0
News
    Home Featured Sholawat

    Pentingnya Membaca Shalawat Setiap Hari Jumat - Lirboyo net

    4 min read

     

    Pentingnya Membaca Shalawat Setiap Hari Jumat - Lirboyo

    Membaca shalawat pada hari jumat merupakan kombinasi yang mematikan dalam menghasilkan pundi-pundi pahala.

    Hal ini karena keduanya memiliki suatu keistimewaan di lini masing-masing; shalawat istimewa dalam amalannya, sedangkan Jumat dalam harinya.

    Baca juga: Salah Paham Tentang Tawasul dan Macam-Macam Lafadz Tawasul

    Shalawat amalan mulia

    Shalawat merupakan salah satu amalan yang sangat mulia. Hal ini berdasarkan firman Allah swt. dalam Al-Quran:

    إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ على النَّبيّ يا أيُّها الَّذين آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

    “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan.” (QS. Al-Ahzab: 56)

    Jumat hari yang mulia

    Sedangkan kebesaran hari Jumat juga tertuang dalam Al-Quran yang berbunyi:

    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا نُوْدِيَ لِلصَّلٰوةِ مِنْ يَّوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا اِلٰى ذِكْرِ اللّٰهِ وَذَرُوا الْبَيْعَۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ 

    “Wahai orang-orang yang beriman, apabila (seruan) untuk melaksanakan salat pada hari Jumat telah dikumandangkan, segeralah mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (Q.S Al-Jumu’ah: 9)

    Baca juga: Shalat dan Doa Istikharah dalam Menentukan Pilihan

    Hadits Nabi mengenai amalan shalawat pada hari jumat

    Hadis-hadis tentang keutamaan shalawat pada hari Jumat sangat banyak hingga tak bisa terhitung. Namun, di sini kami hanya akan menyebutkan beberapa bagian kecil darinya sebagai isyarat atas yang lainnya dan sebagai bentuk tabarruk (mengambil berkah) dengan menyebutkannya.

    • Ibadah yang diperlihatkan pada Baginda Nabi

    إِنَّ مِنْ أفْضَلِ أيَّامِكُمْ يَوْمَ الجُمُعَةِ، فأكْثِرُا عَليَّ مِنَ الصَّلاةِ فِيهِ، فإنَّ صَلاتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَليَّ، فقالوا: يا رسول الله، وكيف تُعرض صلاتنا عليك وقد أرَمْتَ؟ قال: يقول بليت، إنَّ الله حَرَّمَ على الأرض أجْسادَ الأنْبِياءِ

    “Sesungguhnya di antara hari-hari kalian yang paling utama adalah hari Jumat. Maka perbanyaklah bershalawat kepadaku pada hari itu, karena sesungguhnya shalawat kalian akan diperlihatkan kepadaku.”
    Mereka (para sahabat) bertanya: “Wahai Rasulullah, bagaimana shalawat kami akan diperlihatkan kepadamu padahal engkau telah hancur (jasadmu telah rusak)?”
    Beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah mengharamkan tanah untuk memakan jasad para nabi.”
     (HR. Abu Dawud, Nasa’I dan Ibnu Majah dengan sanad yang sahih) [Baca: An-Nawawi, Adzkar an-Nawawi, (Beirut: Dar al-Fikr) hal. 144]

    • Hajatnya akan terpenuhi

    عن أنسِ بنِ مالكٍ رضي الله عنه قال: قالَ رسولُ اللهِ ﷺ:
    “مَن صَلّى عَلَيَّ صَلاةً واحدةً ليلةَ الجُمُعةِ أو يومَ الجُمُعةِ، قضى اللهُ له مائةَ حاجةٍ من حوائجِ الآخرةِ، وثلاثينَ من حوائجِ الدُّنيا، ويَبعثُ إِلَيَّ مَلَكًا يَدخلُ عَلَيَّ في قَبري، ويُخبرُني باسمِه ونسبِه وعشيرتِه، فأَكتُبُهُ عندي في صحيفةٍ بيضاءَ.”

    Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:
    “Barang siapa yang bershalawat kepadaku satu kali pada malam Jumat atau hari Jumat, maka Allah akan mengabulkan seratus hajat (kebutuhan) untuknya dari kebutuhan akhirat, dan tiga puluh dari kebutuhan dunianya. Dan Allah akan mengutus malaikat kepadaku yang memasuki kuburanku dan memberitahukan kepadaku nama, nasab, dan kabilahnya. Maka aku akan menuliskannya di sisiku dalam lembaran putih.”[Baca: Syaikh Muhammad Syatha ad-Dimyathi, Kifayah al-Adzkiya; (Kediri: Maktabah al-Kamal) hal. 191.

    Baca juga: Doa Ketika Dalam Keadaan Susah

    Faidah membaca shalawat secara umum

    Syaikh Muhammad Syatha ad-Dimyathi menjelaskan dalam kitab Kifayah al-Adzkiya bahwa terdapat banyak sekali faidah dalam membaca shalawat, di antaranya adalah:

    موافقة العبد لله سبحانه وتعالى في الصلاة عليه وإن اختلفت الصلاتان.

    • Adanya kesesuaian antara hamba dan Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā dalam bershalawat kepada Nabi, meskipun bentuk shalawat dari keduanya berbeda.

    موافقة العبد ملائكة الله تعالى في الصلاة.

    • Keserasian antara hamba dan para malaikat Allah Ta‘ālā dalam bershalawat.

    صلاة الله تعالى على المصلي مطلقا.

    • Shalawat dari Allah Ta‘ālā kepada orang yang bershalawat secara mutlak.

    صلاة الله تعالى عليه عشرا بواحدة.

    • Allah akan bershalawat kepada orang tersebut sepuluh kali atas satu shalawat yang ia panjatkan.

    للمصلي عشر حسنات.

    • Orang yang bershalawat akan mendapatkan sepuluh kebaikan.

    تكفير السيئات.

    • Penghapusan dosa-dosa (kecil).

    رفع الدرجات.

    • Pengangkatan derajat.

    سبب لكفاية المهمات في الدنيا والأخرة.

    • Menjadi sebab tercapainya berbagai keperluan dunia dan akhirat.

    سبب لمغفرة الذنوب.

    • Menjadi sebab diampuninya dosa-dosa.

    [Baca: Syaikh Muhammad Syatha ad-Dimyathi, Kifayah al-Adzkiya; (Kediri: Maktabah al-Kamal) hal. 190-191.

    Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

    Komentar
    Additional JS