0
News
    Home Aceh Tamiang Bencana Berita Featured Lintas Peristiwa NU Peduli Spesial Sumatera

    Dapur Umum Jadi Napas Kehidupan Pascabanjir Aceh Tamiang, Warga hingga Relawan NU Peduli Turun Tangan Memasak -, NU Online

    4 min read

     

    Dapur Umum Jadi Napas Kehidupan Pascabanjir Aceh Tamiang, Warga hingga Relawan NU Peduli Turun Tangan Memasak

    NU Online  ·  Kamis, 1 Januari 2026 | 14:00 WIB


    Relawan NU ikut memasak di dapur umum di Aceh Tamiang, Aceh. (Foto: NU Peduli)

    Rikhul Jannah

    Kontributor

    Jakarta, NU Online
    Di tengah situasi pascabencana banjir bandang yang masih menyisakan krisis kemanusiaan di Aceh Tamiang Provinsi Aceh, dapur umum menjadi salah satu tumpuan utama warga terdampak untuk bertahan hidup. Dari rumah sederhana yang disulap menjadi dapur umum, kepulan asap masakan setiap hari menjadi tanda solidaritas, gotong royong, dan harapan bagi ratusan penyintas.


    Ketua Posko Penggurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Aceh Tamiang, Sultan Herakli menjelaskan dapur umum tersebut merupakan hasil kolaborasi NU Care-LAZISNU dan Prudential Syariah. Dapur umum menyiapkan makanan untuk 120 orang per hari.


    "Porsinya pertama kali kami buat untuk 120 orang. Dibagikan setiap hari. Lauknya kebetulan untuk saat ini yang mudah untuk didapatkan di daerah kami yaitu ayam. Jadi lauknya tiap hari ayam dengan variasi yang berbeda. Seperti ayam gulai, ayam goreng, ayam sambal, dan ayam yang lainnya,” ujarnya pada Rabu (31/12/2025)..

    Baca Juga

    Akhir Tahun 2025, Kondisi Pengungsi dan Dunia Pendidikan Sangat Memprihatinkan di Pidie Jaya

    Namun, membuka dapur umum di tengah kondisi darurat bukan tanpa tantangan. Sultan mengungkapkan sejumlah kendala yang dihadapi selama operasional.

    "Kendalanya yang pertama kurangnya personel, yang kedua kurangnya peralatan masak, yang ketiga kurangnya bahan-bahan untuk dibeli. Kadang stok langka dan harga yang lumayan mahal daripada sebelumnya,” katanya.


    Untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan, relawan harus menempuh jarak cukup jauh. “Biasa saya coba belanja di daerah-daerah opak yang perlu jarak tempuh sekitar belasan kilo. Sekitar 15 sampai 16 kilometer ke Pasar Desa Upah, Kecamatan Karangbaru, Aceh Tamiang,” jelasnya.

    Baca Juga

    Pergantian Tahun di Tengah Musibah, Ketua PWNU Aceh Ajak Masyarakat Isi dengan Doa dan Zikir


    Proses memasak di dapur umum ini banyak dibantu oleh warga sekitar. "Terutama yang bantu masak ummi saya, ibu saya. Terus teman-teman ibu saya. Kadang datang dua orang, kadang datang tiga orang, kadang datang empat orang. Tergantung situasi mereka juga,” tuturnya.


    Sultan berharap program dapur umum ini dapat diperluas agar menjangkau lebih banyak warga terdampak. “Kalau bisa, perluas lagi program ini dengan porsi yang lebih banyak,” katanya.


    Seorang warga Aceh Tamiang yang turut memasak di dapur umum adalah Ainun. Setiap hari ia ikut menyiapkan makanan bagi para penyintas. “Satu kali. Masak nasi, ayam, dan satu sayur ganti-ganti,” ujarnya.

    Baca Juga

    Rp3 Miliar Terhimpun LAZISNU Jatim Bantu Penyintas Bencana Sumatra


    Semangat Ainun tak pernah surut, ia bahkan mengesampingkan kepentingan pribadinya demi memastikan warga lian dapat makan dengan layak. “Aku seneng banget bisa masakin (buat) orang-orang. Kalian makan yang kenyang, aku nanti aja, yang penting warga dulu,” ucapnya.

    Selain warga terdampak, relawan NU Care-LAZISNU yang tergabung dalam Tim NU Peduli juga turun langsung membantu di dapur umum. Salah satunya Umdatul Qori, yang mengaku senang bisa terlibat langsung.

    "Senang karena bisa menyumbangkan tenaga untuk membantu menyiapkan makanan bagi saudara-saudara kita di Aceh Tamiang,” katanya.

    Baca Juga

    Dari Surga Perbukitan ke Lahan Kosong: Cerita Desa Tandihat Tapsel yang Hilang Ditelan Longsor


    Menurutnya, menu makanan dibuat bervariasi agar tidak menimbulkan kejenuhan. "Makanan di dapur umum kita buat bervariasi setiap harinya supaya tidak jenuh, hari ini nasi ayam goreng dan sambal goreng kentang atau kentang balado, jumlahnya 120-150 porsi per hari,” jelasnya.

    Meski demikian, tantangan tetap ada dalam proses memasak dan distribusi. Qori berharap pemulihan pascabencana dapat segera berjalan optimal.


    "Berharap saudara-saudara kita diberikan kekuatan, kesehatan dan ketabahan. bantuan lebih banyak masuk dari berbagai sektor, pemerintah, lembaga sosial,” ujarnya.

    ============

    Para dermawan bisa donasi lewat NU Online Super App dengan mengklik banner "Darurat Bencana" yang ada di halaman Beranda atau via web filantropi di tautan berikut: filantropi.nu.or.id.

    Komentar
    Additional JS