Keutamaan Rajab dan Faedah Dzikir ala Syekh Ahmad Mamduh Darul Ifta Mesir - NU Online
Keutamaan Rajab dan Faedah Dzikir ala Syekh Ahmad Mamduh Darul Ifta Mesir
Sabtu, 3 Januari 2026 | 17:00 WIB
Aminul Fatwa Darul Ifta Mesir, Syekh Ahmad Mamduh, saat di Mojokerto. (Foto: NOJ/ Boy Ardiansyah)
Mojokerto, NU Online Jatim
Aminul Fatwa Darul Ifta Mesir, Syekh Ahmad Mamduh, menjelaskan bahwa saat ini umat Islam berada di bulan yang mulia, yakni bulan Rajab. Rajab merupakan salah satu bulan yang termasuk dalam bulan haram.
“Barang siapa yang ingin mendekatkan diri kepada Allah, inilah momen yang paling tepat,” katanya dalam sebuah kajian di Pendopo Bayt Mohammadi Indonesia, Mojokerto, beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, bulan Rajab dan Sya’ban adalah pengantar memasuki Ramadhan. Seperti halnya pemain bola, sebelum bertanding mereka melakukan pemanasan terlebih dahulu. Demikian orang yang gemar beribadah akan menjadikan bulan Rajab dan Sya’ban sebagai persiapan memasuki bulan Ramadhan yang mulia.
Baca Juga
Jaminan Nafkah Kesehatan Istri menurut Syekh Ahmad Mamduh Darul Ifta Mesir
“Maka, ketika datang bulan Ramadhan, ia sudah siap memanen apa yang sebelumnya ia tanam, yaitu berupa biji-biji ketaatan untuk bulan Ramadhan,” ungkapnya.

Syekh Ahmad Mamduh menyebutkan bahwa dzikir adalah ibadah yang paling ringan bagi lisan dan memberikan efek yang luar biasa. Banyak sekali dzikir yang disebutkan faedah dan keutamaannya oleh Rasulullah SAW.
Di antara bacaan dzikir tersebut ialah subhanallah wa bihamdihi. “Barangsiapa yang membaca subhanallah wa bihamdihi sebanyak 100 kali, maka ia akan diampuni dosanya meskipun dosanya seperti buih di lautan,” terangnya.
Selain itu, barangsiapa yang membaca dzikir la ilaha illallah wahdahu la syarika lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai'in qadir, maka pahalanya sama seperti seolah-olah membebaskan seorang budak.
Baca Juga
Di UAC Mojokerto, Sekjen Darul Ifta Mesir Tegaskan Haram Fatwa Tanpa Ilmu
Sementara seseorang yang membaca bismillahilladzi la yadhurru ma'a ismihi syai’un fil ardhi wa la fis sama'i wa huwas sami'ul 'alim sebanyak tiga kali dalam sehari, maka ia akan terbebaskan dari marabahaya di hari itu.
“Jika diucapkan pada malam hari, maka tidak akan tertimpa marabahaya pada malam itu,” tambah Syekh Ahmad Mamduh.
Dirinya juga menyampaikan, barangsiapa yang mengucapkan hasbiyallahu la ilaha illa huwa, 'alaihi tawakkaltu wa huwa rabbul 'arsyil 'adzim sebanyak tujuh kali dalam satu hari, maka ia akan dicukupkan rezeki pada hari itu.
Ia menambahkan, bacaan dzikir lainnya yang yang ringan diucapkan lisan namun berat timbangan pahalanya di akhirat kelak, yaitu lafal subhanallah wa bihamdihi subhanallahil adzim.
“Coba dilihat. Kalimat-kalimat yang ringan ini memiliki banyak keutamaan. Yang membaca akan terlindungi dari perbuatan yang haram sepanjang harinya, seperti menggunjing atau membicarakan keburukan orang lain,” pungkasnya.