0
News
    Home Featured Khotbah Jum'at Khutbah Jum'at

    Khutbah: Waktu Adalah Kehidupan, Jangan Pernah Sia-Siakan! - NU Online

    8 min read

     

    Khutbah: Waktu Adalah Kehidupan, Jangan Pernah Sia-Siakan!


    KHUTBAH PERTAMA

    اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا لَا يَنْقَطِعُ عَدَدُهُ، وَلَا يَنْتَهِي أَمَدُهُ، جَعَلَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ خِلْفَةً لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يَذَّكَّرَ أَوْ أَرَادَ شُكُوْرًا. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةً نَرْجُو بِهَا النَّجَاةَ يَوْمَ الْفَصْلِ، خَلَقَ الْأَزْمَانَ وَقَدَّرَ الْأَوْقَاتَ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، خَيْرُ مَنْ اسْتَغَلَّ لَحَظَاتِ عُمْرِهِ وَسَاعَاتِ دَهْرِهِ فِي الطَّاعَةِ وَالْعَمَلِ، صَلَّى اللّٰهُ عَلَى سيدنا محمد وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ سَارَ عَلَى نَهْجِهِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

    أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

    Ma’āsyiral Muslimīn Rahimakumullāh,

    Allah Ta‘ālā berfirman dalam sumpah-Nya yang agung:

    وَٱلۡعَصۡرِ ١ إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ لَفِي خُسۡرٍ ٢ إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلۡحَقِّ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلصَّبۡرِ ٣

    “Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran.” (QS. Al-Ashr : 1-3)

    Dengarkanlah! Ketika Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā bersumpah dengan sesuatu, maka ketahuilah, itu bukan hal biasa-biasa saja! Allah telah menyandarkan sumpah-Nya pada Al-Ashr—yaitu waktu—maka selanjutnya Allah menyandingkannya dengan kata yang amat menyeramkan: khusrin (kerugian)! Ini adalah peringatan keras yang Allah titipkan dalam firman-Nya!

    Ma’āsyiral Muslimīn Rahimakumullāh,

    Satu detik, satu menit, satu jam yang terlewatkan sia-sia adalah momok yang menakutkan bagi siapa pun yang sadar betul akan pentingnya waktu. Maka kita dihadapkan pada kenyataan pahit: Waktu adalah pedang yang siap memenggal kealpaan kita!

    Imam Al-Ghazali, sang Ḥujjatul Islām, pernah berkata: “Waktu bagai pedang. Jika kau tak memotongnya, maka engkau akan terpotong olehnya!” Waktu adalah senjata tajam yang bisa memakan tuannya sendiri. Sehebat apa kita memfungsikannya, sebesar itu pula hasil yang datang. Namun, jika kita salah dalam mempermainkannya, jangan harap kita yang akan memainkannya!

    Imam Hasan Al-Banna memberikan analogi yang tak kalah tajam: Waktu adalah hidup! Menyia-nyiakan waktu sama halnya menyia-nyiakan hidup! Menggunakan waktu secara semestinya, sama halnya menjalankan hidup dengan sempurna! Inilah manajemen waktu Islam yang sesungguhnya!

    Selain itu ulama lain menambahkan: Waktu laksana karet; ia bisa memelar tanpa bisa kembali! Ia punya tipikal irreversible—tak bisa diputar mundur! Bahkan berapa banyak di antara kita yang menyesal, meratap dengan kata “andai waktu dapat kembali…”? Penyesalan Asy-Syaikh Abul ‘Aṭā’iyah yang merenungkan masa muda yang berlalu begitu derasnya lewat syairnya harus menjadi pelajaran:

    Ku tangisi masa muda… Dengan cucuran air mataku… Tetapi apalah gunanya tangisan dan rintihan itu…

    Maka jangan biarkan diri kita menjadi orang yang merugi!

