0
News
    Home Bencana Berita Featured Lintas Peristiwa PWNU Aceh Spesial Sumatera

    Pergantian Tahun di Tengah Musibah, Ketua PWNU Aceh Ajak Masyarakat Isi dengan Doa dan Zikir / NU Online

    4 min read

     

    Pergantian Tahun di Tengah Musibah, Ketua PWNU Aceh Ajak Masyarakat Isi dengan Doa dan Zikir

    NU Online  ·  Kamis, 1 Januari 2026 | 13:00 WIB


    Ketua PWNU Aceh, Tgk H Faisal Ali (Foto: Helmi)

    Helmi Abu Bakar

    Banda Aceh, NU Online 

    Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Aceh, Tgk. H. Faisal Ali atau yang akrab disapa Abu Sibreh, mengajak masyarakat Aceh untuk mengisi pergantian tahun baru dengan doa, zikir, dan muhasabah diri, terutama di tengah kondisi Aceh yang masih dilanda musibah banjir bandang dan longsor di sejumlah daerah.


    Menurut Abu Sibreh, suasana duka akibat bencana yang terjadi sejak akhir November 2025 hingga jelang akhir tahun seharusnya menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk memperbanyak introspeksi diri dan mendekatkan diri kepada Allah Swt, bukan justru larut dalam euforia pergantian tahun yang berlebihan.

    Baca Juga

    Rp3 Miliar Terhimpun LAZISNU Jatim Bantu Penyintas Bencana Sumatra

    “Pergantian tahun ini kita lalui dalam kondisi Aceh yang masih berduka. Banyak saudara kita kehilangan rumah, harta benda, bahkan keluarga tercinta. Karena itu, alangkah baiknya malam pergantian tahun diisi dengan doa, zikir, dan muhasabah,” ujar Abu Sibreh, Selasa (31/12/2025).


    Ia menegaskan bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk memaknai waktu sebagai sarana evaluasi diri. Setiap pergantian waktu, kata dia, bukan sekadar perubahan angka kalender, tetapi momentum untuk menilai apa yang telah dilakukan dan memperbaiki langkah ke depan.


    “Musibah bukan hanya ujian, tetapi juga peringatan. Allah sedang menegur kita agar kembali kepada-Nya, memperbaiki akhlak, memperkuat ibadah, dan meningkatkan kepedulian sosial,” katanya.

    Baca Juga

    Tak Pernah Dikunci, Masjid Jami Hidayatullah Jadi Wajah Islam Ramah di Jalur Pantura


    Abu Sibreh yang juga Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh menilai, doa dan zikir yang dilakukan secara berjamaah maupun sendiri-sendiri di rumah, masjid, atau meunasah akan menjadi sumber ketenangan batin bagi masyarakat, khususnya para korban bencana. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak menjadikan malam tahun baru sebagai ajang hura-hura yang justru melalaikan dari nilai-nilai keimanan.

    “Kita tidak melarang bergembira, tetapi di tengah musibah, empati dan kepekaan sosial harus lebih dikedepankan. Saudara-saudara kita di pengungsian masih berjuang membersihkan rumah, memulihkan kehidupan, dan menghadapi trauma,” ucapnya.

    Selain itu, Abu Sibreh juga mengajak masyarakat untuk menjadikan pergantian tahun sebagai titik awal memperkuat pendidikan keagamaan, terutama bagi generasi muda. Menurutnya, bencana yang berulang di Aceh harus disikapi dengan memperbaiki kualitas iman, ilmu, dan akhlak, agar masyarakat semakin tangguh menghadapi ujian.

    Baca Juga

    Jelang Malam Pergantian Tahun, Pengungsi Banjir Aceh Tamiang Masih Bertahan di Dayah

    “Perbaikan fisik dan ekonomi penting, tetapi penguatan iman dan pendidikan agama jauh lebih penting sebagai fondasi. Dari sinilah lahir masyarakat yang sabar, kuat, dan saling menolong,” ujarnya.

    Ia juga mengapresiasi berbagai pihak yang telah membantu korban bencana, mulai dari pemerintah, relawan, lembaga sosial, hingga masyarakat luas. Namun, ia mengingatkan bahwa kepedulian tidak boleh berhenti setelah masa darurat berlalu.


    “Solidaritas harus terus dijaga. Doa kita untuk para korban, dan kerja nyata kita untuk pemulihan Aceh,” katanya

    Pihaknya berharap tahun yang akan datang menjadi tahun penuh keberkahan, keselamatan, dan kedamaian bagi Aceh dan seluruh masyarakat Indonesia. 

    Ia mengajak semua pihak untuk mengawali tahun baru dengan niat yang baik, hati yang bersih, serta komitmen memperbaiki diri dan lingkungan.


    “Semoga Allah mengangkat musibah ini, menguatkan saudara-saudara kita yang terdampak, dan menjadikan Aceh lebih kuat, lebih beriman, dan lebih peduli di tahun yang akan datang,” pungkasnya.

    ============

    Para dermawan bisa donasi lewat NU Online Super App dengan mengklik banner "Darurat Bencana" yang ada di halaman Beranda atau via web filantropi di tautan berikut: filantropi.nu.or.id.

    Komentar
    Additional JS