0
News
    Update Haji
    Home Featured Haji Jawa Timur Spesial Surabaya

    Jatim Mulai Susun Skema Kuota Haji 2026, Surabaya Jadi Fokus Utama - Liputan6

    11 min read

     

    Jatim Mulai Susun Skema Kuota Haji 2026, Surabaya Jadi Fokus Utama



    Kemenag Jatim menegaskan bahwa penyusunan awal ini penting agar pemerintah daerah memiliki gambaran dasar dalam mempersiapkan keberangkatan calon jemaah. Tahap ini juga menjadi pijakan sebelum kota/kabupaten menyusun alokasi masing-masing.

    oleh nugroho purboDiterbitkan 09 Desember 2025, 15:03 WIB
    Share
    Haji

    Liputan6.com, Jakarta - Jawa Timur mulai bergerak cepat menyusun pola distribusi kuota haji untuk tahun 2026. Pada tahap awal, pembahasan difokuskan pada kebutuhan skala provinsi sebelum menyentuh detail seperti Kuota Haji 2026 Kota Surabaya.

    Kemenag Jatim menegaskan bahwa penyusunan awal ini penting agar pemerintah daerah memiliki gambaran dasar dalam mempersiapkan keberangkatan calon jemaah. Tahap ini juga menjadi pijakan sebelum kota/kabupaten menyusun alokasi masing-masing.

    BACA JUGA:

    Dalam proses konsolidasi awal, Kemenag Jatim menekankan urgensi pemerataan kuota. Surabaya termasuk daerah yang menjadi perhatian karena memiliki jumlah pendaftar haji terbesar di Jawa Timur.

    Hingga kini, penyusunan detail masih bergerak bertahap, namun proses menuju penentuan Kuota Haji 2026 Kota Surabaya sudah masuk dalam agenda lanjutan tim teknis provinsi.

    Evaluasi Kuota 2025 sebagai Dasar Kebijakan Baru

    Kemenag Jawa Timur menggunakan data kuota keberangkatan 2025 sebagai dasar penghitungan awal. Penyesuaian dilakukan untuk melihat apakah perlu ada penambahan kapasitas pada 2026.

    Analisis ini mencakup tren pendaftar, estimasi daftar tunggu, dan kesiapan layanan masing-masing kabupaten/kota. Surabaya kembali muncul sebagai salah satu prioritas evaluasi.

    Hasil analisis tersebut nantinya diproyeksikan menjadi rumusan teknis sebelum kuota tingkat kota ditentukan secara resmi.

    Kemenag memastikan bahwa evaluasi ini berjalan paralel dengan penyusunan pemetaan kuota 2026 agar tidak terjadi keterlambatan teknis.

    BACA JUGA:

    Porsi Kota/Kabupaten Akan Diatur Ulang

    Suasana ibadah tawaf jemaah haji dari berbagai negara, termasuk Indonesia di Masjidil Haram, Makkah. (FOTO: MCH PPIH ARAB SAUDI 2023)
    Suasana ibadah tawaf jemaah haji dari berbagai negara, termasuk Indonesia di Masjidil Haram, Makkah. (FOTO: MCH PPIH ARAB SAUDI 2023)

    Jawa Timur diketahui memiliki pendaftar haji yang sangat besar dibanding provinsi lain. Kondisi ini menuntut sistem distribusi kuota yang lebih adaptif pada 2026.

    Pemerintah provinsi membuka opsi pengaturan ulang porsi kuota daerah berdasarkan pertumbuhan jumlah pendaftar. Surabaya menjadi daerah dengan daftar tunggu terpanjang.

    Model baru yang dibahas mencakup pola prioritas berdasarkan umur serta masa tunggu yang telah berjalan.

    Kemenag menegaskan bahwa setiap skema harus tetap memegang prinsip keadilan antar wilayah.

    BACA JUGA:

    Surabaya Diproyeksikan Mendapat Kuota Lebih Tinggi

    Dalam hasil rapat internal, Surabaya disebut sebagai daerah dengan kemungkinan peningkatan kuota karena tingginya permohonan keberangkatan. Pertimbangan ini lahir dari data pendaftar aktif dan perkembangan daftar tunggu dalam dua tahun terakhir. Selain itu, Surabaya memiliki infrastruktur layanan haji yang lebih lengkap sehingga menjadi faktor pendukung peningkatan kuota. Potensi kenaikan kuota ini masih menunggu finalisasi pembagian dari pemerintah pusat.

    Sinkronisasi Data Pendaftar Jemaah

    Proses sinkronisasi data menjadi langkah penting sebelum masuk penetapan resmi. Jawa Timur kini sedang menyelaraskan data antara kantor wilayah dan kota/kabupaten. Surabaya termasuk daerah yang diprioritaskan untuk verifikasi karena jumlah perubahan data jemaah cukup tinggi. Sinkronisasi ini mencakup data validasi usia, legalitas berkas, serta status pelunasan untuk daftar tunggu. Langkah ini dilakukan agar pembagian kuota 2026 tidak tumpang tindih.

    BACA JUGA:

    Penyesuaian Berdasarkan Kebijakan Nasional

    Melihat Pelaksanaan Manasik bagi Para Calon Jamaah Haji
    Manasik merupakan simulasi pelaksanaan haji sebelum jamaah melaksanakan ibadah tersebut di Makkah. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

    Kemenag Jatim juga harus mengikuti aturan pusat terkait sistem prioritas jemaah. Aturan ini menentukan bagaimana kuota disusun ulang. Salah satu kebijakan yang dipertahankan adalah prioritas bagi jemaah lansia. Kota Surabaya memiliki jumlah jemaah lansia yang signifikan. Kebijakan ini berimplikasi langsung pada porsi kuota yang akan dialokasikan untuk Surabaya dan daerah sekitarnya. Pusat diperkirakan akan memberikan arahan resmi pada semester pertama 2026.

    Persiapan Layanan dan Infrastruktur Haji Surabaya

    Untuk mendukung kemungkinan meningkatnya kuota, Surabaya mulai mempersiapkan pembaruan layanan keberangkatan. Kota ini memiliki Asrama Haji Sukolilo sebagai salah satu fasilitas terbesar di Indonesia. Pemerintah menilai kesiapan ini sebagai modal penting. Surabaya juga memperkuat sistem digitalisasi layanan untuk memastikan semua data calon jemaah 2026 bisa diproses tanpa hambatan. Peningkatan layanan menjadi salah satu faktor pendukung usulan alokasi kuota.

    BACA JUGA:

    Jawa Timur Targetkan Finalisasi Lebih Cepat

    Ilustrasi ibadah haji, umrah, muslim, Ka'bah
    Ilustrasi ibadah haji, umrah, muslim, Ka'bah. (Foto oleh Muhammad Khawar Nazir: https://www.pexels.com/id-id/foto/laki-laki-pria-lelaki-suami-18996539/)
    ... Selengkapnya

    Kemenag Jawa Timur menargetkan pembagian final kuota 2026 dapat dirampungkan lebih cepat dibanding tahun sebelumnya. Upaya percepatan dilakukan agar Surabaya dan kota lainnya bisa menyusun jadwal pembinaan haji lebih awal. Dengan demikian, calon jemaah dapat mempersiapkan keberangkatan secara matang baik dari sisi administrasi maupun kesehatan. Rincian Kuota Haji 2026 Kota Surabaya akan diumumkan setelah hasil pembahasan provinsi diserahkan ke pusat.

    Data Lengkap Kuota Nasional

    Kuota haji dibagi ke dalam dua tingkatan, yakni tingkat provinsi dan tingkat kabupaten/kota, sesuai data calon jemaah aktif.

    Berikut sebaran kuota haji reguler per provinsi tahun 2026 yang telah ditetapkan:

    Jawa Timur: 42.409

    Jawa Tengah: 34.122

    Jawa Barat: 29.643

    Sulawesi Selatan: 9.670

    Banten: 9.124

    DKI Jakarta: 7.819

    Sumatera Utara: 5.913

    Lampung: 5.827

    NTB: 5.798Aceh: 5.426

    Sumatera Selatan: 5.354

    Kalimantan Selatan: 5.187

    Riau: 4.682

    Sumatera Barat: 3.928

    DI Yogyakarta: 3.748

    Jambi: 3.576

    Kalimantan Timur: 3.189

    Sulawesi Tenggara: 2.063

    Kalimantan Barat: 1.858

    Sulawesi Tengah: 1.753

    Bali: 1.698

    Kalimantan Tengah: 1.559

    Sulawesi Barat: 1.450

    Bengkulu: 1.357

    Kepulauan Riau: 1.085

    Bangka Belitung: 1.077

    Papua: 933

    Maluku Utara: 785

    Gorontalo: 608

    Maluku: 587

    Kalimantan Utara: 489

    Papua Barat: 447

    NTT: 516

    Sulawesi Utara: 402

    Daftar tersebut menjadi patokan awal sebelum pemerintah provinsi menetapkan pembagian kuota kota/kabupaten, termasuk Surabaya.

    BACA JUGA:

    People Also Talk

    1. Kapan kuota haji 2026 diumumkan?Biasanya diumumkan setelah pemerintah pusat dan provinsi menyelesaikan sinkronisasi data.

    2. Apakah kuota Surabaya naik pada 2026?Masih menunggu keputusan pusat, namun peluangnya cukup besar.

    3. Apa faktor penentu kuota haji kota/kabupaten?Jumlah pendaftar aktif, daftar tunggu, dan kesiapan layanan.

    4. Mengapa Surabaya jadi perhatian utama?Karena memiliki pendaftar terbanyak dan infrastruktur terbaik di Jawa Timur.

    5. Apakah data pendaftar bisa berubah?Bisa, karena ada proses verifikasi ulang dan penyesuaian kebijakan pusat.

    Share
    Komentar
    Additional JS