Habib Jafar Ibaratkan Poligami Pintu Darurat Pesawat: Tidak Boleh Ditutup Paten, tapi Tak Bisa Dibuka Seenaknya - Viva
Habib Jafar Ibaratkan Poligami Pintu Darurat Pesawat: Tidak Boleh Ditutup Paten, tapi Tak Bisa Dibuka Seenaknya
VIVA – Perbincangan tentang poligami kembali memanas di media sosial setelah banyak warganet memperdebatkan hukum, syarat, dan batasannya dalam Islam. Di tengah ramainya diskusi ini, penjelasan Habib Jafar tentang poligami kembali disorot karena dianggap memberikan perspektif yang lebih seimbang dan mudah dipahami.
Dalam sebuah pernyataannya, Habib Jafar mengibaratkan poligami sebagai fitur darurat yang tidak bisa diberlakukan secara bebas, namun juga tidak boleh dihapuskan sepenuhnya. Pandangan ini dinilai mampu memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai posisi poligami dalam kehidupan seorang muslim.
“Saya cenderung menganggap poligami itu seperti pintu darurat di pesawat dia tidak boleh ditutup paten tapi tidak boleh dibuka seenaknya. Kalau ditutup paten berarti kita menentang apa yang telah Tuhan gariskan kepada kita sebagai seorang muslim yang itu ada dalam Alquran terlepas dari perbedaan penafsirannya. Tetapi kalau dibuka juga seenaknya itu nggak,” jelas Habib Jafar yang dikutip dari tayangan YouTube pada Senin, 24 November 2025.
Melalui penjelasan tersebut, Habib Jafar menegaskan bahwa poligami bukan instruksi wajib, melainkan opsi yang memiliki batasan ketat. Tidak setiap orang boleh atau mampu menjalankannya.
Ia melanjutkan bahwa poligami hanya bisa dilakukan oleh orang yang benar-benar mampu menegakkan keadilan secara sempurna, baik secara emosional, finansial, maupun tanggung jawab.
“Jadi bagi saya hanya orang yang bisa berlaku adil dan kemudian menjamin dirinya tidak akan menyakiti siapa-siapa yang diperbolehkan untuk itu dan asasnya bukan nafsu,” tegasnya.
Pernyataan ini juga menekankan bahwa motif dalam poligami tidak boleh didasari keinginan sesaat atau sekadar hawa nafsu. Dalam konteks ajaran Islam, keadilan merupakan syarat mutlak yang bahkan disebutkan Al-Quran sebagai sesuatu yang sulit dipenuhi oleh manusia.
Karena itu, Habib Jafar juga tidak berani menutup peluang poligami secara total.
“Jadi tapi juga saya nggak berani bilang oh pintu poligami itu ditutup nggak karena saya meyakini itu sebagai sesuatu yang ada,” tandasnya.