Menyikapi Fenomena Takbir Keliling dengan Sound Horeg | Tebuireng Online - Opsiinfo9

Post Top Ad

demo-image

Menyikapi Fenomena Takbir Keliling dengan Sound Horeg | Tebuireng Online

Share This
Responsive Ads Here

 

Menyikapi Fenomena Takbir Keliling dengan Sound Horeg | Tebuireng Online

fenomena-takbiran

Di berbagai daerah, terutama di perkotaan, takbir keliling seringkali menjadi bagian dari perayaan tersebut. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, fenomena takbir keliling dengan menggunakan sound Horeg atau pengeras suara yang menggelegar telah menimbulkan masalah sosial yang cukup serius, termasuk kegaduhan di malam hari, kerusakan rumah warga, dan keluhan dari berbagai kalangan masyarakat.

Takbir keliling adalah tradisi yang sudah ada sejak lama, di mana sekelompok masyarakat berkeliling di lingkungan mereka sambil mengucapkan takbir dengan suara keras, menggunakan alat seperti bedug, kentongan, atau bahkan sound system. Semangat takbir ini sering kali disertai dengan antusiasme warga yang ingin merayakan kemenangan setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, ada kecenderungan untuk menggunakan sound Horeg atau pengeras suara yang menghasilkan suara yang sangat keras dan menggelegar.

Penggunaan sound Horeg dalam takbir keliling bisa dianggap sebagai bentuk inovasi dalam menyampaikan takbir secara meriah. Namun, kenyataannya, suara yang terlalu keras justru menyebabkan gangguan bagi banyak orang. Dalam lingkungan padat penduduk seperti di perkotaan, suara yang menggelegar tidak hanya mengganggu ketenangan malam, tetapi juga bisa menyebabkan kerusakan pada rumah warga akibat getaran yang dihasilkan oleh sound system tersebut. Tidak jarang, warga yang tinggal di sekitar jalur takbir keliling merasa terganggu dengan kebisingan yang terjadi hingga tengah malam, bahkan lebih.

Salah satu dampak utama dari takbir keliling menggunakan sound Horeg adalah gangguan ketenangan. Banyak orang yang merasa tidak bisa tidur dengan nyaman, terutama bagi mereka yang memiliki pekerjaan di pagi hari atau yang sedang dalam keadaan lelah. Kegaduhan ini tidak hanya mengganggu orang dewasa, tetapi juga anak-anak, lansia, dan mereka yang sedang sakit. Bagi mereka, tidur yang berkualitas di malam hari adalah hal yang sangat dibutuhkan, namun kegaduhan ini mempersulit mereka untuk mendapatkan istirahat yang cukup.

Baca Juga: Menyambut Lebaran, Apa Saja yang Perlu Disiapkan?

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Selain itu, ada juga potensi kerusakan fisik pada rumah warga yang disebabkan oleh getaran yang ditimbulkan oleh suara keras dari sound Horeg. Meskipun kerusakan ini mungkin tidak selalu langsung terlihat, tetapi getaran yang terus-menerus dapat merusak struktur bangunan dalam jangka panjang. Hal ini tentu menjadi masalah, terutama bagi warga yang tinggal di rumah dengan struktur yang kurang kokoh atau yang sudah berusia tua.

Kegaduhan takbir keliling juga dapat menciptakan ketegangan sosial antara kelompok yang merayakan takbir dan warga yang merasa terganggu. Masyarakat yang merasa tidak nyaman dengan kebisingan mungkin akan melaporkan hal ini ke aparat setempat atau bahkan terlibat dalam konflik verbal dengan kelompok yang merayakan takbir. Padahal, tujuan dari takbir keliling adalah untuk merayakan kemenangan dan mempererat tali persaudaraan, bukan untuk menciptakan ketegangan atau kebencian.

Melihat dampak negatif yang ditimbulkan oleh takbir keliling dengan sound Horeg, penting bagi kita untuk mencari solusi yang bijak agar perayaan malam takbir tetap dapat dilaksanakan tanpa menimbulkan kerugian atau ketidaknyamanan bagi masyarakat. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengatasi masalah ini:

  1. Pengaturan Volume Suara

Salah satu langkah pertama yang dapat diambil adalah dengan mengatur volume suara sound Horeg agar tidak mengganggu kenyamanan orang lain. Pihak yang menyelenggarakan takbir keliling perlu diajarkan tentang pentingnya menjaga adab dalam beribadah, yang mencakup penghormatan terhadap orang lain di sekitar mereka. Pengaturan volume suara agar tidak terlalu keras akan membantu menjaga ketenangan malam hari, sekaligus tetap menyampaikan takbir dengan meriah.

  1. Penjadwalan Waktu Takbir Keliling

Takbir keliling sebaiknya dilakukan pada jam yang wajar, yaitu tidak terlalu larut malam, agar tidak mengganggu waktu istirahat orang lain. Pengaturan waktu yang baik juga dapat membantu menghindari konflik antara kelompok yang merayakan takbir dan masyarakat yang terganggu. Takbir keliling sebaiknya dilakukan pada malam-malam tertentu, misalnya setelah isya, dan tidak sampai terlalu larut, seperti jam 10 atau 11 malam. Hal ini akan memberi kesempatan bagi warga untuk menikmati perayaan dengan tetap menjaga kenyamanan bersama.

Baca Juga: Euforia Baju Lebaran dan Alasan Merayakan Hari Kemenangan

  1. Sosialisasi dan Edukasi kepada Masyarakat

Pemerintah setempat atau organisasi keagamaan dapat melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjalankan takbir keliling dengan cara yang tidak mengganggu kenyamanan orang lain. Sosialisasi ini bisa dilakukan melalui masjid-masjid, organisasi kemasyarakatan, atau bahkan media sosial untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang adab dalam merayakan malam takbir. Edukasi ini penting agar masyarakat menyadari bahwa kebahagiaan bersama tidak harus mengorbankan kenyamanan orang lain.

  1. Penggunaan Alat Musik Tradisional

Sebagai alternatif dari penggunaan sound Horeg yang menggelegar, takbir keliling bisa dilakukan dengan menggunakan alat musik tradisional yang lebih sederhana dan tidak mengganggu ketenangan. Bedug, rebana, atau kentongan yang digunakan dengan cara yang bijak dapat tetap menyampaikan semangat takbir tanpa menimbulkan gangguan yang berlebihan. Penggunaan alat musik tradisional ini juga dapat memperkaya pengalaman spiritual dan budaya masyarakat, sehingga tak hanya sekadar meriah tetapi juga bermakna.

  1. Penerapan Aturan yang Tegas

Pemerintah atau aparat terkait bisa mengeluarkan regulasi atau surat edaran terkait penggunaan pengeras suara dalam takbir keliling. Aturan ini bisa mencakup larangan penggunaan sound Horeg dengan volume yang tinggi atau pengaturan jam operasional untuk takbir keliling. Dengan adanya aturan yang jelas, masyarakat diharapkan dapat lebih tertib dalam menjalankan tradisi ini tanpa merugikan orang lain. Dengan demikian, takbir keliling dapat tetap menjadi ajang kegembiraan yang membawa berkah bagi seluruh masyarakat tanpa menimbulkan kerugian atau ketidaknyamanan.



Penulis: Albii

Comment Using!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Pages