0
News
    Home Featured Pendidikan Pergunu Spesial

    Pergunu Ajak Guru Tingkatkan Kompetensi di Tengah Tuntutan Pendidikan Modern - NU Online

    4 min read

     

    Pergunu Ajak Guru Tingkatkan Kompetensi di Tengah Tuntutan Pendidikan Modern

    NU Online  ·  Selasa, 25 November 2025 | 21:30 WIB


    Sekretaris Umum PP Pergunu Aris Adi Leksono. (Foto: dok. pribadi)

    Rikhul Jannah

    Jakarta, NU Online

    Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Aris Adi Leksono mengajak para guru untuk meningkatkan kompetensi guru di tengah tuntutan pendidikan yang modern, perkembangan kurikulum, teknologi, dan dunia digital yang makin kompleks.


    Ia menilai bahwa penguatan kapasitas guru merupakan kunci dalam mewujudkan generasi emas Indonesia 2045 yang diharapkan.


    “Mari kita terus meningkatkan kemampuan dan kapasitas keilmuan kita agar bisa mendidik murid-murid kita,” ujarnya saat dihubungi NU Online, dalam rangka peringatan Hari Guru Nasional, pada Selasa (25/11/2025).

    Baca Juga

    Pergunu Terbitkan Buku Aswaja untuk Guru


    Pergunu, kata Aris, telah melakukan berbagai program untuk meningkatkan kapasitas para guru.


    "Pergunu berkomitmen terus-menerus, salah satu programnya adalah peningkatan kompetensi guru. Peningkatan kompetensi guru ini tentu menjadi perhatian, dan kami melakukan itu rutin setiap bulan sekali,” ucapnya.


    Ia menambahkan bahwa pelatihan yang dilaksanakan mencakup pengembangan kurikulum, metodologi pembelajaran, hingga asesmen pendidikan.


    “Kami terus mendorong, mengajak, dan berupaya melakukan pendampingan peningkatan kapasitas para guru, terutama anggota Pergunu. Mulai dari pendampingan akreditasi, kemudian juga memberikan beasiswa-beasiswa untuk guru yang lanjut pendidikan,” ujar Aris.

    Baca Juga

    Pergunu: Pemerintah Tak Boleh Semena-mena Putus Kontrak Guru Honorer Secara Sepihak


    Aris mengakui bahwa belum semua guru mengikuti pelatihan yang telah disediakan pemerintah atau yang disebut juga Bimtek (bimbingan teknis). Hal ini karena rendahnya motivasi sebagian guru untuk mengikuti pelatihan.


    “Memang betul ada sebagian guru yang kemudian motivasi belajarnya rendah. Padahal guru juga harus perlu mengupdate dengan kemudian membangun paradigma guru pembelajar,” ujarnya.


    Ia menambahkan bahwa Bimtek yang diadakan pemerintah, belum semua dapat dijangkau oleh guru, terutama guru yang berada di wilayah 3T (terdepan, tertinggal, dan terluar).


    “Kami berupaya untuk membuat skema-skema pelatihan yang mudah untuk diikuti, dengan pola hybrid dan online, dengan maksud si guru itu mendapatkan layanan langsung yang bersamaan dengan aktivitas mereka, sehingga tidak menghambat mereka untuk mendapatkan pelatihan-pelatihan,” ucapnya.

    Baca Juga

    Pergunu: Mustahil Pendidikan Agama Dihilangkan dari Sekolah


    Dalam momentum Hari Guru Nasional 2025, Aris mengajak para guru untuk memperkuat komitmen dalam pengajaran di kelas.


    “Selamat Hari Guru Nasional Tahun 2025. Mari kita tingkatkan komitmen kita untuk mewujudkan generasi emas Indonesia melalui murid-murid kita,” ujar Aris.

    Komentar
    Additional JS