Santri dan Ribuan Nahdliyin Kota Kediri Ikuti Jalan Sehat Sarungan / NU Online
Santri dan Ribuan Nahdliyin Kota Kediri Ikuti Jalan Sehat Sarungan
Selasa, 4 November 2025 | 15:00 WIB

Kegiatan jalan santai sarungan dalam memperingati Hari Santri 2025. (Foto: NOJ/radarkediri.jawapos.com)
Kediri, NU Online Jatim
Rangkaian kegiatan dalam memperingati Hari Santri 2025, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kediri menggelar Jalan Santai Sarungan pada Ahad (02/11/2025). Start dan finish di Tirtayasa Park, Kota Kediri.
Peserta jalan santai sarungan ini adalah para santri serta ribuan warga Nahdliyin dan masyarakat Kota Kediri. Mereka antusias jalan santai sarungan dari start sampai finish.

Turut memberangkatkan ribuan santri yakni, Rais PCNU Kota Kediri KH Abdul Hamid Abdul Qodir, Ketua PCNU Kota Kediri KH Abu Bakar Abdul Jalil, dan Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin Thoha.
Baca Juga
PCNU Kota Kediri Dilantik, Kiai Marzuki: Itu Amanat Besar
Ketua PCNU Kota Kediri, KH Abu Bakar Abdul Jalil mengatakan, kegiatan jalan santai sarungan ini adalah salah satu rangkaian Hari Santri yang diperingati setiap 22 Oktober. Tepat di Hari Santri ini, PCNU Kota Kediri telah menggelar apel pagi diikuti para santri dan warga Nahdliyin di Pondok Pesantren Al Amin, Ngasinan, Rejomulyo.

“Hari ini selain jalan santai sarungan, juga ada donor darah. Pada Ahad depan, ada senam sehat Fatayat NU dan diteruskan touring religi masyayikh di Kota Kediri,” ujarnya yang dikutip dari radarkediri.jawapos.com, Selasa (04/11/2025).
Di hari Ahad juga diadakan mancing bareng santri di kolam pancing omah sawah Kelurahan Burengan. Di akhiri istighatsah dan doa bersama, Kamis (13/11/2025) di GOR Joyoboyo Kota Kediri.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Kediri, Qowimuddin Thoha menjelaskan, ini bukan hanya berjalan bersama, tetapi juga meneguhkan semangat persatuan dan perjuangan santri.
Baca Juga
Pesan Ketua PCNU Kota Kediri di Pilkada 2024
“Melalui sarung yang kita kenakan, kita mengenang jejak para kiai, para santri, dan para pejuang dengan tekad, keikhlasan, serta semangat persatuan mengawal Indonesia hingga merdeka,” jelasnya.
Gus Qowim menegaskan, semangat perjuangan santri harus terus dilanjutkan dengan cara yang relevan di masa kini. Bukan lagi dengan bambu runcing, tetapi dengan ilmu, akhlak, dan karya. Dengan perjuangan membangun Kota Kediri agar semakin Maju, Agamis, Produktif, Aman, dan Ngangenin (MAPAN).
Menurutnya, melalui kegiatan seperti ini masyarakat Kota Kediri meneguhkan kembali jati dirinya sebagai kota yang religius dan rukun.
“Kita tunjukkan bahwa santri dan masyarakat Kota Kediri itu maju dalam kebersamaan, agamis dalam menjaga nilai luhur, produktif dalam berkarya, aman dalam kerukunan, dan tentu ngangenin karena suasana guyub, rukun dan penuh kebahagiaan selalu dirindukan," pungkasnya.