasa sudah tidak mampu lagi menampung jemaah, maka Abah Guru Sekumpul berinisiatif untuk pindah ke lokasi pengajian yang baru

    Pada sekitar 1980-an, Abah Guru Sekumpul memilih wilayah Sungai Kacang sebagai lokasi rumahnya sekaligus tempat pengajian yang baru.

    Lokasi baru itu kemudian dinamakan kompleks Ar-Raudhah, penamaan tersebut mengacu pada nama Ar-Raudhah di Masjid Nabawi, Madinah. 

    Guru Sekumpul kemudian mengalami sakit pada ginjalnya hingga harus dirawat di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura.

    Setelah sepuluh hari dirawat di Singapura, pada 9 Agustus 2005, Guru Sekumpul diperbolehkan pulang.

    Namun, keesokan harinya, pada 10 Agustus 2005, Guru Sekumpul meninggal dunia di usia 63 tahun.

    Guru Sekumpul dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga di dekat Musala Ar Raudhah, Kalimantan Selatan.(*)

    Menjelang Haul Guru Sekumpul, simak kisah karomah Guru Ijai yang sempat bermimpi bertemu dengan Sayyidina Hasan dan Husin di waktu kecil.

    Kisah Karomah Abah Guru Sekumpul ini dilansir melalui YouTube Tafakkur Fiddin yang dinukil dari Manakib Risalah Riwayat KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani Albanjari dan disusun Guru H Muhammad Hudhari dikutip Tribunkalteng.com pada Rabu (25/1/2023).

    Guru Hudhari menceritakan bahwa Abah Guru Sekumpul atau Guru Ijai sewaktu kecil sempat bermimpi bertemu dengan Sayyidina Hasan dan Husin.

    Diketahui, Sayyidina Hasan dan Husin merupakan cucu Rasulullah Saw.

    Di dalam mimpi, Guru Ijai bertemu dengan Sayyidina Hasan dan Husin yang membawakannya pakaian jubah.

    Kemudian, Sayyidina Hasan dan Husin juga memasangkan sehelai surban di leher Guru Ijai.

    Setelah itu, Sayyidina Hasan dan Husin memberikan nama Abah Guru Sekumpul menjadi Zainal Abidin.

    Setelah bangun dari tidurnya, Abah Guru Sekumpul menceritakan mimpi tersebut kepada ayahnya.

    Kemudian, Ayahnya mengganti nama Guru Ijai yang dulunya Qusyairi menjadi Muhammad Zaini.

    Ternyata, kisah karomah Guru Ijai yang bermimpi bertemu dengan Sayyidina Hasan dan Husin ini merupakan sebuah asal usul pergantian nama-nya yang sekarang.

    (Tribunkalteng.com/banjarmasinpost)

    Sumber: Banjarmasin Post
    Komentar
    Additional JS