Tari Sufi dalam Demonstrasi Turki, Hanya Strategi Mobilisasi atau Representasi?
Jakarta, NU Online
Sebuah potret dan video mengenai seorang demonstran di Turki berpakaian penari sufi viral di berbagai media. Ia dengan masker khusus tampak disemprot oleh petugas keamanan.
Dosen Sosiologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Bernando J Sujibto menduga itu merupakan strategi mobilisasi massa dalam sebuah unjuk rasa.
"Ya mobilisasi massa jenis begitu artinya kita tidak bisa secara langsung ya mengidentifikasi mereka ini betul-betul dari kelompok," katanya kepada NU Online pada Sabtu (29/3/2025).
Meskipun demikian, menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa mereka sadar untuk memberikan gambaran kepada publik mengenai representasi kalangan tertentu dalam menyuarakan aspirasinya.
"Mobilisasi massa dengan memunculkan identitas-identitas suci dan agama-agama yang lain begitu bagus untuk melihat potret bagaimana mobilisasi dan gerakan mereka ini merepresentasikan oleh banyak kalangan," ujarnya.
Alumnus Universitas Selcuk, Turki itu mengaku belum mendapatkan informasi dan konfirmasi mengenai kebenaran apakah memang hal tersebut betul-betul dari kalangan sufi.
"Simbol-simbol sufi itu dimunculkan dalam demonstrasi saya tidak bisa mengkonfirmasi secara langsung sebenarnya apakah mereka ini dari kelompok itu sendiri atau tidak. Itu satu yang harusnya dipastikan ya. Saya tidak bisa langsung memastikan," ujarnya.
Namun, ia menegaskan bahwa memang kelompok Islam sendiri, khususnya dari internal Partai AKP juga melawan Erdogan. "Memang muncul itu dari beberapa kawan saya itu juga angkat suara, teman-temannya itu akan keluar tidak diam," kata penulis buku Erdoganisme itu.
Sebab, lanjutnya, anak-anak muda di Turki ini menginginkan demokrasi. Mereka menginginkan kebebasan, khususnya dalam berekspresi. "Tidak dalam narasi-narasi pembungkaman yang dilakukan oleh Erdogan gitu," imbuhnya.
Sangat mungkin sebenarnya, kata Bernando, kelompok-kelompok identitas agama atau simbol-simbol agama itu muncul di publik. Namun secara spesifik apakah yang sosok yang berpakaian tari sufi itu sebagai representasi dari sufisme Turki, ia tidak mengkonfirmasi kebenaran identitas ini. "Tetapi secara simbolik bisa kebaca gitu ya," pungkasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar