0
News
    Home Featured Khotbah Jum'at Khutbah Jum'at Spesial

    Khutbah Jumat Tahun Baru 2026: Mengevaluasi Diri, Raih Ridha Ilahi - NU Online

    8 min read

     

    Khutbah Jumat Tahun Baru 2026: Mengevaluasi Diri, Raih Ridha Ilahi

    NU Online  ·  Selasa, 30 Desember 2025 | 19:00 WIB


    Ilustrasi tahun 2026. Sumber: Canva/NU Online.

    Muhammad Faizin

    Penulis

    Pergantian Tahun Baru 2026 hendaknya tidak dipahami sekadar perubahan waktu, melainkan dijadikan momentum muhasabah untuk mengevaluasi seluruh amal perbuatan yang telah kita lalui. Melalui pesan Al-Qur’an dan tuntunan Rasulullah, umat Islam diperintahkan untuk memperkuat ketakwaan, menata kembali niat, serta mempersiapkan bekal terbaik bagi kehidupan akhirat.


    Khutbah Jumat ini berjudul: “Mengevaluasi Diri, Raih Ridha Ilahi”. Untuk mencetak naskah khutbah ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas atau di bawah artikel ini. Semoga bermanfaat!


    Khutbah I

    اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى : يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ


    Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

    Mengawali khutbah ini, khatib mengajak diri pribadi dan seluruh jamaah untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan sebenar-benar takwa, yakni menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya dalam setiap aspek kehidupan. Takwa menjadi hal yang sangat penting karena menjadi kompas ataupun rambu-rambu, agar hidup kita di masa yang akan datang senantiasa mendapatkan petunjuk Allah SWT.

    Baca Juga

    Rukun-Rukun Khutbah dan Penjelasannya


    Terlebih seiring bergantinya tahun dan bertambahnya usia, hendaknya kita semakin sadar untuk senantiasa melakukan evaluasi diri dan memperbaiki amal perbuatan kita selama ini. Allah SWT memerintahkan orang-orang beriman agar selalu memperhatikan apa yang telah dilakukannya untuk hari esok, khususnya kehidupan akhirat.


    Momentum awal tahun 2026 ini harus kita jadikan sebagai titik tolak untuk memperkuat ketakwaan, membersihkan hati dari kelalaian, memperbanyak amal saleh, serta menata langkah hidup agar senantiasa ke depan bisa semakin baik.


    Rasulullah bersabda:


    مَنْ كَانَ يَوْمُهُ خَيْرًا مِنْ أَمْسِهِ فَهُوَ رَابِحٌ. وَمَنْ كَانَ يَوْمُهُ مِثْلَ أَمْسِهِ فَهُوَ مَغْبُوْنٌ. وَمَنْ كَانَ يَوْمُهُ شَرًّا مِنْ أَمْسِهِ فَهُوَ مَلْعُوْنٌ


    Artinya: "Barangsiapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia (tergolong) orang yang beruntung. Barangsiapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia (tergolong) orang yang merugi. Dan barangsiapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka ia orang yang dilaknat (celaka)" (HR Al-Hakim).

    Baca Juga

    Khutbah Jumat Akhir Tahun 2025: Renungan, Tobat, dan Menyongsong Hidup yang Lebih Baik


    Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

    Pergantian tahun bukan sekadar peristiwa bergesernya angka dalam penanggalan, melainkan momentum penting bagi kita untuk berhenti sejenak, merenung, dan mengevaluasi perjalanan hidup yang telah dilalui. Tahun demi tahun berlalu tanpa terasa, sementara usia terus bertambah dan kesempatan hidup semakin berkurang.


    Islam mengajarkan bahwa waktu adalah amanah besar yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban. Oleh karena itu, awal tahun baru menjadi saat yang tepat untuk muhasabah diri, menata niat, dan memperbaiki langkah agar masa depan kehidupan dunia dan akhirat lebih diridhai dan bernilai di sisi Allah SWT.


    Al-Qur’an secara tegas mengingatkan agar kita tidak lalai oleh rutinitas duniawi dan senantiasa melihat masa lalu kita untuk mempersiapkan diri menghadapi masa depan. Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Hasyr ayat 18:


    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ


    Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”


    Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

    Secara umum, Surat Al-Hasyr ayat 18 ini memuat dua perintah besar yang saling berkaitan erat, yaitu perintah bertakwa kepada Allah dan perintah untuk memperhatikan amal perbuatan sebagai bekal masa depan.


    Takwa dalam Islam bukan sekadar ucapan atau simbol lahiriah, melainkan sikap hidup yang mencakup ketaatan total kepada Allah SWT dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya. Termasuk dalam makna takwa adalah memurnikan ketaatan hanya kepada Allah tanpa sedikit pun menyekutukannya. Takwa juga bermakna rasa takut melanggar perintah Allah dan kesungguhan menjaga diri dari perbuatan maksiat. 

    Kita tidak boleh bersikap gegabah dalam bertindak. Kita harus selalu mempertimbangkan dampaknya bagi kehidupan yang akan datang. Jika menyadari bahwa dosa dan kesalahan kita lebih banyak, maka ayat ini mendorong kita untuk segera memperbaiki diri dengan memperbanyak amal saleh, tobat yang sungguh-sungguh, dan meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah.


    Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

    Dalam konteks tahun baru 2026, perintah Allah dalam Surat Al-Hasyr ayat 18 yang artinya: “hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok” mengandung makna muhasabah yang sangat mendalam. Kita harus terus dan selalu meneliti setiap amal perbuatan kita: apakah langkah hidup yang kita tempuh mendekatkan diri kepada Allah atau justru malah menjauhkan? Apakah waktu yang berlalu lebih banyak diisi dengan ketaatan atau malah kelalaian?


    Hal ini disebutkan dalam Kitab Jami' al-Bayan 'an Ta'wil Ay al-Qur'an atau Tafsir at Thabari sebagai berikut:


    وَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَا قَدَّمَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ مِنَ الْأَعْمَالِ، أَمِنَ الصَّالِحَاتِ الَّتِي تُنَجِّيهِ أَمْ مِنَ السَّيِّئَاتِ الَّتِي تُوبِقُهُ؟


    Artinya: "Setiap orang hendaknya memperhatikan apa yang telah ia kerjakan untuk hari kiamat, apakah dari amal saleh yang akan menyelamatkannya, atau dari keburukan yang akan membakarnya?"


    Oleh karena itu, kita perlu sadari bahwa tidak ada satu pun perbuatan yang luput dari pengawasan Allah. Peringatan ini menjadi pemicu agar kita tidak menunda perbaikan diri, karena kelak semua akan diperhitungkan secara adil di hadapan Allah SWT.


    Tahun baru 2026 tidak boleh berlalu sebagai rutinitas berlalunya waktu belaka, tetapi dijadikan titik awal perubahan menuju kehidupan yang lebih baik. Al-Qur’an mengajarkan bahwa keberuntungan sejati bukan diukur dari keberhasilan dunia semata, melainkan dari sejauh mana amal kita menjadi bekal untuk kehidupan di masa yang akan datang.


    Melalui pesan Surat Al-Hasyr ayat 18, Allah memerintahkan kita untuk selalu mawas diri, mengevaluasi amal sebelum datang hari perhitungan yang sesungguhnya. Semoga tahun baru ini menjadi awal langkah perubahan kita menuju pribadi yang lebih taat, lebih peduli, dan lebih siap menghadap Allah dengan bekal amal terbaik. Amin.


    بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَلَّ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ


    Khutbah II

    اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِاْلاِتِّحَادِ وَاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ الْمَتِيْنِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، إِيَّاهُ نَعْبُدُ وَإِيَّاُه نَسْتَعِيْنُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. اِتَّقُوا اللهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَسَارِعُوْا إِلَى مَغْفِرَةِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. وَصَلَّى الله عَلَى سَيِّدَنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ


    اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتْ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

    اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَ نَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ


    عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَادْعُوْهُ يَسْتَجِبْ لَكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ


    H Muhammad Faizin, Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung.

    Komentar
    Additional JS