Khutbah Jumat: Muhasabah di Awal Tahun, Menata Hidup dengan Ketakwaan - NU Online
Khutbah Jumat: Muhasabah di Awal Tahun, Menata Hidup dengan Ketakwaan
NU Online · Kamis, 1 Januari 2026 | 07:00 WIB
Ilustrasi beribadah. Sumber: Canva/NU Online.
Kolomnis
Tidak terasa, tahun 2025 yang penuh cobaan telah usai kita lewati. Kini periode awal 2026 pun sudah tiba. Meski tertatih-tatih, kita patut bersyukur atas segala anugerah Tuhan yang ada di setiap episode masa lalu. Namun selanjutnya, di fase peralihan ini, sepantasnya kita bermuhasabah. Sebanyak apa dosa yang telah kita lakukan? Sudah menyiapkan bekal untuk kehidupan akhirat secara maksimal atau belum? Jika tidak, mari kita segera introspeksi diri untuk kehidupan yang lebih baik.
Khutbah Jumat dengan judul, “Muhasabah di Awal Tahun, Menata Hidup dengan Ketakwaan”, Untuk mencetak naskah khutbah ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas atau di bawah artikel ini. Semoga bermanfaat.
Khutbah I
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ دَعَا عِبَادَهُ إِلَى مُحَاسَبَةِ النَّفْسِ قَبْلَ الْحِسَابِ، وَنَبَّهَهُمْ إِلَى تَقْوَى اللّٰهِ فِي السِّرِّ وَالْجَهْرِ وَالِإرْتِيَابِ، وَأَمَرَهُمْ أَنْ يَنْظُرُوا مَا قَدَّمُوا لِغَدِهِمْ مِنَ الْعَمَلِ وَالإِكْتِسَابِ، لِيَكُونَ ذَلِكَ سَبَبًا لِتَنَاوُلِ رِضَا الرَّبِّ الْوَهَّابِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَ أَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَمَّا بَعْدُ .فَيَا أَيُّهَا المُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيَ بِتَقْوَى اللّٰهِ فِي كُلِّ وَقْتٍ وَحِيْنٍ، كَمَا قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى :وَلِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ وَلَقَدْ وَصَّيْنَا الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَاِيَّاكُمْ اَنِ اتَّقُوا اللّٰهَ ۗوَاِنْ تَكْفُرُوْا فَاِنَّ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ وَكَانَ اللّٰهُ غَنِيًّا حَمِيْدًا
Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah
Sepantasnyalah kita senantiasa memanjatkan rasa syukur ke hadirat Allah SWT, di setiap waktu dan dalam segala keadaan. Sebab hingga saat ini, kita masih dianugerahi berbagai nikmat dan kebaikan oleh-Nya, di antaranya adalah hidayah yang tercermin dalam keimanan dan keislaman. Berkat rahmat-Nya pula, kita masih dikaruniai kesehatan jasmani serta ketenteraman jiwa yang dapat kita rasakan sepanjang waktu. Oleh karena itu, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT. Alhamdulillah.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Agung Muhammad SAW. Berkat risalah dan perjuangan beliau, kita memperoleh keselamatan dan kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat kelak. Semoga shalawat dan salam itu juga tercurah kepada keluarga beliau, para sahabat, para ulama, serta seluruh umat yang setia mengikuti jejak dan sunnah beliau. Mudah-mudahan Allah SWT menganugerahkan kepada mereka ampunan dan ridha di sisi-Nya.
Baca Juga
Khutbah Jumat: Tiga Hal Penting di Bulan Rajab
Selanjutnya, marilah kita bersama-sama meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT, dengan senantiasa melaksanakan seluruh perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena hakikat ketakwaan merupakan wasiat Allah SWT yang berlaku bagi seluruh umat manusia, termasuk umat-umat terdahulu. Hal ini sebagaimana diabadikan dalam Al-Qur’an Surat An-Nisa ayat 131:
وَلِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ وَلَقَدْ وَصَّيْنَا الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَاِيَّاكُمْ اَنِ اتَّقُوا اللّٰهَ ۗوَاِنْ تَكْفُرُوْا فَاِنَّ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ وَكَانَ اللّٰهُ غَنِيًّا حَمِيْدًا
Artinya: “Hanya milik Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Sungguh, Kami telah mewasiatkan kepada orang-orang yang diberi kitab suci sebelum kamu dan (juga) kepadamu (umat Islam) agar bertakwa kepada Allah. Akan tetapi, jika kamu kufur, maka sesungguhnya hanya milik Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji.”
Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah
Tidak terasa, tahun 2025 telah berlalu, meninggalkan kita dengan berbagai kenangan serta cobaan kehidupan. Kini, kita telah memasuki lembaran baru, yaitu tahun 2026.
Baca Juga
Khutbah Jumat: Dua Persiapan Menyambut Ramadhan
Pada masa permulaan tahun ini, merupakan momentum yang sangat tepat bagi kita untuk melakukan muhasabah diri. Apa saja yang telah kita perbuat selama satu tahun yang lalu? Kebaikan ataukah keburukan yang lebih banyak kita lakukan? Dan sudahkah kita menyiapkan bekal untuk kehidupan akhirat kelak?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut sudah selayaknya senantiasa hadir dalam benak kita. Sebab Allah SWT secara langsung mewasiatkan kepada seluruh hamba-Nya agar selalu melakukan introspeksi diri di setiap waktu, terlebih pada fase awal tahun seperti sekarang ini. Dengan muhasabah tersebut, kita diharapkan mampu bertekad dan berkomitmen untuk melakukan yang terbaik sepanjang tahun yang akan kita jalani.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat Al-Hasyr ayat 18:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”
Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah,
Dalam QS. Al-Hasyr ayat 18, Allah SWT secara tegas berpesan kepada seluruh hamba-Nya agar senantiasa melakukan muhasabah atas segala perbuatan yang telah dilakukan di masa lalu, demi kebaikan kehidupan di masa yang akan datang.
Selain itu, dalam ayat tersebut pula, Allah SWT memerintahkan kepada kita agar muhasabah senantiasa diiringi dengan ketakwaan kepada-Nya. Sebab dengan membiasakan diri bertakwa, kita akan memperoleh keselamatan, baik di dunia maupun di akhirat. Wahbah az-Zuhaili dalam kitab Tafsir al-Munir, jilid XXVII halaman 102, menafsirkan ayat tersebut sebagai berikut:
أَيْ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ صَدَّقُوا بِاللّٰهِ تَعَالَى وَرَسُولِهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، اِفْعَلُوا مَا أَمَرَ اللّٰهُ بِهِ، وَاتْرُكُوا مَا زَجَرَ عَنْهُ، وَاتَّقُوا عِقَابَهُ، وَلْتَتَأَمَّلْ نَفْسٌ أَيَّ شَيْءٍ قَدَّمَتْ مِنَ الأَعْمَالِ الصَّالِحَةِ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَحَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا، وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَكُرِّرَ الأَمْرُ بِالتَّقْوَى لِلتَّأْكِيدِ وَالْحَثِّ عَلَى مَا يَنْفَعُ فِي الآخِرَةِ فَإِنَّ اللّٰهَ لَا تَخْفَىٰ عَلَيْهِ مِنْ أَعْمَالِكُمْ وَأَحْوَالِكُمْ خَافِيَةٌ، فَهُوَ مُجَازِيكُمْ بِأَعْمَالِكُمْ صَغِيرِهَا وَكَبِيرِهَا، قَلِيلِهَا وَكَثِيرِهَا
Artinya: “Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya, laksanakanlah apa yang telah Allah perintahkan dan tinggalkanlah apa yang telah Dia larang. Takutlah kalian kepada siksa-Nya. Hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang telah ia persiapkan berupa amal-amal saleh untuk hari Kiamat. Bermuhasabah-lah atas diri kalian sebelum kalian dihisab. Bertakwalah kepada Allah. Perintah takwa ini diulang sebagai penegasan serta dorongan untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat di akhirat. Sesungguhnya tidak ada satu pun perbuatan kalian yang tersembunyi bagi-Nya. Maka Dia akan membalas kalian atas seluruh amal perbuatan kalian, baik yang kecil maupun yang besar, yang sedikit maupun yang banyak.”
Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah SWT,
Momentum peralihan tahun 2025 menuju tahun 2026 merupakan waktu yang sangat tepat bagi kita untuk melakukan introspeksi diri. Segala bentuk keburukan yang telah kita lakukan sepanjang tahun 2025 hendaknya tidak kita ulangi kembali di tahun 2026. Sebaliknya, kita harus bertekad dan berkomitmen bahwa tahun 2026 ini harus lebih baik, serta dihiasi dengan amal saleh dan peningkatan ketakwaan kepada Allah SWT.
Mengapa tahun ini harus lebih baik daripada tahun sebelumnya? Karena dengan demikian, kehidupan kita akan senantiasa dilimpahi keberkahan oleh Allah SWT. Imam Al-Ashbahani dalam kitab Hilyatul Awliya’, jilid VIII halaman 35, menjelaskan tentang keharusan setiap insan untuk terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik. Dalam penjelasannya, ia menukil kisah mimpi Hasan al-Bashri yang di dalamnya terdapat nasihat Rasulullah SAW sebagai berikut:
إِبْرَاهِيمُ بْنُ بَشَّارٍ قَالَ: سَمِعْتُ إِبْرَاهِيمَ بْنَ أَدْهَمَ يَقُولُ: بَلَغَنِي أَنَّ الْحَسَنَ الْبَصْرِيَّ رَأَى النَّبِيَّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي مَنَامِهِ، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللّٰهِ عِظْنِي قَالَ: مَنِ اسْتَوَى يَوْمَاهُ فَهُوَ مَغْبُونٌ، وَمَنْ كَانَ غَدُهُ شَرًّا مِنْ يَوْمِهِ فَهُوَ مَلْعُونٌ، وَمَنْ لَمْ يَتَعَاهَدِ النُّقْصَانَ مِنْ نَفْسِهِ فَهُوَ فِي نُقْصَانٍ، وَمَنْ كَانَ فِي نُقْصَانٍ فَالْمَوْتُ خَيْرٌ لَهُ
Artinya: Ibrahim bin Basyar berkata, Aku mendengar Ibrahim bin Adham berkata, Telah sampai kepadaku bahwa Hasan al-Bashri bermimpi melihat Nabi Muhammad Saw. Ia berkata, “Wahai Rasulullah, berilah aku nasihat.” Beliau bersabda: “Barang siapa hari ini sama dengan kemarin, maka ia adalah orang yang merugi. Barang siapa hari esoknya lebih buruk daripada hari ini, maka ia adalah orang yang celaka. Barang siapa tidak senantiasa mengoreksi kekurangan dalam dirinya, maka ia berada dalam kemunduran. Dan barang siapa berada dalam kemunduran, maka kematian lebih baik baginya.”
Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah,
Peralihan tahun adalah momentum yang tepat untuk kita bertekad dan bertransformasi menjadi insan yang lebih baik. Yakni dengan cara memohon ampun atas semua kekhilafan kita pada tahun sebelumnya, serta berjanji tidak mengulangi kesalahan yang sama di sepanjang tahun baru ini.
Selain itu, di tahun baru ini, mari kita berniat dalam hati untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan di setiap kesempatan. Caranya adalah melaksanakan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Selanjutnya, kita juga harus paham dan sadar bahwa setiap amal saleh kita di dunia, akan menjadi bekal kita di akhirat kelak.
بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah II
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَلَى إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا اِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إِلَى رِضْوَانِهِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا المُسْلِمُوْنَ اِتَّقُوْا اللّٰهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى
وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللّٰهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلَآئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعَالَى إِنَّ اللّٰهَ وَمَلَآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيَآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلَآئِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّٰهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيِّ وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِيْ التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتِ اَللّٰهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَأَعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَالْمِحَنَ وَسُوْءَ الْفِتَنِ وَالْمِحَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خَآصَّةً وَسَائِرِ الْبُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَآمَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَ اِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ. رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللّٰهِ ! إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِيْ الْقُرْبٰى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوْا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ وَ اللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ
Ustadz Muhaimin Yasin, Alumnus Pondok Pesantren Ishlahul Muslimin Lombok Barat dan Pegiat Kajian Keislaman.