    Satu analogi lagi yang harus kita renungkan: Waktu laksana es batu! Dipakai atau tidak dipakai, ia akan mencair! Es itu adalah usia kita, dan pencairan itu adalah kematian! Maka gunakanlah! Jangan sampai tersia-sia! Inilah harga waktu! Tak heran jika orang barat punya slogan yang relevan: “Time is Money”! Waktu adalah aset paling berharga!

    Ma’āsyiral Muslimīn,

    Lalu, apa pandangan Al-Qur’an tentang waktu? Allah telah memberi kita resep anti-rugi, sebuah formula mujarab yang menjamin kesempurnaan diri! Menurut pelajaranal-Ashr, kunci sukses itu ada empat:

    1. Berbuat Baik (‘Amilus Ṣāliḥāt): Mengamalkan kebenaran itu.
    2. Saling Menasihati dalam Kebenaran (Tawāṣaw bil Ḥaqq): Mengajak orang lain kepada kebaikan tanpa memandang margin.
    3. Saling Menasihati dalam Kesabaran (Tawāṣaw biṣ-Ṣabr): Kontinu dan teguh dalam melakukan semuanya.

    Sempurnakan waktu kita dengan Berbuat Baik! Inilah jalan menuju manajemen waktu Islam yang hakiki! Empat hal ini mencakup hak-hak Allah dan hak-hak sesama hamba. Simpelnya: Tiada waktu tanpa berbuat baik!

    Ingat, waktu yang terpenting adalah yang sekarang kita jalani! Masa lalu dan masa depan hanyalah penunjang kesuksesan hari ini!

    Dalam masa lalu: Pahami pengalaman pahitnya dengan sekali sentuh, ambil ibrahnya, namun jangan biarkan ketakutan dan kecemasan masa lalu menghancurkan sikap tenang kita saat ini.

    Masa Depan: Tanam seribu harapan, jaga sinergitas antara ikhtiar dan doa, namun jangan biarkan kecemasan akan masa depan menghilangkan fokus dan kedamaian kita saat ini.

    Tenanglah dalam menyikapi waktu! Jangan forsir, tapi jangan pernah lupakan nilainya! Selama akal masih dipengaruhi ketakutan dan kecemasan, kegelisahan akan terus bersemayam! Waktu adalah hidup! Jangan sia-siakan hidup Anda!

    بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَ إِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

    KHUTBAH KEDUA

    اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

    اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ، وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.

    أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

    Ma’āsyiral Muslimīn,

    Setelah kita memahami betapa krusialnya waktu, maka mari kita isi sisa waktu yang Allah berikan dengan empat pilar pelajaran Al-Ashr: Iman, Amal Saleh, Tawāṣaw bil Ḥaqq, dan Tawāṣaw biṣ-Ṣabr. Jangan sampai kita termasuk orang-orang yang merugi, yang di hari akhir nanti menyesali setiap detik yang berlalu tanpa manfaat! Jadikan setiap hari sebagai batu pijakan untuk amal yang lebih baik.

    إِنَّ اللّٰهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا.

    اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِي بَكْرٍ، وَعُمَرَ، وَعُثْمَانَ، وَعَلِيٍّ، وَعَنِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ، وَالتَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

    يا الله اجْعَلْنَا مِنَ الَّذِينَ يَسْتَغِلُّوْنَ أَوْقَاتَهُمْ فِي طَاعَتِكَ، وَيَجْعَلُوْنَهَا مِفْتَاحًا لِنَيْلِ رِضْوَانِكَ، وَاحْفَظْ بِلَادَنَا مِنْ كُلِّ سُوْءٍ، وَوَفِّقْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا لِمَا فِيْهِ خَيْرُ الْإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِيْنَ.

    اللَّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ بَلَدًا آمِنًا مُطْمَئِنًّا، سَخَاءً رَخَاءً، وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ.

    اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ.

    رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

    عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.

    فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.

    Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

    Komentar
    Additional JS