0
News
    Update Haji
    Home Featured Fiqh Istimewa Sholat Spesial Sujud Sahwi

    Lupa Rakaat Shalat? Ini Panduan Praktis Sujud Sahwi - Pesantren Lirboyo

    5 min read

     

    Lupa Rakaat Shalat? Ini Panduan Praktis Sujud Sahwi


    Dalam kehidupan sehari-hari, sering kali seorang Muslim mengalami kelupaan dalam shalat. Seperti lupa jumlah rakaat atau ragu apakah sudah duduk tasyahhud atau belum. Islam sebagai agama yang penuh rahmat telah memberikan solusi untuk keadaan ini melalui sujud sahwi. Sebuah bentuk sujud tambahan untuk menutupi kekurangan atau kesalahan kecil dalam shalat.

    Apa Itu Sujud Sahwi?

    Sujud sahwi (سجود السهو) berasal dari kata sahw (الْسَّهْوُ) yang berarti lupa atau lalai. Secara istilah, sujud sahwi adalah dua kali sujud untuk menutupi kekurangan, kesalahan, atau keraguan dalam shalat.

    Rasulullah ﷺ sendiri pernah lupa dalam shalatnya, dan beliau mencontohkan bagaimana cara memperbaikinya.

    Dalil dan Dasar dari Sunnah Nabi ﷺ

    ‘Abdullah bin Mas‘ud radhiyallāhu ‘anhu meriwayatkan sebuah hadist, beliau berkata:

    صَلَّى النَّبِيُّ ﷺ الظُّهْرَ خَمْسًا، فَقَالُوا: أَزِيدَ فِي الصَّلَاةِ؟ فَقَالَ: «وَمَا ذَاكَ؟» قَالُوا: صَلَّيْتَ خَمْسًا، فَثَنَى رِجْلَيْهِ، وَسَجَدَ سَجْدَتَيْنِ.

    Artinya :“Nabi ﷺ pada saat itu shalat Zuhur lima rakaat. Maka para sahabat berkata, “Apakah salat telah ditambah (rakaatnya)?” Beliau bersabda, “Apa maksud kalian?” Mereka menjawab, “Engkau telah salat lima rakaat.” Maka beliau melipat kedua kakinya, lalu sujud dua kali (sujud sahwi).”[¹Al-Bukhārī, Ṣaḥīḥ al-Bukhārī, tahqīq Muṣṭafā Dīb al-Bughā, Damaskus: Dār Ibn Kathīr dan Dār al-Yamāmah. hal. 157 juz. 1]

    Hadis ini menjadi dasar bahwa jika seseorang menambah rakaat tanpa sengaja, maka cukup melakukan sujud sahwi.

    Kapan Melakukan Sujud Sahwi?

    Para ulama menjelaskan bahwa sujud sahwi bisa terjadi karena lima sebab:

    وَأَسْبَابُهُ خَمْسَةٌ: أَحَدُهَا تَرْكُ بَعْضٍ، ثَانِيُهَا: سَهْوُ مَا يُبْطِلُ عَمْدُهُ فَقَطْ، ثَالِثُهَا: نَقْلُ قَوْلٍ غَيْرِ مُبْطِلٍ، رَابِعُهَا: الشَّكُّ فِي تَرْكِ بَعْضٍ مُعَيَّنٍ، هَلْ فَعَلَهُ أَمْ لَا؟ خَامِسُهَا: إِيقَاعُ الْفِعْلِ مَعَ التَّرَدُّدِ فِي زِيَادَتِهِ.

    Artinya :“Sebab-sebabnya ada lima:
    Pertama, meninggalkan sebagian (bagian dari salat).
    Kedua, lupa terhadap sesuatu yang bila dilakukan dengan sengaja dapat membatalkan salat.
    Ketiga, berpindah pada ucapan yang tidak membatalkan salat.
    Keempat, ragu apakah telah meninggalkan sebagian tertentu, apakah sudah melakukannya atau belum.
    Kelima, melakukan suatu perbuatan dengan disertai keraguan apakah itu merupakan tambahan (dalam salat) atau bukan.”[Syekh Sulaiman al-Bujairami, Hasyiyah al-Bujairami, juz 4, hal. 495]

    Panduan Praktis Sujud Sahwi

    1. Sebelum salam, lakukan dua kali sujud seperti sujud biasa.

    2. Membaca Doa Sujud Sahwi:

    سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنَامُ وَلَا يَسْهُوْ

    Subhana man laa yanaamu walaa yashu.

    Artinya :“maha suci Allah yang tidak tidur dan tidak lupa”

    3. Setelah dua kali sujud, duduk dan membaca tasyahhud terakhir, kemudian salam seperti biasa.

    Hikmah Sujud Sahwi

    Sujud sahwi mengajarkan bahwa kelupaan adalah fitrah manusia, dan Allah tidak membebani manusia di luar kemampuan mereka. Dengan adanya tuntunan ini, shalat tetap sah tanpa harus mengulangi seluruhnya.

    Allah Ta‘ala berfirman:

    رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ اِنْ نَّسِيْنَآ اَوْ اَخْطَأْنَاۚ

    Artinya :“Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami salah.”(QS. Al-Baqarah: 286)

    Penutup

    Sujud sahwi adalah bukti kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Dengan memahami kapan dan bagaimana melakukannya, seorang Muslim dapat menjaga kekhusyukan dan keabsahan shalatnya meskipun terjadi kelupaan.

    Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

    Komentar
    Additional JS