Kultum Ramadhan: Keutamaan Shalat Tarawih dan Witir di Bulan Ramadhan, Meraih Ampunan dan Pahala
Ada banyak sekali rangkaian ibadah dan kebaikan yang dilakukan selama bulan Ramadhan untuk meraih keutamaan bulan yang penuh berkah. Salah satunya dengan senantiasa mengerjakan ibadah Shalat Tarawih dan Witir setiap malam. Waktunya adalah setelah mengerjakan shalat Isya. Namun, shalat witir dianjurkan untuk dilakukan di akhir waktu malam, sebagai penutup dari segala rangkaian ibadah shalat sunnah di malam hari.
Mengerjakan kedua ibadah ini tidak hanya bagian dari beribadah saja, namun juga bentuk untuk menghidupi malam-malam di bulan Ramadhan.
Shalat Tarawih merupakan salah satu shalat sunnah yang sangat dianjurkan pada bulan Ramadhan, dan dianjurkan untuk dikerjakan secara berjamaah, namun kita juga boleh melakukannya secara sendiri. Shalat Tarawih memiliki keutamaan yang sangat besar, yaitu pelakunya akan diampuni dosanya oleh Allah swt, sebagaimana disebutkan dalam salah satu hadits, Rasulullah saw bersabda:
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِ
هِArtinya, “Barang siapa melakukan shalat (tarawih) pada bulan Ramadhan dengan iman dan ikhlas (karena Allah ta’ala) maka diampuni dosa-dosanya yang telah berlalu.” (HR Muslim).
Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, mengerjakan ibadah Shalat Tarawih pada bulan Ramadhan tidak hanya sekadar bentuk ibadah yang mendatangkan pahala saja, namun juga bentuk usaha untuk menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan ketaatan kepada Allah, atau qiyamullail. Sebab, malam hari di bulan Ramadhan merupakan malam istimewa, sehingga mengisinya dengan ibadah merupakan cara yang baik untuk mendapatkan keutamaan bulan mulia.
Merujuk penjelasan Imam An-Nawawi bahwa yang dimaksud menghidupkan malam Ramadhan pada hadits riwayat Imam Muslim di atas adalah dengan cara mengerjakan Shalat Tarawih. An-Nawawi mengatakan:
وَالْمُرَادُ بِقِيَامِ رَمَضَانَ صَلاَةُ التَّرَاوِيْحِ، وَاتَّفَقَ الْعُلَمَاءُ عَلىَ اسْتِحْبَابِهَا
Artinya, “Yang dimaksud dengan qiyam Ramadhan adalah shalat Tarawih, dan para ulama telah sepakat tentang kesunnahannya.” (Syarhun Nawawi ‘alal Muslim, [Beirut, Daru Ihyait Turats: tt], jilid VI, halaman 39).
Sebab itu, dengan mengerjakan Shalat Tarawih, seseorang tidak hanya berusaha untuk meraih keutamaan bulan Ramadhan, namun juga menjadi jalan dan perantara untuk mendapatkan ampunan dari Allah swt. Dengan Shalat Tarawih, Allah akan memberikan ampunan atas dosa-dosa kecil yang pernah dilakukan oleh manusia, sebagaimana telah disebutkan dalam hadits di atas.
Selain Shalat Tarawih, kita juga sangat dianjurkan untuk mengerjakan Shalat Witir. Shalat sunnah satu ini boleh kita lakukan setelah Shalat tarawih, namun lebih utama dilakukan di akhir malam. Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Rasulullah dalam salah satu haditsnya, yaitu:
اِجْعَلُوْا أَخِرَ صَلَاتِكُمْ مِنَ الَّليْلِ وِتْراً
Artinya, “Jadikanlah akhir shalat kalian semua di malam hari dengan dengan Shalat Witir.” (HR Al-Bukhari).
Sebagaimana namanya Witir, yang berarti ganjil, praktik shalat sunnah yang satu ini juga dianjurkan untuk dilakukan dengan rakat ganjil, misal satu, tiga, lima, tujuh rakat dan angka ganjil lainnya. Hal ini berdasarkan salah satu hadits Riwayat Ibnu Khuzaimah, Rasulullah saw bersabda:
أَوْتِرُوا يَا أَهْلُ اَلْقُرْآنَ، فَإِنَّ اَللَّهَ وِتْرٌ يُحِبُّ اَلْوِتْرَ
Artinya, “Berwitirlah kalian semua wahai ahli Al-Qur’an, karena sesungguhnya Allah itu ganjil, dan menyukai hal-hal yang ganjil.” (HR Ibnu Khuzaimah).
Adapun keutamaan Shalat Witir adalah sebagaimana yang telah disebutkan oleh Rasulullah kepada semua manusia, bahwa Shalat Witir merupakan shalat sunnah yang sangat berharga dan sangat agung di sisi Allah swt, bahkan lebih berharga dari unta merah yang merupakan harta paling berharga di masa itu. Keutamaan ini sebagaimana dijelaskan dalam salah satu haditsnya, yaitu:
إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَمَدَّكُمْ بِصَلَاةٍ هِيَ خَيْرٌ لَكُمْ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ: الْوِتْرُ، جَعَلَهُ اللَّهُ لَكُمْ فِيمَا بَيْنَ صَلَاةِ الْعِشَاءِ إِلَىٰ أَنْ يَطْلُعَ الْفَجْرُ
Artinya, “Sesungguhnya Allah telah memberi kalian suatu shalat yang lebih baik bagi kalian daripada unta merah, yaitu Shalat Witir. Allah menjadikannya untuk kalian antara waktu shalat Isya hingga terbit fajar.” (HR Ahmad dan Abu Dawud).
Sebab itu, marilah kita jadikan Shalat Tarawih dan Witir sebagai amalan utama dalam menghidupkan malam-malam Ramadhan. Kedua shalat ini tidak hanya ibadah sunnah, tetapi juga sarana meraih ampunan dan pahala dari Allah.
Dengan istiqamah mengerjakannya, semoga kita termasuk dalam hamba-hamba yang mendapatkan keutamaan bulan suci ini. Mari kita manfaatkan setiap malam Ramadhan dengan ibadah dan kebaikan, karena kita tidak pernah tahu apakah kita masih diberi kesempatan bertemu dengan Ramadhan di tahun berikutnya. Wallahu a’lam bisshawab.
Ustadz Sunnatullah, Pengajar di Pondok Pesantren Al-Hikmah Darussalam Durjan Kokop Bangkalan Jawa Timur, dan alumnus Program Kepenulisan Turots Ilmiah Maroko.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar